RILISINFO.COM, Bantul – Jajanan pedas kembali menggoda warga DIY. Foodtruck Bolosego dijadwalkan menyapa pengunjung Alun-alun Paseban Bantul mulai Kamis, 1 Oktober 2026 hingga Minggu di lokasi.
Gelaran bertajuk Truck Pedas Bolosego itu dijadwalkan berlangsung selama empat hari, menghadirkan layanan kuliner bergerak bagi masyarakat Bantul dan sekitarnya di wilayah Bantul.
Mengutip unggahan resmi Instagram @bolosego, foodtruck tersebut akan membuka layanan setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 22.00 WIB untuk masyarakat setempat di Bantul.
Kehadiran Bolosego langsung memantik antusiasme masyarakat yang ingin menikmati sajian pedas sekaligus merasakan suasana kuliner malam di Alun-alun Paseban Bantul bagi warga sekitar.
Namun, kabar kedatangan foodtruck itu juga memunculkan perhatian berbeda di media sosial terkait kenyamanan dan keamanan selama kegiatan berlangsung bagi para pengunjung nantinya.
Sejumlah warganet bahkan membanjiri kolom komentar unggahan Bolosego dengan menandai akun resmi Pemerintah Kabupaten Bantul, @pemkabbantul, agar turut mengawal selama acara berlangsung sejak awal.
Permintaan tersebut terutama berkaitan dengan kekhawatiran terhadap praktik pungutan liar atau pungli yang berpotensi muncul selama kegiatan kuliner berlangsung di kawasan tersebut nantinya.
Warganet juga menyinggung potensi premanisme, berkaca pada sejumlah insiden serupa yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik di kawasan Alkid Jogja oleh masyarakat sebelumnya.
Salah satu akun, @suryasora, secara terbuka meminta Pemkab Bantul melakukan pengawalan selama kegiatan Truck Pedas Bolosego berlangsung di lokasi di Bantul sejak awal.
“Monggo dikawal ono ngantu dipungli @pemkabbantul,” tulis akun @suryasora dalam kolom komentar unggahan mengenai kedatangan Bolosego tersebut di Bantul di media sosial.
Komentar lainnya datang dari akun @fricoaf yang juga meminta pengawasan pemerintah agar kegiatan kuliner tidak diwarnai pungutan liar terhadap masyarakat di kawasan Bantul.
“Ojo ngasi ono pungli, monggo di kawal Min @pemkabbantul,” ujar akun @fricoaf melalui kolom komentar unggahan Instagram Bolosego tersebut oleh warganet setempat.
Sementara itu, akun @agoestzzz turut menyoroti kemungkinan keberadaan oknum yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung selama kegiatan berlangsung di Alun-alun Paseban di ruang publik.
“Ono preman ne ora di sana,” timpal akun @agoestzzz, menanggapi informasi kedatangan Truck Pedas Bolosego di kawasan Bantul tersebut di media sosial setempat.
Beragam komentar tersebut menunjukkan masyarakat tidak hanya memperhatikan pilihan kuliner, tetapi juga berharap suasana kegiatan tetap aman dan nyaman selama acara berlangsung nanti.
Pengawasan dinilai penting karena Alun-alun Paseban merupakan ruang publik yang akan menjadi titik berkumpul masyarakat selama gelaran kuliner tersebut berlangsung hingga kegiatan selesai.
Desakan warganet diharapkan menjadi perhatian aparat dan dinas terkait di Kabupaten Bantul sebelum kegiatan dimulai pada Kamis mendatang secara optimal demi kenyamanan bersama.
Pengawalan di lapangan diperlukan untuk memastikan pelaku UMKM dapat berjualan dengan nyaman tanpa menghadapi pungutan atau gangguan dari pihak manapun selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, pengunjung juga membutuhkan kepastian bahwa aktivitas kuliner malam berlangsung tertib, aman, serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar di kawasan tersebut nantinya.
Truck Pedas Bolosego sendiri dijadwalkan beroperasi selama empat hari, sehingga masyarakat memiliki kesempatan menikmati kuliner tersebut hingga 4 Oktober 2026 bagi masyarakat sekitar.
Seluruh sorotan netizen kini menunggu respons dan langkah pengawasan pemerintah agar agenda kuliner rakyat tersebut berjalan sesuai harapan bersama selama empat hari penuh.
Dengan pengamanan memadai, gelaran Bolosego diharapkan mampu menghadirkan hiburan kuliner sekaligus mendukung aktivitas UMKM secara aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan apapun.(waw)















