Kementrans Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kaltara untuk SDM Perbatasan

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Transmigrasi menerima dokumen usulan program dari Gubernur Kalimantan Utara didampingi jajaran di Jakarta

Menteri Transmigrasi menerima dokumen usulan program dari Gubernur Kalimantan Utara didampingi jajaran di Jakarta

RILISINFO.COM, Jakarta – Anak-anak di kawasan transmigrasi dan perbatasan Kalimantan Utara segera memiliki akses pendidikan yang lebih baik. Kementerian Transmigrasi memberikan izin prinsip penggunaan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi seluas 7,8 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Ardi Mulyo, Kalimantan Utara.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menerima audiensi Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (20/7).

Menteri Iftitah menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

“Pada prinsipnya, kami pasti akan mendukung apa yang menjadi hajat pemerintah, apalagi jika HPL transmigrasi digunakan untuk pusat kegiatan ekonomi. Sekolah juga merupakan bagian dari pusat kegiatan ekonomi,” ujar Menteri Iftitah.

Menurutnya, kehadiran sekolah akan memunculkan berbagai aktivitas ekonomi baru, mulai dari tumbuhnya usaha masyarakat, meningkatnya kebutuhan jasa dan perdagangan, hingga terbukanya lapangan kerja yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

Secara hukum dan administrasi, pemanfaatan lahan antarpemerintah akan dilakukan melalui skema Hak Pakai. Kementerian Transmigrasi akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN agar proses tersebut berjalan sesuai ketentuan serta tetap menjaga tata kelola aset negara.

Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyampaikan apresiasi atas dukungan cepat Kementerian Transmigrasi. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi kebutuhan mendesak untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan kawasan transmigrasi.

Sebagai provinsi yang baru berusia 13 tahun, Kalimantan Utara masih menghadapi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Sebagian wilayahnya merupakan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Untuk meningkatkan sumber daya manusia Kalimantan Utara yang notabene baru berusia 13 tahun. Ini usia yang sangat muda, dan kebetulan kami juga masih termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Kami juga berada di wilayah perbatasan. Perbatasan ini merupakan etalase Indonesia, Pak Menteri,” ujar Zainal.

Selain pembangunan Sekolah Rakyat, pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi, khususnya di wilayah terpencil seperti Krayan.

Melalui skema Trans Gotong Royong, Kementerian Transmigrasi akan memfasilitasi koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat pembangunan jalan fungsional dan jembatan kayu.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian organik, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. (LSI)

 

 

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

 

Berita Terkait

Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras
Mendagri Imbau Kepala Daerah Dukung Proses Verifikasi dan Validasi Kopdeskel
Pemerintah Sepakati Pembahasan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel
Mendagri Teken SKB Ruang Bersama Indonesia untuk Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Seimbang
Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja
Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas
MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Seleksi, Pengumuman 18 September

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras

Senin, 14 September 2026 - 14:40 WIB

Mendagri Imbau Kepala Daerah Dukung Proses Verifikasi dan Validasi Kopdeskel

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Pemerintah Sepakati Pembahasan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel

Senin, 14 September 2026 - 13:35 WIB

Mendagri Teken SKB Ruang Bersama Indonesia untuk Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 12:22 WIB

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Seimbang

Berita Terbaru