Mendagri Imbau Pemda Segera Atasi Inflasi Tinggi di Daerah

Senin, 20 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan atensi terhadap daerah yang inflasinya masih terbilang tinggi. Dirinya menekankan agar daerah tersebut segera melakukan langkah pengendalian.

Imbauan itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (20/1/2025).

Lebih lanjut, Mendagri membeberkan sejumlah provinsi yang inflasinya tinggi, di antaranya Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Bali, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Banten, dan Papua Barat Daya.”Meskipun sekali lagi yang di atas target 3,5 persen hanya satu, yaitu Papua Pegunungan, ini harus diatensi,” jelasnya.

Kemudian, di tingkat kabupaten, yakni Jayawijaya, Mimika, Sorong Selatan, Labuhanbatu, Meulaboh, Tanah Laut, Banggai, Berau, Sikka, dan Indragiri Hilir. Sementara itu, kota dengan inflasi tertinggi antara lain Gunungsitoli, Sibolga, Pematangsiantar, Lhokseumawe, Denpasar, Sukabumi, Padangsidimpuan, Dumai, Serang, dan Bima.

Meskipun tidak semua kabupaten/kota tersebut inflasinya di atas target nasional, sikap waspada tetap perlu dilakukan. Pemerintah daerah (Pemda) perlu mencari penyebab tingginya inflasi di wilayahnya masing-masing. Misalnya, apakah disebabkan suplai komoditas yang kurang atau distribusinya yang terganggu.

Mendagri juga mengingatkan Pemda agar melakukan gerakan menanam untuk menambah sentra produksi komoditas. Hal ini mengingat adanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah dan cabai rawit. “Ini (gerakan menanam) kalau dilaksanakan sebetulnya kalau kepala daerahnya peduli mengerjakan ini, Kepala Dinas Pertanian sebetulnya bisa diatasi karena cabai ini mudah untuk ditanam, cepat juga untuk dipanen,” ujarnya.

Upaya serupa juga perlu dilakukan terhadap komoditas bawang merah yang masih bergantung pada sentra produksi di daerah tertentu seperti Kabupaten Brebes. “Sepertinya ada kemampuan daerah lain untuk memproduksi, ini (bawang merah) penyumbang inflasi,” jelasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Dukung Pelestarian Kain Ikat Ganda, Seruni Bersama Dekranas Tinjau Perajin Tenun Gringsing di Tenganan
Hadiri Agenda Kebudayaan, Wamendagri Bima Arya Apresiasi Peran Bundo Kanduang dalam Menjaga Tradisi
Integrasikan Raker Tiga Lembaga, Tri Tito Karnavian Tegaskan Efisiensi dan Sinergi Program Kerja
Perkuat Otonomi Daerah, Wamendagri Bima Arya Dorong Peningkatan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah
Dukung Program 3 Juta Rumah, Mendagri Dorong Penyederhanaan Perizinan untuk Rumah MBR
Perkuat Pembangunan Daerah, Kemendagri Minta Karang Taruna Optimalkan Peran Kepemudaan
Sinergi Pusat dan Daerah, Gubernur Andra Soni GaransiKemudahan Akses Keuangan Bagi UMKM dan Warga Banten
Dorong Inklusi Keuangan Daerah, Mendagri Garansi Bantuan Apresiasi Pemda Berlanjut di TA 2027

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Dukung Pelestarian Kain Ikat Ganda, Seruni Bersama Dekranas Tinjau Perajin Tenun Gringsing di Tenganan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Hadiri Agenda Kebudayaan, Wamendagri Bima Arya Apresiasi Peran Bundo Kanduang dalam Menjaga Tradisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Integrasikan Raker Tiga Lembaga, Tri Tito Karnavian Tegaskan Efisiensi dan Sinergi Program Kerja

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Perkuat Otonomi Daerah, Wamendagri Bima Arya Dorong Peningkatan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, Mendagri Dorong Penyederhanaan Perizinan untuk Rumah MBR

Berita Terbaru