Mendagri Tegaskan Tugas Penting Badan Nasional Pengelola Perbatasan

Kamis, 6 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menjelaskan sejumlah tugas penting BNPP dalam menjaga kawasan perbatasan dan pertahanan negara. Ia menjelaskan, sejak didirikan pada tahun 2010 beragam permasalahan perbatasan negara telah berhasil diselesaikan oleh BNPP.

“Kalau bicara titik ada tugas utamanya adalah menyelesaikan beberapa dispute segmen terutama dengan Malaysia dan Timor Leste, kalau dengan PNG (Papua Nugini) kita tidak ada sengketa,” katanya saat ditemui awak media usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2020-2024 dan Perencanaan Pembangunan Kawasan Perbatasan Tahun 2025-2029 di The Tribrata Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Mendagri menerangkan, beberapa tugas yang lain dari BNPP adalah mengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Hal ini sesuai dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), yang menempatkan PLBN sebagai garda terdepan negara sehingga harus dibangun dengan kuat dan kokoh. “Pos lintas batas ini menjadi kebanggaan Indonesia garda terdepan. Beliau (Presiden) sudah membangun sebanyak 15, 8 pos sudah operasional, 7 belum diresmikan, tapi 5 belum diresmikan, yang 2 lagi tahap pembangunan,” jelasnya.

Kemudian tugas yang lain adalah mengembangkan daerah perbatasan, sesuai dengan kebutuhannya dan strategi kebijakan nasional terhadap daerah perbatasan. Oleh karena itu, sebagai Kepala BNPP dirinya kerap melakukan diskusi, koordinasi, hingga belanja masalah untuk melihat kebutuhan setiap kecamatan di daerah perbatasan Indonesia.

“Totalnya kecamatan adalah lebih kurang 584 yang di perbatasan, 2024 itu mengelola 222 kecamatan, sesuai kebutuhan, ada yang minta jalan, ada yang minta pasar, ada yang minta sarana pendidikan, ada untuk bantuan dermaga,” tegasnya.

Melihat kebutuhan yang sangat beragam, ke depan Mendagri akan melakukan inventarisasi dan menggelar rapat bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Dengan demikian, akan terlihat apa yang menjadi fokus pekerjaan setiap pemerintah daerah (Pemda). “Setelah itu nanti sambil membicarakan juga 2025-2029 kita mau apa, nanti akan kita berikan masukan kepada pemerintah yang baru,” pungkasnya.(Wan)

Sumber:  Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Ribka Haluk: Inovasi Jadi Kunci Percepat Transformasi dan Optimalkan Potensi NTT
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Jadi Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama
Wamendagri Wiyagus Dorong Lintas Sektor Perkuat Penanganan Tuberkulosis
Wamendagri Ribka Haluk Ajak Pemda dan Masyarakat NTT Perkuat Gerakan Indonesia ASRI
Mendagri Sepakati RUU 15 Kabupaten/Kota Dibahas di Paripurna
MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri
Percepat Penanganan TB, Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Sekjen Kemendagri Dorong Evaluasi Intervensi Harga Pangan di Daerah

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:56 WIB

Ribka Haluk: Inovasi Jadi Kunci Percepat Transformasi dan Optimalkan Potensi NTT

Senin, 21 September 2026 - 23:28 WIB

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Kepala Daerah Jadi Kunci Atasi Persoalan Kebebasan Beragama

Senin, 21 September 2026 - 23:24 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Lintas Sektor Perkuat Penanganan Tuberkulosis

Senin, 21 September 2026 - 19:41 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Ajak Pemda dan Masyarakat NTT Perkuat Gerakan Indonesia ASRI

Senin, 21 September 2026 - 15:07 WIB

Mendagri Sepakati RUU 15 Kabupaten/Kota Dibahas di Paripurna

Berita Terbaru