FAKTA ARKEOLOGIS DAN SEJARAH KERAJAAN GALUNGGUNG

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dede Farhan Aulawi

RILISINFO.COM, Bekasi – Beberapa fakta arkeologis dan sejarah terkait Kerajaan Galunggung yang diketahui dari penelitian, prasasti, dan naskah kuno, meskipun ada pula bagian yang masih berupa hipotesis dan belum disepakati secara akademik. Fakta yang relatif kuat adalah Prasasti Geger Hanjuang. Berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di Desa Linggamulya, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya menyebut bahwa pada tahun 1033 Saka (≈ 1111 Masehi), pemerintahan Batari Hyang memperkuat pertahanan di ibu kota Rumantak.

Sebelum berdirinya kerajaan secara formal, wilayah ini dikenal sebagai kabuyutan Galunggung, yaitu kawasan suci / spiritual dalam tradisi Hindu-Buddha Sunda, dengan fungsi keagamaan, upacara, dan sebagai pusat doa/persembahan. Kata “kabuyutan” merujuk kepada tempat suci / permukiman para pendeta/agamanan.

Berdasarkan interpretasi prasasti Geger Hanjuang, masa penobatan Batari Hyang sebagai penguasa kerajaan resmi (dari keadaan kabuyutan ke kerajaan) adalah pada 13 Bhadrapada 1033 Saka ≈ 21 Agustus 1111 M. Penguasa awal dikenal sebagai Batari Hyang yang mengambil alih pemerintahan dari Resi Guru sebelumnya. Beberapa nama sesepuh / Batara yang disebut dalam sumber‐sumber adalah Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, sebelum era Batari Hyang.

Ada naskah yang dikenal sebagai Amanat Galunggung, yang memuat petuah, ajaran, termasuk tentang menjaga pertahanan (parit / susuk), ritual, dan tanggung jawab agama/spiritual pemerintah. Ajaran Galunggung (“Sang Hyang Siksakanda ng Karesian”) disebut mempunyai pengaruh hingga masa Pakuan Pajajaran, misalnya pada zaman Prabu Siliwangi.

Aspek yang masih diperdebatkan atau kurang bukti adalah seberapa besar wilayah kekuasaannya. Tidak jelas batas geografis kerajaan Galunggung sepenuhnya. Ada klaim bahwa Galunggung termasuk kerajaan bawahan atau dalam pengaruh Kerajaan Sunda / Galuh, tapi detail administratif, ekonomi dan politik masih minim datanya.

Banyak sumber tentang Galunggung bercampur antara fakta dan legenda. Misalnya tentang bagaimana perubahan dari kebataraan ke kerajaan, atau hak‐otoritas Galunggung dalam mengesahkan raja‐raja Galuh. Beberapa di antaranya didasarkan pada naskah lokal/lisan, belum diverifikasi secara ilmiah sepenuhnya.

Ada klaim bahwa Galunggung punya pengaruh terhadap kerajaan lain di wilayah Sunda, atau menjadi pusat spiritual yang penting, tetapi bukti arkeologis tentang infrastruktur militer, sisa bangunan kerajaan, artefak yang menunjukkan hubungan perdagangan atau diplomatik masih sangat sedikit.

Interpretasi prasasti dan naskah kuno seperti Amanat Galunggung memerlukan kehati‐hatian (tahap transliterasi, terjemahan, konteks), karena banyak teks kuno yang rusak atau tidak lengkap. Kesimpulan seperti tanggal, peristiwa, atau gelar penguasa bisa saja berubah jika ada temuan lebih lanjut.

(*)

Berita Terkait

Bupati Aep Wujudkan Pendidikan Terjangkau, Modul Gratis untuk Seluruh Siswa SD-SMP Karawang
Prioritas Pimpinan Bisa Membuat Pekerjaan Penting Lain Terlupakan
Inovasi Unik! Singkong Disulap Menjadi Sushi oleh Mahasiswa Untirta
Talqis Nurdianto Dorong Mahasiswa Universitas Al-Azhar Aktif Menulis Buku Ajar dan Referensi
Mahasiswa UMY Sabet Juara II Debat Ilmiah Bahasa Arab Tingkat Nasional
PENDEKATAN MULTI DISIPLIN DALAM KUANTUM EKONOMI
GWPP Gandeng TBIG dalam Pelatihan Jurnalistik Bertema CSR 2025

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:06 WIB

Bupati Aep Wujudkan Pendidikan Terjangkau, Modul Gratis untuk Seluruh Siswa SD-SMP Karawang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:29 WIB

Prioritas Pimpinan Bisa Membuat Pekerjaan Penting Lain Terlupakan

Senin, 8 Juni 2026 - 12:44 WIB

Inovasi Unik! Singkong Disulap Menjadi Sushi oleh Mahasiswa Untirta

Sabtu, 4 April 2026 - 08:51 WIB

Talqis Nurdianto Dorong Mahasiswa Universitas Al-Azhar Aktif Menulis Buku Ajar dan Referensi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 16:37 WIB

Mahasiswa UMY Sabet Juara II Debat Ilmiah Bahasa Arab Tingkat Nasional

Berita Terbaru