Senin, 13 April 2026

Polisi menyita sepucuk pistol jenis SIG Sauer P226 lengkap dengan magasin, satu sampel senjata laras panjang yang belum selesai, serta dua butir peluru kaliber 22. (Bareskrim)
“20 tahun beroperasi, baru sekarang ditangkap,” ujar Kepala Satresmob Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Arsya Khadafi, di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Nama Ki Bedil, demikian ia dikenal, selama ini beredar di kalangan pelaku kejahatan jalanan dan pemburu liar. Ia disebut-sebut piawai merakit senjata api jenis revolver dan pistol, yang kemudian dipasarkan secara tersembunyi.
Penangkapan ini bermula dari operasi penindakan pada Senin (6/4/2026). Tim kepolisian lebih dahulu mengamankan seorang perantara berinisial AS di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Raya Cipacing, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Dari tangan AS, polisi menyita sepucuk pistol jenis SIG Sauer P226 lengkap dengan magasin, satu sampel senjata laras panjang yang belum selesai, serta dua butir peluru kaliber 22.
Pengembangan dari penangkapan tersebut membuka lapisan jaringan yang lebih luas. Tim pertama bergerak ke wilayah Rancaekek Kulon, Kabupaten Bandung, dan menemukan berbagai amunisi dalam jumlah cukup besar, termasuk peluru dari beragam kaliber, proyektil, serta peralatan seperti mata bor yang diduga digunakan untuk merakit senjata.
Sementara itu, tim kedua menelusuri jejak ke Rancaekek Wetan. Di sana, aparat akhirnya mengamankan TS alias Ki Bedil—figur yang selama ini berada di balik produksi senjata ilegal tersebut.
Penangkapan ini menjadi penanda penting dalam upaya Polri menekan peredaran senjata api ilegal. Di balik praktik yang berlangsung selama 20 tahun, tersimpan ancaman nyata terhadap keamanan publik—dari kejahatan jalanan hingga aktivitas perburuan liar yang tak terkendali.
Kini, satu mata rantai telah terputus. Namun, pekerjaan rumah penegak hukum belum usai: memastikan jaringan serupa tak kembali tumbuh dalam senyap. (ihd)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Kamis, 24 September 2026 - 13:16 WIB
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah SumateraKamis, 24 September 2026 - 09:12 WIB
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan ?Selasa, 22 September 2026 - 16:02 WIB
Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946Selasa, 22 September 2026 - 15:10 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan TangguhSelasa, 22 September 2026 - 14:32 WIB
Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Pastikan Defisit TerkendaliBerita Terbaru

Internasional
Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Kamis, 24 Sep 2026 - 21:06 WIB

Nasional
Mendagri: Museum dan Monumen Bahasa Nasional Jadi Jejak Sejarah Bahasa Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 - 20:42 WIB

Banten
BPPKB Banten HDS Gelar Tabligh Akbar dan Deklarasi Organisasi di Pandeglang
Kamis, 24 Sep 2026 - 19:02 WIB

Nasional
Mendagri Tito: Pemda Punya Peran Penting dalam Pengendalian Inflasi
Kamis, 24 Sep 2026 - 16:42 WIB

Banten
Polda Banten dan Pemda Dampingi Penyerahan hingga Pemakaman Korban KM Arupadhatu 1
Kamis, 24 Sep 2026 - 16:07 WIB


