Dosen UMY Nilai Wacana Penghapusan Prodi Harus Dikaji Hati-Hati

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) UMY, Endro Dwi Hatmanto

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) UMY, Endro Dwi Hatmanto

RILISINFO.COM,Wacana pemerintah terkait penghapusan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan menuai beragam tanggapan. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Endro Dwi Hatmanto, S.Pd., M.A., Ph.D., menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara hati-hati dan proporsional.

Ia mengakui bahwa evaluasi terhadap prodi memang diperlukan agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Namun, ia menolak apabila penghapusan prodi hanya didasarkan pada tingkat serapan lulusan di pasar kerja.

“Pendidikan tinggi tidak boleh direduksi hanya menjadi pabrik tenaga kerja,” tegasnya.

Menurut Endro, perguruan tinggi memiliki mandat yang lebih luas, yakni mengembangkan ilmu pengetahuan, membangun nalar kritis, serta menjaga nilai kemanusiaan dan kebudayaan. Oleh karena itu, pendekatan kebijakan tidak dapat semata-mata berbasis logika ekonomi.

Perlu Audit dan Redesign Kurikulum

Ia menyarankan agar langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah melakukan audit relevansi prodi secara menyeluruh. Proses ini kemudian dapat dilanjutkan dengan redesign kurikulum, penguatan profil lulusan, serta integrasi kompetensi baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, kolaborasi dengan dunia industri dan pelaksanaan tracer study yang komprehensif juga dinilai penting untuk memastikan relevansi lulusan. Menurutnya, penutupan prodi seharusnya menjadi opsi terakhir setelah berbagai upaya perbaikan dilakukan.

Ia mengibaratkan kebijakan tersebut seperti memperbaiki rumah. “Jangan terburu-buru merobohkan rumah jika yang bermasalah adalah tata ruangnya,” ujarnya.

Kebijakan Harus Berbasis Keilmuan

Lebih lanjut, Endro menekankan pentingnya pendekatan berbasis keilmuan dalam pengambilan kebijakan pendidikan, seperti melalui analisis kebutuhan (needs analysis) dan analisis lingkungan (environmental analysis). Ia juga mengingatkan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan harus tetap memperhatikan stabilitas sistem dan keberlanjutan pengembangan akademik.

“Jika kebijakan tidak berbasis keilmuan, justru berisiko merusak ekosistem pendidikan itu sendiri,” tambahnya.

Melalui pandangannya, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih komprehensif dalam menata pendidikan tinggi, sehingga tetap relevan tanpa mengorbankan nilai-nilai fundamental pendidikan. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Resahkan Pengendara di Jalan Wates Kadipiro, Pria Pengayun Celurit Tak Butuh Waktu Lama Dibekuk Polisi
Dinilai Merugikan Driver, Program Turbo Maxim Digugat: DPRD DIY Minta Evaluasi Total
Balaikota Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan Hari Santri Nasional 2026, 1.000 Santri Gelar Apel Bersama
Sambut HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Gelar Haul Akbar Mendoakan Para Pendiri Bangsa
Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang
Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing
Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami
UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Resahkan Pengendara di Jalan Wates Kadipiro, Pria Pengayun Celurit Tak Butuh Waktu Lama Dibekuk Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Dinilai Merugikan Driver, Program Turbo Maxim Digugat: DPRD DIY Minta Evaluasi Total

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Balaikota Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan Hari Santri Nasional 2026, 1.000 Santri Gelar Apel Bersama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Sambut HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Gelar Haul Akbar Mendoakan Para Pendiri Bangsa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang

Berita Terbaru