Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Wakil Rektor bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP

Foto Wakil Rektor bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Menjalankan pekerjaan sekaligus memastikan anak memperoleh pengasuhan yang baik menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama mereka yang memiliki anak usia balita. Kebutuhan akan tempat pengasuhan yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau pun semakin penting bagi orang tua yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan Sunshine Daycare dalam acara yang diselenggarakan di UniRes Putri UMY, Kamis (22/10/2026). Peluncuran tersebut melanjutkan serah terima fasilitas Sunshine Daycare yang telah dilaksanakan pada 13 Oktober 2026.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan membantu sivitas akademika UMY dan masyarakat umum memperoleh layanan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan daycare di lingkungan kampus berawal dari aspirasi dosen dan tenaga kependidikan sejak sekitar 17 tahun lalu.

Saat itu, kebutuhan akan fasilitas pengasuhan anak menjadi perhatian para orang tua yang harus tetap menjalankan tanggung jawab profesional, termasuk mengajar dan melakukan penelitian.

“Sunshine Daycare hadir untuk menjawab kebutuhan pengasuhan anak bagi civitas academica UMY. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk memanfaatkan layanan ini,” jelas Dyah.

Keberadaan Sunshine Daycare di dalam kampus diharapkan memberikan kemudahan bagi orang tua karena lokasinya dekat dengan tempat mereka beraktivitas. Dengan demikian, orang tua dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih tenang tanpa mengabaikan kebutuhan anak.

Berawal dari Aspirasi, Dikembangkan melalui Kolaborasi

Dyah menjelaskan, pengembangan Sunshine Daycare melibatkan tim perintis yang dipimpin oleh Shanti Wardaningsih, Ns., M.Kep., Sp.Jiwa., Ph.D., bersama Ferika Indarwati, Ns., M.Ng., Ph.D., dan Dr. Falasifah Ani Yuniarti, S.Kep., Ns., MAN.

Tim tersebut berperan merancang konsep layanan pengasuhan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan karakter lingkungan UMY. Latar belakang keilmuan di bidang kesehatan dan keperawatan menjadi salah satu modal dalam mengembangkan layanan yang memperhatikan kebutuhan dasar serta tumbuh kembang anak.

Penyiapan layanan juga melibatkan tim yang menangani perencanaan keuangan, pelayanan, pemasaran, investasi, dan pembangunan fasilitas. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya sekaligus keberlanjutan pengelolaan.

Pada hari peluncuran, Sunshine Daycare telah mengasuh 11 anak. Sebanyak lima calon peserta lainnya tercatat dalam daftar tunggu, sementara kapasitas layanan dikembangkan secara bertahap hingga dapat menampung 20 anak.

Untuk mendukung kegiatan pengasuhan sehari-hari, Sunshine Daycare memiliki empat pengasuh utama, satu pengasuh lepas, dan satu tenaga administrasi. Komposisi tenaga tersebut akan terus dievaluasi seiring bertambahnya jumlah anak yang dilayani.

Kecukupan tenaga pendamping menjadi aspek penting untuk memastikan setiap anak memperoleh perhatian dan pengasuhan sesuai dengan kebutuhannya.

Utamakan Kenyamanan, Stimulasi, dan Nilai Islami

Dyah menjelaskan bahwa Sunshine Daycare dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak selama berada di lingkungan pengasuhan. Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup kenyamanan, stimulasi tumbuh kembang, dan pembiasaan perilaku Islami.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena masa balita merupakan periode ketika anak membutuhkan perhatian, interaksi, dan lingkungan yang mendukung perkembangannya.

Nilai-nilai Islami diperkenalkan melalui interaksi dan kegiatan sehari-hari yang sederhana serta disesuaikan dengan usia anak. Dengan pendekatan tersebut, Sunshine Daycare tidak hanya menjadi tempat menitipkan anak selama orang tua bekerja, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung proses pengasuhan pada masa awal kehidupan.

Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan anak, Sunshine Daycare dilengkapi akses kamera pengawas atau CCTV yang dapat dipantau orang tua. Layanan tersebut juga menyediakan makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pendampingan oleh pengasuh terlatih.

Sunshine Daycare menawarkan tarif bulanan sebesar Rp1,5 juta untuk bayi dan Rp1,2 juta untuk anak berusia dua hingga empat tahun. Penetapan tarif tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan layanan berkualitas dengan biaya yang tetap terjangkau.

Kualitas layanan juga ditopang oleh standar operasional yang jelas, kecukupan tenaga pengasuh, pengawasan keselamatan, dan komunikasi yang baik antara pengelola dan orang tua.

Bantu Orang Tua Lebih Tenang Menjalankan Aktivitas

Manfaat keberadaan Sunshine Daycare dirasakan langsung oleh Rhafidilla Vebrynda, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen UMY yang menitipkan anak kembarnya, Bima dan Bumi, di layanan tersebut.

Sebagai orang tua yang juga memiliki tanggung jawab profesional, Rhafidilla merasakan bahwa keberadaan daycare di lingkungan kampus memberikan kemudahan dalam mengatur aktivitas sehari-hari.

“Lokasi yang berada di dalam kampus membuat akses menuju daycare lebih praktis. Lokasinya yang dekat juga memberikan rasa aman dan membantu orang tua menjalankan pekerjaan dengan lebih tenang,” tanggapnya.

Menurut Rhafidilla, pengasuhan anak usia balita membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Karena itu, keberadaan pengasuh yang dapat dipercaya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi orang tua ketika memilih tempat pengasuhan.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa layanan daycare tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan praktis keluarga, tetapi juga memberikan ketenangan bagi orang tua ketika harus menjalankan tanggung jawab profesional.

Di lingkungan perguruan tinggi, kebutuhan tersebut menjadi relevan karena dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki aktivitas yang membutuhkan konsentrasi serta pengelolaan waktu. Dengan tersedianya layanan pengasuhan di dalam kampus, orang tua memiliki alternatif yang lebih dekat dengan tempat beraktivitas, sementara anak tetap memperoleh pendampingan.

Terbuka bagi Civitas Academica dan Masyarakat

Dyah menegaskan bahwa Sunshine Daycare tidak hanya ditujukan bagi keluarga besar UMY. Layanan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum, termasuk warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di lingkungan sekitar.

Keterbukaan itu menjadi bagian dari upaya UMY memperluas manfaat layanan institusi kepada masyarakat. Kehadiran Sunshine Daycare sekaligus menunjukkan perhatian universitas terhadap kebutuhan keluarga dalam lingkungan pendidikan dan pekerjaan.

Bagi orang tua, tersedianya layanan pengasuhan yang dekat, terencana, dan berorientasi pada kebutuhan anak dapat membantu mereka menjalankan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan secara lebih seimbang.

Ke depan, Sunshine Daycare menargetkan pengembangan kapasitas hingga 20 anak dengan tetap memperhatikan kualitas layanan serta kebutuhan setiap anak. Melalui layanan ini, UMY berharap dapat menghadirkan lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu orang tua menjalankan aktivitas profesional dengan lebih tenang. (lsi)

Sumber : Humas umy

Berita Terkait

Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing
UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi
Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia
KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global
Ikhtiar Langit dan Bumi: 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa, BAZNAS Salurkan Bantuan Usaha
Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah
Satpol PP Sleman Giatkan Operasi Rokok Ilegal, Pelanggar Dikenakan Denda Rp8 Juta
Pemerintah Pertahankan Tarif PSO, Naik Kereta Jakarta–Jogja Cukup Bayar Rp82 Ribu

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:53 WIB

UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:30 WIB

KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global

Berita Terbaru