Tingkatkan Pelayanan Publik, Susanto Dwi Antoro Minta RT/RW Lebih Responsif

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro menegaskan RT dan RW harus hadir sebagai pengayom masyarakat sekaligus penyelesai persoalan sosial di lingkungan warga.
‎
‎Penegasan tersebut disampaikan Susanto dalam sosialisasi pemilihan RT/RW di Patangpuluhan, Yogyakarta, dengan menyoroti tantangan kepemimpinan tingkat lingkungan.
‎
‎Menurut Susanto, menjadi RT dan RW bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan juga memahami kebutuhan warga serta membantu menyelesaikan persoalan.
‎
‎“Menjadi RT dan RW itu bukan hanya urusan administrasi. Mereka harus mampu mengayomi masyarakat,” tegas Susanto di hadapan peserta sosialisasi.
‎
‎Ia menilai pengurus lingkungan merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial, mulai dari pendataan hingga kebutuhan warga.
‎
‎Karena itu, RT dan RW dituntut memiliki ketangguhan, kesabaran, serta kemampuan berkomunikasi ketika menghadapi persoalan yang berkembang di masyarakat.
‎
‎“Teman-teman pasti sudah tatak, tutuk, teteg dalam menghadapi berbagai permasalahan,” ungkap Susanto, menggambarkan ketahanan pengurus lingkungan menghadapi beragam tantangan.
‎
‎Ia kemudian mengingatkan pengalaman masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang menguji kemampuan pengurus lingkungan dalam mendampingi warga melewati masa sulit.
‎
‎“Dulu tertimpa Covid-19, sekarang tertimpa persoalan desil,” katanya, menyinggung tantangan baru yang kini membutuhkan perhatian serius pengurus RT dan RW.
‎
‎Menurut Susanto, persoalan desil berkaitan dengan pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang membutuhkan penjelasan agar warga memahami posisi mereka dalam pendataan.
‎
‎Ia menilai ketidakpahaman terhadap data tersebut dapat memunculkan pertanyaan, terutama ketika warga merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan kategori yang tercatat.
‎
‎“Kalau masyarakat merasa masih miskin, tetapi masuk desil 10, harus dijelaskan dengan baik,” ujar Susanto mengenai pentingnya komunikasi.
‎
‎Ia menekankan pengurus RT dan RW perlu membantu warga memahami bahwa data desil bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki.
‎
‎Data tersebut dapat diperbarui melalui mekanisme yang berlaku apabila kondisi sebenarnya tidak sesuai dengan informasi yang tercatat dalam pendataan sosial ekonomi.
‎
‎“Warga perlu diberi pemahaman bahwa data desil bisa diperbarui atau diperbaiki sesuai kondisi riil,” jelasnya dalam sosialisasi tersebut.
‎
‎Susanto mengingatkan proses penjelasan harus dilakukan secara terbuka agar warga mengetahui prosedur yang tersedia dan tidak terjebak dalam kesalahpahaman.
‎
‎Menurutnya, kemampuan menjelaskan persoalan menjadi bagian penting dari tanggung jawab pengurus lingkungan, terutama ketika menyangkut kondisi sosial ekonomi masyarakat.
‎
‎RT dan RW juga harus menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah sehingga persoalan di tingkat bawah dapat tersampaikan dengan tepat.
‎
‎Dengan komunikasi yang baik, pengurus lingkungan diharapkan mampu meredam kebingungan, membangun kepercayaan, serta membantu warga menemukan jalan keluar atas masalah mereka.
‎
‎Susanto menegaskan kepemimpinan lingkungan membutuhkan kepedulian nyata, bukan sekadar jabatan atau kewenangan administratif yang dijalankan tanpa memahami keadaan masyarakat.
‎
‎Ia berharap pemilihan RT dan RW menghasilkan figur yang siap mendengarkan keluhan, menjelaskan kebijakan, serta mendampingi warga menghadapi persoalan sosial.
‎
‎“RT dan RW harus menjadi pengayom, jembatan komunikasi, sekaligus solusi bagi persoalan masyarakat,” tegas Susanto menutup pesannya kepada peserta sosialisasi.
‎
‎Pesan tersebut menempatkan pelayanan warga sebagai ukuran penting kepemimpinan lingkungan, sekaligus mendorong RT dan RW lebih tanggap menghadapi perubahan persoalan masyarakat.(waw)

Berita Terkait

Dorong Kepedulian Lingkungan, Danang Maharsa Ajak Seluruh Elemen Tuntaskan Masalah Sampah
Bukan Cuma Kritik, Cintya Ajak Anak Muda Kawal Isu Publik Jadi Kebijakan Strategis
Sleman Bergema, 18 Bregada Unggulan Bertemu dalam Festival Pesona Budaya
Mengenal Tradisi Tarapan Jawa, Ritual Pendewasaan Anak Perempuan yang Dihidupkan Kembali di Jogja
Wabup Sleman Tegaskan Pentingnya Wadah Positif Bagi Grup Musik Pelajar
Komitmen Kampanye Hasto-Wawan Ditagih, Warga Jogja Desak Realisasi Nyata
Dorong Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, InJourney Hadirkan Paket Wedding Bersejarah Berbonus Liburan
Pertunjukan Spektakuler Baru di Jogja! ‘Bay Culture Show’ Jogja Bay Padukan Seni Tradisional & Atraksi Modern

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Dorong Kepedulian Lingkungan, Danang Maharsa Ajak Seluruh Elemen Tuntaskan Masalah Sampah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Bukan Cuma Kritik, Cintya Ajak Anak Muda Kawal Isu Publik Jadi Kebijakan Strategis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Tingkatkan Pelayanan Publik, Susanto Dwi Antoro Minta RT/RW Lebih Responsif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Sleman Bergema, 18 Bregada Unggulan Bertemu dalam Festival Pesona Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Mengenal Tradisi Tarapan Jawa, Ritual Pendewasaan Anak Perempuan yang Dihidupkan Kembali di Jogja

Berita Terbaru