RILISINFO.COM, Bekasi — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi terus berkomitmen menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal melalui penguatan penggunaan bahasa ibu di lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Upaya ini dilakukan untuk memastikan para generasi muda tidak kehilangan akar budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, S.E., M.S., menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai benteng utama dalam melestarikan bahasa daerah, seperti bahasa Sunda dan Betawi, yang menjadi identitas kebudayaan masyarakat Kota Bekasi.
”Bahasa ibu adalah identitas dan fondasi karakter bangsa. Jika anak-anak kita di tingkat SMP tidak dilatih dan dibiasakan menggunakan bahasa daerahnya sejak dini, kita berisiko kehilangan warisan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang tersimpan di dalamnya,” ujar Chondro Wibhowo. Jumat, (09/10).
Melalui program-program pembiasaan di sekolah—seperti penerapan hari berbahasa daerah (Rebo Nyunda atau pembiasaan muatan lokal Betawi), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), serta integrasi literasi daerah pada kegiatan ekstrakurikuler—Disdik Kota Bekasi mendorong seluruh Kepala SMP dan para pendidik untuk menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan.
Langkah-langkah strategis yang diterapkan meliputi:
Penguatan Muatan Lokal (Mulok): Mengoptimalkan jam pelajaran bahasa daerah secara interaktif dan kontekstual.
Ajang Apresiasi Siswa:
Menyelenggarakan lomba pasanggiri, borangan (stand-up comedy daerah), mendongeng, hingga cipta puisi bahasa daerah tingkat SMP.
Pembiasaan Lingkungan Sekolah:
Mendorong penggunaan bahasa daerah pada momen-momen tertentu dalam interaksi harian warga sekolah.
Disdik Kota Bekasi berharap sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat terus terjalin erat agar bahasa ibu tetap lestari, dibanggakan, serta dipraktikkan oleh generasi penerus bangsa. (YRD)















