Rekor Dunia Pergelaran Angklung di Jakarta Jadi Momentum Lestarikan Alat Musik Tradisional

Sabtu, 5 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM – Jakarta, Angklung menjadi warisan budaya tak benda yang perlu dilestarikan khususnya oleh masyarakat Indonesia. Keberhasilan pemecahan rekor dunia pergelaran angklung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (5/8/2023) malam, menjadi momentum melestarikan alat musik tradisional Indonesia.

“Kegiatan ini juga bisa memberikan inspirasi bagi bangsa lain untuk mengenali dan menghargai keunikan budaya Indonesia,” kata Ketua Umum (Ketum) Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Tri Tito Karnavian di sela acara Pergelaran Angklung Terbesar di Dunia.

Dia menyampaikan, pergelaran ini menjadi momentum dalam menumbuhkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap angklung. Pasalnya, angklung menjadi warisan budaya Indonesia yang mempunyai nilai-nilai pendidikan karakter. Dengan melibatkan generasi muda, seperti para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), harapannya bisa menumbuhkan nilai-nilai seperti kolaborasi, kedisiplinan, hingga kesabaran.

Berdasarkan sejarah, angklung sendiri merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Angklung sejak 16 November 2010 telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Pada tanggal tersebut pula diakui sebagai Hari Angklung Dunia.

Perkiraan masyarakat bermain angklung terjadi sejak abad ke-12. Angklung dibuat dengan menggunakan bahan bambu, kemudian dibentuk menyerupai pipa. Uniknya, setiap angklung hanya memiliki satu nada, sehingga angklung harus dimainkan secara bersama untuk menghasilkan melodi yang indah.

Kolaborasi itu tampak dalam pergelaran pemecahan rekor di GBK. Sebanyak 15.110 peserta dari berbagai kalangan kompak bersatu menyanyikan lagu nasional “Berkibarlah Benderaku” dan lagu perdamaian dunia “The Wind of Change”. Lagu tersebut dimainkan selama tujuh menit tanpa henti dengan dipandu konduktor.

Hingga akhirnya setelah melalui penilaian dari tim Guinness World Record (GWR) selama kurang lebih satu jam, penilai resmi GWR Sonia Usirogochi menyatakan jika pagelaran ini berhasil mencatatkan rekor dunia.

“Melalui acara ini kita berharap dapat melestarikan angklung, sehingga terus dikenal baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tandas Tri.(wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kejadian di Alun-Alun Selatan Jadi Sorotan, Polresta Yogyakarta Dalami Informasi
Dekranas Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Tingkatkan Daya Saing Perajin Indonesia
Pusterad Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Keteladanan dan Pengabdian
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tak Bergantung pada Belanja Pemerintah untuk Tumbuhkan Ekonomi
Sheera Resmi Rilis Single Perdana “Luka Terakhir”, Angkat Kisah Takut Kembali Jatuh Cinta
Kesaksian Polisi Berubah-ubah, Sidang Perkara Gas Portable Terdakwa Gabriel Jadi Sorotan
Kemenag Dorong Pemanfaatan Empat Candi sebagai Ruang Kegiatan Keagamaan
Mendagri Ungkap Pemerintah Bahas Penataan PPPK, Guru Jadi Perhatian Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:49 WIB

Kejadian di Alun-Alun Selatan Jadi Sorotan, Polresta Yogyakarta Dalami Informasi

Jumat, 18 September 2026 - 18:35 WIB

Dekranas Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Tingkatkan Daya Saing Perajin Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Pusterad Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Keteladanan dan Pengabdian

Jumat, 18 September 2026 - 16:05 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tak Bergantung pada Belanja Pemerintah untuk Tumbuhkan Ekonomi

Jumat, 18 September 2026 - 14:52 WIB

Sheera Resmi Rilis Single Perdana “Luka Terakhir”, Angkat Kisah Takut Kembali Jatuh Cinta

Berita Terbaru