Penumpang WNA KAI Daop 6 Tumbuh 7,8 Persen, Yogyakarta dan Solo Makin Diminati

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, ‎JOGJA – Wisatawan mancanegara kini makin akrab dengan kereta api. Data KAI Daop 6 menunjukkan pertumbuhan penumpang asing sepanjang Januari hingga September 2026 secara konsisten.
‎
Jumlah penumpang WNA mencapai 264.335 orang, tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang mencatat 245.229 penumpang WNA sebelumnya secara keseluruhan.
‎
Pertumbuhan itu memperlihatkan kereta api semakin penting sebagai penghubung wisatawan asing menuju Yogyakarta, Solo, serta sejumlah kota penopang destinasi wisata lainnya di Jawa Tengah.
‎
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyebut pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya mobilitas wisatawan mancanegara menggunakan transportasi kereta api tahun ini.
‎
“Pertumbuhan volume penumpang WNA di angka 7,8 persen menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api,” ujar Feni dalam keterangannya kepada wartawan.
‎
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, penumpang WNA yang berangkat dari wilayah Daop 6 mencapai 135.897 orang, naik 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya secara keseluruhan.
‎
Pada periode sama 2025, jumlah keberangkatan penumpang WNA tercatat 127.561 orang. Angka tersebut memperlihatkan peningkatan minat perjalanan menggunakan kereta api nasional secara nyata dan konsisten.
‎
Sementara itu, kedatangan penumpang WNA mencapai 128.438 orang selama Januari hingga September 2026, meningkat 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya secara signifikan dalam periode tersebut.
‎
Pada Januari–September 2025, jumlah penumpang WNA yang tiba mencapai 117.668 orang. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif konektivitas pariwisata wilayah Daop 6 dan sekitarnya semakin kuat.
‎
Stasiun Yogyakarta menjadi magnet utama. Sebanyak 108.210 penumpang WNA berangkat dari stasiun tersebut, jauh mengungguli lima stasiun lainnya di wilayah Daop 6 sepanjang periode.
‎
Untuk kedatangan, Stasiun Yogyakarta juga memimpin dengan 101.476 penumpang WNA. Posisi berikutnya ditempati Solo Balapan dan Lempuyangan sebagai simpul penting pariwisata regional.
‎
Solo Balapan mencatat 11.548 keberangkatan dan 10.938 kedatangan penumpang WNA. Lempuyangan menyusul dengan 11.002 keberangkatan serta 10.834 kedatangan wisatawan asing sepanjang periode tersebut.
‎
Stasiun Wates mencatat 1.368 keberangkatan dan 1.526 kedatangan. Purwosari membukukan 1.064 keberangkatan serta 966 kedatangan penumpang WNA selama periode tersebut di Daop 6.
‎
Klaten mencatat 1.017 keberangkatan dan 967 kedatangan penumpang WNA. Data ini mempertegas persebaran mobilitas wisatawan asing melalui berbagai simpul Daop 6 secara merata hingga kini.
‎
Feni mengatakan Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu pintu masuk penting wisatawan untuk menjangkau destinasi Yogyakarta, Solo, hingga wilayah sekitarnya dengan mudah dan nyaman.
‎
“KAI menyediakan sarana dan fasilitas yang memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi wisatawan mancanegara selama menggunakan layanan kereta api,” kata Feni dalam keterangan resminya kepada wartawan.
‎
Menurut Feni, informasi berbahasa Inggris, papan keberangkatan dan kedatangan, pengumuman suara, serta akses digital melalui Access by KAI terus diperkuat untuk wisatawan asing.
‎
“Selain perjalanan, konektivitas tersebut juga dapat memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Feni. KAI menghubungkan Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya secara berkelanjutan.
‎
Arus wisatawan asing berpotensi menggerakkan pariwisata, akomodasi, kuliner, transportasi lanjutan, ekonomi kreatif, hingga UMKM di sekitar stasiun dan destinasi wisata lokal semakin berkembang.
‎
Naiknya penggunaan kereta api oleh wisatawan mancanegara membuka peluang ekonomi baru. Daop 6 terus memperkuat konektivitas demi pariwisata dan masyarakat semakin terhubung lintas daerah. (waw)

Berita Terkait

117 dari 162 PTMA Belum Punya Guru Besar, Muhammadiyah Gagas Jejaring Lintas Kampus
Baliho Raksasa Bergambar Siswa SD Rayhan Andhika Putra Curi Perhatian Warga Yogyakarta
Dukung Green Campus, UMY Kampanyekan Transportasi Rendah Emisi lewat PIKBIKE PITAKOM 2026
“Anak ke Sekolah untuk Belajar, Bukan Membagi Makanan”: Kritik Uji Coba MBG Prasmanan di Sleman
Wedding Berlatar Gunung Merapi, INNSiDE by Meliá Yogyakarta Pasang Harga Mulai Rp9 Jutaan
Mahasiswa HI UMY Lolos AIYEP 2026, Siapkan Pengalaman Internasional untuk Karier Masa Depan
Baterai Bekas Mobil Listrik Jadi Tantangan Baru, Pakar UMY Dorong Daur Ulang dan Second Life
Pakar Teknik Elektro UMY: Robot Humanoid Tak Langsung Gantikan Manusia, tetapi Ubah Komposisi Pekerjaan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:43 WIB

117 dari 162 PTMA Belum Punya Guru Besar, Muhammadiyah Gagas Jejaring Lintas Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Baliho Raksasa Bergambar Siswa SD Rayhan Andhika Putra Curi Perhatian Warga Yogyakarta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Dukung Green Campus, UMY Kampanyekan Transportasi Rendah Emisi lewat PIKBIKE PITAKOM 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:46 WIB

“Anak ke Sekolah untuk Belajar, Bukan Membagi Makanan”: Kritik Uji Coba MBG Prasmanan di Sleman

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Wedding Berlatar Gunung Merapi, INNSiDE by Meliá Yogyakarta Pasang Harga Mulai Rp9 Jutaan

Berita Terbaru