Ketua Umum PPNSI: Nelayan Juga Rakyat Indonesia, Jangan Pinggirkan

Rabu, 6 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM – Jakarta, Memperingati Hari Nelayan Indonesia yang jatuh pada tanggal 6 April 2022, Ketua umum Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) drh. Slamet meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada nelayan. Ia mengaku sangat prihatin terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat akhir-akhir ini mulai dari kelangkaan minyak goreng, solar, kenaikan dan kelangkaan BBM subsidi jenis pertalite, kenaikan harga gas non subsidi dan terakhir kenaikan pungutan pajak PPN.

Adanya kenaikan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kondisi masyarakat secara umum tidak terkecuali nelayan.

“Sejak beberapa tahun lalu kami sudah meminta adanya kebijakan anggaran yang affirmatif. Khususnya bantuan langsung bagi entitas petani dan nelayan. Tujuannya agar dalam kondisi seperti sekarang ini nelayan tidak mengalami penurunan daya beli,” ungkap drh. Slamet di Jakarta, Rabu (6/4/2022).

drh. Slamet juga mendorong agar kebijakan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Otomatis melalui adjusment jika memungkinkan dan sesuai dengan aturan keuangan yang berlaku untuk dapat diberikan porsi bantuan langsung ke nelayan.”

Menurutnya kebijakan tersebut dapat menjaga daya beli nelayan pada masa-masa dimana barang-barang kebutuhan pokok mengalami peningkatan yang signifikan seperti sekarang ini.

“Menjaga daya beli masyarakat nelayan menjadi sesuatu yang harus betul-betul diperhatikan oleh pemerintah sebab 70 persen kebutuhan produk perikanan indonesia disuplai oleh nelayan kecil,” imbuhnya.

Ia memberikan contoh pada saat ini BBM untuk nelayan mengalami kelangkaan hampir di seluruh wilayah indonesia, “kondisi ini akan sangat mengganggu aktivitas penangkapan ikan.
Jika BBM langka, nelayan kecil akan sulit melaut. Di sisi yang lain kapal-kapal ikan besar juga akan mengurangi jumlah trip penangkapan akibat keterbatasan BBM sehingga pasti ada pengurangan ABK dan tenaga kerja di kapal mengingat sebagian besar ABK dan Tenaga kerja kapal perikanan dipekerjakan dengan sistem kontrak.

“Kontribusi nelayan terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Sebagai bagian dari sebelas sektor ekonomi kelautan, kesejahteraan para nelayan, apalagi yang di daerah pesisir masih jauh dari harapan. Pemerintah jangan melupakan dan meminggirkan nelayan. Sekali lagi, jangan pinggirkan nelayan!,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

The KIM’5 Resmi Berdiri, Single “Kamu” Jadi Karya Perdana
Kemkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Hak Pelanggan Soal Kuota Tak Hangus
“Kamu Tunggu Aku”, Mende Tuangkan Kisah Penantian dan Kerinduan
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II, Pengumuman 18 September
Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja MBG Dilaporkan ke Desk Ketenagakerjaan Bareskrim
Diduga Salahgunakan Surat Perintah Undercover, Kasat Reskrim dan 10 Penyidik Polres Tanjung Priok Dilaporkan ke Propam
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Mirza Dorong Penataan HGU dan Kawasan Hutan di Lampung
Pimpin Kemenkeu, Suahasil Nazara Tegaskan Komitmen Jaga Keuangan Negara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:16 WIB

The KIM’5 Resmi Berdiri, Single “Kamu” Jadi Karya Perdana

Rabu, 16 September 2026 - 14:17 WIB

Kemkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Hak Pelanggan Soal Kuota Tak Hangus

Rabu, 16 September 2026 - 10:28 WIB

“Kamu Tunggu Aku”, Mende Tuangkan Kisah Penantian dan Kerinduan

Rabu, 16 September 2026 - 10:20 WIB

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II, Pengumuman 18 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:17 WIB

Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja MBG Dilaporkan ke Desk Ketenagakerjaan Bareskrim

Berita Terbaru

Yogyakarta

Yati Pesek Ajak Warga Pondok Lawan Peredaran Rokok Ilegal

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:25 WIB

Yogyakarta

GEN-M Lahir dari GPM Yogyakarta, Bawa Suara Generasi Z

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:10 WIB