Langkah Agresif Sido Muncul: Gandeng Nicholas Saputra Demi Balikkan Keadaan di Tahun 2026

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) resmi menggandeng aktor Nicholas Saputra sebagai brand ambassador Tolak Angin pada Mei 2026. Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan yang dihadapi perseroan setelah mencatat penurunan kinerja keuangan pada kuartal I 2026.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan Sido Muncul pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp640,5 miliar atau turun 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp789 miliar. Penurunan pendapatan tersebut turut memengaruhi laba bersih perseroan yang turun 36,8 persen menjadi Rp147 miliar.

Kinerja tersebut juga berdampak pada pergerakan saham SIDO di Bursa Efek Indonesia. Sejak awal 2026 hingga pertengahan Mei, harga saham emiten farmasi dan jamu tersebut mengalami koreksi sekitar 12,96 persen dan sempat berada di level Rp470 per saham.

Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, menjelaskan bahwa penurunan penjualan bukan disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat maupun isu eugenol yang sempat ramai diperbincangkan pada awal tahun.

Menurut Irwan, perusahaan memang tengah melakukan penyesuaian distribusi untuk mengurangi stok barang di tingkat distributor.

“Penjualan turun karena kami sengaja batasi distribusi. Distributor mau ambil barang pun sekarang dibatasi,” ujar Irwan dalam pemaparannya di Jakarta, 12 Mei 2026.

Ia mengatakan langkah inventory adjustment dilakukan agar distribusi produk menjadi lebih sehat sekaligus mengurangi potensi perang harga di pasar.

Di tengah proses penyesuaian tersebut, Sido Muncul kemudian memperkenalkan Nicholas Saputra sebagai wajah baru Tolak Angin melalui kampanye bertajuk “Dari Indonesia untuk Dunia”.

Nicholas dikenal sebagai figur publik dengan citra yang kuat dan dipercaya masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat komunikasi merek sekaligus meningkatkan kedekatan Tolak Angin dengan konsumen di berbagai segmen.

Pengamat pasar modal dari KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pelemahan kinerja Sido Muncul masih bersifat sementara dan bukan mencerminkan penurunan fundamental perusahaan.

“Penurunan memang signifikan, tapi saya melihatnya lebih sebagai temporary disruption daripada structural deterioration,” kata Wafi.

Ia memperkirakan proses normalisasi stok akan selesai pada paruh kedua 2026 sehingga kinerja perusahaan berpotensi kembali membaik seiring pulihnya distribusi produk.

Kampanye pemasaran bersama Nicholas Saputra dinilai menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memperkuat posisi merek Tolak Angin di pasar domestik maupun internasional. Melalui strategi komunikasi tersebut, Sido Muncul berupaya menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang.

Dengan kombinasi penataan distribusi, penguatan strategi pemasaran, dan optimisme terhadap pemulihan pasar, Sido Muncul menargetkan kinerja yang lebih baik pada semester kedua 2026. (Aga)

Berita Terkait

Fungsi Intelijen Keamanan atau Intelkam Polri, Mempunyai Posisi yang Sangat Strategis
Kemenkeu dan IsDB Perkuat Kemitraan Pembangunan Indonesia 2026–2030
DPR RI Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Atur Hak Pekerja hingga PHK
Investor Daily Summit 2026 Bahas Hilirisasi dan AI, Abdul Harris Bobihoe Turut Hadir
Reskrim Sebagai Fungsi Pelayanan Keadilan, Menghindari Salah Tangkap, Tuduh maupun Kriminalisasi
Hormati Putusan MK, KPU Tegaskan Verifikasi Pilpres 2024 Sesuai Mekanisme
Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum Ketenagakerjaan
Lalu Lintas, Wajah Kehadiran Negara dalam Kehidupan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Fungsi Intelijen Keamanan atau Intelkam Polri, Mempunyai Posisi yang Sangat Strategis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Kemenkeu dan IsDB Perkuat Kemitraan Pembangunan Indonesia 2026–2030

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:59 WIB

DPR RI Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Atur Hak Pekerja hingga PHK

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Investor Daily Summit 2026 Bahas Hilirisasi dan AI, Abdul Harris Bobihoe Turut Hadir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Reskrim Sebagai Fungsi Pelayanan Keadilan, Menghindari Salah Tangkap, Tuduh maupun Kriminalisasi

Berita Terbaru