Tekan Risiko Bencana, TNI Dorong Kapasitas Relawan Sukoharjo di Kawasan Rawan Longsor

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Wonosobo – Ancaman longsor saat musim penghujan meningkat, TNI bersama pemerintah kecamatan memperkuat kesiapsiagaan relawan melalui pembinaan khusus menghadapi potensi bencana alam.
‎
‎Personel Koramil 14/Sukoharjo Kodim 0707/Wonosobo, Peltu Nur Anshori, hadir sebagai narasumber bersama instansi terkait dalam kegiatan pembinaan relawan penanggulangan bencana.
‎
‎Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Sukoharjo, Rabu (4/11/2026), sebagai langkah meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan bencana selama musim penghujan.
‎
‎Camat Sukoharjo Setiawan Nugroho dalam sambutan pembukaan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman bencana yang berpotensi terjadi setiap musim hujan.
‎
‎Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen wilayah Kecamatan Sukoharjo masuk kategori rawan longsor sehingga membutuhkan perhatian serta persiapan lebih serius.
‎
‎“Persiapan menuju musim penghujan harus dilakukan secara serius. Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan,” tegas
‎Setiawan Nugroho dalam sambutannya.
‎
‎Menurutnya, kesiapan seluruh unsur menjadi faktor penting untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, tepat, dan efektif ketika keadaan darurat terjadi.
‎
‎“Koordinasi lintas sektor diperlukan agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif ketika bencana terjadi,” ungkapnya.
‎
‎Pembinaan relawan tersebut menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko, dampak, serta kerugian masyarakat akibat bencana alam di wilayah Kecamatan Sukoharjo.
‎
‎Terlebih, wilayah tersebut memiliki riwayat kejadian tanah longsor maupun tanah bergerak yang kerap mengancam permukiman ketika curah hujan meningkat.
‎
‎Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tanggung jawab kemanusiaan sebagai relawan yang harus dijalankan dengan ketulusan, kepedulian, serta keikhlasan.
‎
‎Menjadi relawan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan panggilan jiwa untuk membantu masyarakat menghadapi situasi sulit tanpa mengharapkan imbalan.
‎
‎Sementara itu, Peltu Nur Anshori memberikan arahan praktis mengenai kesiapan personel, pengelolaan waktu, kelengkapan peralatan, serta keselamatan selama bertugas.
‎
‎Ia mengingatkan relawan agar mampu mengatur keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan kepedulian sosial ketika membantu masyarakat terdampak bencana.
‎
‎“Sebagai relawan harus mampu membagi waktu antara kepentingan keluarga dan kepentingan menolong sesama,” ujar Peltu Nur Anshori.
‎
‎Selain itu, ia meminta setiap relawan memastikan seluruh perlengkapan tersedia dan berfungsi sebelum menjalankan kegiatan penanganan bencana di lapangan.
‎
‎“Sebelum melaksanakan kegiatan apa pun dalam tahapan penanganan bencana, periksa terlebih dahulu kelengkapan alat dan perlengkapan yang diperlukan,” tegasnya.
‎
‎Ia juga menekankan bahwa setiap tindakan pertolongan harus mempertimbangkan risiko, sehingga relawan tidak bertindak terburu-buru ketika menghadapi keadaan darurat.
‎
“Setiap langkah tindakan harus mengutamakan keselamatan pribadi, jangan sampai kita yang menolong justru ikut menjadi korban,” tandasnya.
‎
Melalui pembinaan tersebut, kemampuan, pengetahuan, serta pemahaman relawan diharapkan semakin meningkat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya.
‎
Sinergi TNI, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait juga diharapkan semakin solid dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terkoordinasi.
‎
‎Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci penting untuk menekan dampak bencana, mempercepat pertolongan, serta menjaga keselamatan masyarakat Kecamatan Sukoharjo menghadapi musim penghujan.(waw)

Berita Terkait

Kapolres AKBP Deni Septiawan: Para pelajar, Agar Tidak Mudah Terpengaruh Pergaulan Bebas dan Narkoba
Kapolres AKBP Deni Septiawan: Apabila Ada Permasalahan, Sampaikan Melalui Layanan Call Center 110
Borobudur Jadi Titik Aksi GPK, Ribuan Massa Sampaikan Penolakan Konser
Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolres Wonogiri AKBP Deni Septiawan Rangkul
Konser Kolaborasi di Solo Akan Peringati 91 Tahun W.S. Rendra
GANIDAR Salurkan Bantuan Air Bersih, Tanam 1.000 Pohon untuk Lingkungan
Kapolres AKBP Deni Septiawan, Pimpin Apel Operasi Patuh Candi 2026: Masyarakat Harus Mematuhi Peraturan dan Melengkapi Surat-surat
Kapolres AKBP Deni Septiawan: Awasi Pergaulan Anak-anak Agar Tidak Terjerumus dan Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:11 WIB

Tekan Risiko Bencana, TNI Dorong Kapasitas Relawan Sukoharjo di Kawasan Rawan Longsor

Senin, 2 November 2026 - 12:36 WIB

Kapolres AKBP Deni Septiawan: Para pelajar, Agar Tidak Mudah Terpengaruh Pergaulan Bebas dan Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 15:34 WIB

Kapolres AKBP Deni Septiawan: Apabila Ada Permasalahan, Sampaikan Melalui Layanan Call Center 110

Minggu, 1 November 2026 - 14:33 WIB

Borobudur Jadi Titik Aksi GPK, Ribuan Massa Sampaikan Penolakan Konser

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolres Wonogiri AKBP Deni Septiawan Rangkul

Berita Terbaru