Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., melakukan pemotongan tumpeng kepada perwakilan Guru BK SMA yang siswa/siswinya menjadi pendaftar pertama di UMY

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., melakukan pemotongan tumpeng kepada perwakilan Guru BK SMA yang siswa/siswinya menjadi pendaftar pertama di UMY

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menargetkan penerimaan 7.500 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2027/2028. Target tersebut disampaikan dalam _Kick Off_ Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY 2027 yang digelar di Gedung Admisi UMY, Sabtu (10/10/2026).

Untuk mencapai target tersebut, UMY mendorong seluruh dosen terlibat aktif dalam mempromosikan kampus sekaligus memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah potensial, termasuk sekolah di luar jaringan Muhammadiyah.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menegaskan bahwa upaya meningkatkan jumlah mahasiswa baru tidak dapat hanya mengandalkan unit admisi. Menurutnya, seluruh unsur perguruan tinggi perlu berperan dalam memperkenalkan keunggulan kampus kepada masyarakat.

“Setiap dosen itu juga bertugas menjadi promotor yang baik tentang UMY. Jadi, jangan hanya diserahkan kepada pimpinan,” ujar Zuly saat Kick Off Penmaru UMY 2027.

Zuly menilai keterlibatan dosen menjadi penting karena mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan memiliki pemahaman mengenai program pendidikan yang ditawarkan kampus. Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada calon mahasiswa dan sekolah mitra.

Selain melibatkan dosen, Zuly meminta agar strategi promosi dilakukan secara lebih terencana dengan menjangkau sekolah-sekolah yang selama ini belum menjadi mitra UMY.

“Promosi yang terstruktur, terukur, dan masif perlu dilakukan ke beberapa basis calon mahasiswa kita,” tegasnya.

Perluas Promosi hingga Sekolah Muslim dan Nonmuslim

Zuly menegaskan bahwa upaya meningkatkan jumlah mahasiswa baru perlu dibarengi dengan perluasan jaringan promosi ke berbagai sekolah. Menurutnya, UMY tidak boleh hanya mengandalkan sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai basis penerimaan mahasiswa, tetapi juga perlu menjangkau lembaga pendidikan dari latar belakang yang lebih beragam.

Ia mendorong agar kerja sama dan komunikasi dengan sekolah-sekolah potensial terus diperluas, termasuk sekolah Kristen dan Katolik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan UMY kepada lebih banyak calon mahasiswa sekaligus memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru.

“SMA mitra silakan harus digerakkan dengan baik, bukan hanya Muhammadiyah. Kalau mau nanti ke SMA Kristen, nanti saya telepon para pastor dan pendetanya supaya masuk ke sini,” ujar Zuly.

Selain memperluas sasaran promosi, Zuly menekankan pentingnya strategi penerimaan mahasiswa baru yang terencana, terukur, dan dijalankan secara konsisten. Menurutnya, keterlibatan sekolah mitra harus dioptimalkan agar informasi mengenai program pendidikan dan fasilitas UMY dapat menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas.

Tak Hanya Rekrut Mahasiswa Baru, UMY Siapkan Akses Magang hingga Peluang Kerja

Selain berfokus pada peningkatan jumlah mahasiswa baru, UMY juga memberikan perhatian terhadap masa depan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Kampus berupaya memperkuat akses magang dan pengalaman profesional sebagai bekal mahasiswa memasuki dunia kerja.

Zuly menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menarik calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, kampus juga perlu memikirkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah lulus.

“Sekarang tempat kerjanya dijanjikan. Nah, itu menurut saya penting disampaikan oleh para mitra dan para dosen, bahwa UMY itu mencarikan tempat bekerja, salah satunya dengan cara magang,” ujar Zuly.

Zuly mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan kesempatan magang berbayar bagi mahasiswa melalui jaringan kerja sama dengan sejumlah kementerian. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pengalaman kerja sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.

Dengan strategi tersebut, UMY tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa baru, tetapi juga memperkuat nilai tambah pendidikan melalui kemitraan sekolah, keterlibatan dosen, serta penguatan akses mahasiswa menuju dunia kerja. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

KAI Gandeng Media dan Influencer Edukasi Keselamatan Kereta
FKPPAI DIY Bergerak Lestarikan Budaya Nusantara
Tak Sekadar Wacana, Karang Taruna Jogja Buktikan Aksi Nyata Rp910 Juta
Muhammadiyah Minta PTMA Susun Aturan Penggunaan AI di Kampus
Demokrasi hingga Pengelolaan SDA, Haedar Nashir Soroti Konstruksi Ke-Indonesiaan
117 dari 162 PTMA Belum Punya Guru Besar, Muhammadiyah Gagas Jejaring Lintas Kampus
Baliho Raksasa Bergambar Siswa SD Rayhan Andhika Putra Curi Perhatian Warga Yogyakarta
Dukung Green Campus, UMY Kampanyekan Transportasi Rendah Emisi lewat PIKBIKE PITAKOM 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

KAI Gandeng Media dan Influencer Edukasi Keselamatan Kereta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:19 WIB

FKPPAI DIY Bergerak Lestarikan Budaya Nusantara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Tak Sekadar Wacana, Karang Taruna Jogja Buktikan Aksi Nyata Rp910 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Muhammadiyah Minta PTMA Susun Aturan Penggunaan AI di Kampus

Berita Terbaru

Yogyakarta

KAI Gandeng Media dan Influencer Edukasi Keselamatan Kereta

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:26 WIB

Yogyakarta

FKPPAI DIY Bergerak Lestarikan Budaya Nusantara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:19 WIB