Era Baru Sepak Takraw Jakarta Barat Dimulai di Tangan Dr. Diding

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILIISNFO.COM, Jakarta – Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jakarta Barat menggelar Musyawarah Kota (Muskot) untuk memilih Ketua Umum periode 2026–2030. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, di Ruang Rapat Suku Dinas Pendidikan Wilayah II, Lantai 11 Gedung Wali Kota Jakarta Barat.

Dalam forum musyawarah yang dihadiri para pengurus dan perwakilan klub sepak takraw se-Jakarta Barat itu, Dr. Diding Wahyudin, S.Pd., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, terpilih sebagai Ketua Umum PSTI Jakarta Barat secara aklamasi.

Pemilihan secara aklamasi dilakukan setelah seluruh peserta Muskot menyatakan dukungan penuh kepada Dr. Diding sebagai calon tunggal yang dinilai memiliki kapasitas dan komitmen dalam memajukan olahraga sepak takraw di wilayah Jakarta Barat.

Usai terpilih, Dr. Diding menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pembinaan atlet serta memperkuat sistem organisasi agar PSTI Jakarta Barat mampu mencetak prestasi yang lebih baik.

“Saya ingin memajukan dan mengembangkan sepak takraw di Jakarta Barat agar mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Hal ini tentu membutuhkan kolaborasi seluruh pengurus, pelatih, dan atlet,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan klub-klub olahraga dalam membangun pembinaan berkelanjutan guna melahirkan atlet-atlet potensial.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru periode 2026–2030, diharapkan PSTI Jakarta Barat semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga sepak takraw di DKI Jakarta.(*)

@GERBANGPATRIOT

Berita Terkait

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan ?
Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946
Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh
Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Pastikan Defisit Terkendali
Kementrian Keuangan dan Bea Cukai Perkuat Pengawasan Impor Beras dan Garam, Libatkan Kementrian Pertanian
Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Purnama Wulan Sari Mirza Ikuti Rakor Penguatan Tata Kelola Dekranas, PKK, dan Posyandu

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera

Kamis, 24 September 2026 - 09:12 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan ?

Selasa, 22 September 2026 - 16:02 WIB

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946

Selasa, 22 September 2026 - 15:10 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh

Selasa, 22 September 2026 - 14:32 WIB

Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Pastikan Defisit Terkendali

Berita Terbaru