RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta kembali menyiapkan gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Tahun ini, WJNC mengangkat tema “Dewa Gana Kalajaya”, sosok Ganesha yang merepresentasikan pengetahuan, kebijaksanaan, dan kecerdasan. Tema tersebut dinilai selaras dengan identitas Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan pemilihan tema tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pesan budaya yang tetap berkaitan dengan karakter Kota Yogyakarta.
“Dewa Gana Kalajaya itu Ganesha yang melambangkan pengetahuan, kebijaksanaan, dan kepandaian. Ini sesuai dengan brand Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Lucia dalam Jumpa Pers Bersama Wali Kota Yogyakarta bertema Rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta di Ruang Yudistira, Balai Kota Yogyakarta, Senin (7/9/2026).
Persiapan pelaksanaan WJNC 2026 saat ini disebut telah mencapai lebih dari 90 persen. Gelaran tersebut akan melibatkan sekitar 2.000 penampil, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari 14 kemantren, tujuh delegasi luar daerah, penari pembuka dan penutup, grup band, hingga peserta karnaval.
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga menargetkan gelaran WJNC 2026 dapat menarik sekitar 60 ribu penonton.
Selain menghadirkan pertunjukan budaya dan hiburan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta turut menyiapkan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar pengalaman menonton WJNC berlangsung aman, nyaman, dan tetap menjaga ruang publik.
Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yurnelis Piliang, S.I.P., M.P.A., menjelaskan bahwa masyarakat yang datang menyaksikan WJNC diminta menggunakan kantong parkir resmi dan mengikuti arahan petugas.
“Untuk kebersihan, buang sampah pada tempat yang disediakan. Keamanan, ikuti arahan petugas dan jangan menerobos barikade,” ujar Yurnelis saat memberikan pemaparan dalam jumpa pers WJNC 2026 di Ruang Yudistira, Balai Kota Yogyakarta, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, aspek ruang publik juga menjadi perhatian selama pelaksanaan acara. Penonton diminta menjaga pedestrian, taman, vegetasi, serta fasilitas kota yang berada di sepanjang kawasan penyelenggaraan.
“Ruang publik, jaga pedestrian, taman, vegetasi, dan fasilitas kota,” lanjutnya.
Dinas Pariwisata juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian acara. Posko medis yang disediakan dapat dimanfaatkan apabila penonton membutuhkan bantuan.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kawasan Malioboro. Masyarakat yang hadir diminta mematuhi ketentuan tersebut selama berada di kawasan acara.
“Manfaatkan posko medis jika membutuhkan bantuan. Kemudian kita juga harus ingat bahwa Malioboro itu adalah kawasan tanpa rokok, patuhi ketentuan KTR di kawasan Malioboro,” kata Yurnelis.
Dengan persiapan yang telah mencapai lebih dari 90 persen, WJNC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang aman dan nyaman bagi puluhan ribu masyarakat yang akan memadati kawasan Yogyakarta.
Mengusung Dewa Gana Kalajaya, WJNC 2026 sekaligus menjadi ruang pertemuan antara seni pertunjukan, budaya, kreativitas, dan karakter Yogyakarta sebagai kota pendidikan. (Aga)















