Cerita Nelayan Cikeusik: Kini Harga Ikan Stabil Berkat Kampung Nelayan Merah Putih

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyambutan adat oleh para penari tradisional saat kedatangan rombongan pejabat dalam acara Serah Terima Bantuan Pemerintah Tahun 2026 dan Peluncuran Siap Hilirisasi Perikanan di KNMP Desa Cikiruhwetan

Penyambutan adat oleh para penari tradisional saat kedatangan rombongan pejabat dalam acara Serah Terima Bantuan Pemerintah Tahun 2026 dan Peluncuran Siap Hilirisasi Perikanan di KNMP Desa Cikiruhwetan

RILISINFO.COM, Banten – Pembangunan 15 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi harapan baru bagi ribuan nelayan di Provinsi Banten. Program modernisasi perkampungan ini diklaim mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, hingga menjamin stabilitas harga jual ikan hasil tangkapan.

​Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Damarjati, Rimo (40), mengungkapkan bahwa sejak berdirinya KNMP di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, penataan tempat pelelangan ikan menjadi lebih bersih dan modern. Terlebih lagi, KNMP kini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang pendingin (cold storage), pabrik es, bengkel kapal, stasiun pengisian BBM, hingga kios perbekalan nelayan.

​”Mudah-mudahan ke depan KNMP ini bisa semakin memberikan manfaat bagi para nelayan,” kata Rimo usai acara Serah Terima Bantuan Pemerintah Tahun 2026 dan Peluncuran Siap Hilirisasi Perikanan di KNMP Cikiruhwetan, Pandeglang, Selasa (29/9/2026).

​Sebelum adanya intervensi pemerintah melalui KNMP, Rimo mengakui harga jual hasil tangkapan kerap ditentukan secara sepihak oleh tengkulak. Saat hasil tangkapan melimpah, harga beli ditekan drastis, sementara saat musim paceklik, nelayan tetap tidak mendapatkan harga yang sepadan.

​”Dulu pendapatan kami stagnan. Namun, dengan pengelolaan yang baik seperti saat ini, harga menjadi lebih stabil dan tentu menguntungkan nelayan,” tambahnya.

​Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasaran Ikan (Poklahsar) Nursipa Jaya asal Kecamatan Panimbang, Sukma Wijaya (43). Ia merasakan perubahan positif dalam beberapa tahun terakhir berkat mengalirnya bantuan dari pemerintah, baik untuk nelayan tangkap maupun pelaku usaha pengolahan.

​”Tahun lalu kami mendapat bantuan renovasi tempat pengolahan, dan tahun ini kami mendapatkan bantuan mesin pembeku (chest freezer),” ujar Sukma.

​Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto atas program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh nelayan di wilayahnya. KNMP Cikiruhwetan merupakan satu dari 15 KNMP yang dibangun di Banten pada tahun 2026 atas usulan pemerintah kabupaten dan kota, di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

​Gubernur Andra Soni mencatat, Banten memiliki 133 kampung nelayan yang tersebar di 33 kecamatan. Oleh karena itu, ia mendorong jajarannya untuk terus proaktif menjemput program pusat.

​”Saya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar mengusulkan sebanyak-banyaknya kepada pemerintah pusat. Target Presiden hingga tahun 2029 adalah membentuk dan mengoperasikan 5.000 KNMP secara nasional,” jelas Andra Soni.

​Menurut Andra Soni, para nelayan Banten sudah sangat mumpuni dalam kemampuan melaut. Kebutuhan utamanya saat ini adalah modernisasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi.

​”Misalnya keberadaan pabrik es di KNMP. Fasilitas ini sangat memudahkan nelayan menjaga kesegaran ikan hingga ke tangan pembeli, sehingga nilai jualnya tetap tinggi dan terhindar dari risiko pembusukan,” tuturnya.

​Sementara itu, Staf Khusus Menteri KKP Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kebijakan dan Program Prioritas, Tubagus Ardi Januar, menegaskan bahwa KNMP adalah program prioritas Presiden yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.

​Melalui KNMP, pemerintah membangun ekosistem perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan. Ke depan, program ini juga akan mencakup penyaluran bantuan kapal perikanan berbagai ukuran.

​”Dengan ekosistem yang terintegrasi ini, mutu ikan tangkapan nelayan akan terjaga dengan baik, sehingga harga jualnya di pasaran juga akan ikut tinggi,” pungkas Tubagus. (gla)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Yonif TP 841/Sulangkar Distribusikan Air Bersih bagi Warga Desa Sampir, Waringinkurung
MoU PWI Banten–Kejati Banten Akan Diperpanjang, Sinergi dan Keterbukaan Informasi Diperkuat
Pemprov Banten Lantik 21 ASN, Lima CPNS Resmi Diangkat Jadi PNS
Andra Soni Tegaskan APBD Perubahan 2026 Fokus Capai Target RPJMD Banten
Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Zakat untuk Bantu Sesama
Cek Lokasi Diduga Penyimpanan BBM, Polda Banten Temukan Drum dan Jerigen Kosong
Shakila Janeeta Raih Juara 1 Pencak Silat, Sabet Gelar Pesilat Terbaik Putri
Andra Soni Tegaskan Komitmen Pemprov Banten Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:37 WIB

Yonif TP 841/Sulangkar Distribusikan Air Bersih bagi Warga Desa Sampir, Waringinkurung

Selasa, 29 September 2026 - 19:30 WIB

MoU PWI Banten–Kejati Banten Akan Diperpanjang, Sinergi dan Keterbukaan Informasi Diperkuat

Selasa, 29 September 2026 - 11:35 WIB

Pemprov Banten Lantik 21 ASN, Lima CPNS Resmi Diangkat Jadi PNS

Selasa, 29 September 2026 - 11:09 WIB

Andra Soni Tegaskan APBD Perubahan 2026 Fokus Capai Target RPJMD Banten

Selasa, 29 September 2026 - 10:46 WIB

Wagub Banten Ajak Masyarakat Perkuat Zakat untuk Bantu Sesama

Berita Terbaru