Liburan Nyaris Berujung Tragedi di Pantai Parangkusumo, Tiga Pengunjung Terseret Rip Current

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Bantul – Momen liburan yang semestinya menyenangkan nyaris berubah menjadi tragedi di Pantai Parangkusumo, Bantul, Senin (13/4/2026) siang.
‎
Tiga wisatawan dilaporkan terseret arus saat bermain air sekitar pukul 11.35 WIB.
‎
“Kejadiannya cukup cepat, korban tiba-tiba terseret ke tengah,” ujar salah satu saksi di lokasi.
‎
Korban diketahui bernama Purwaka (46), Dinda Asri Pertiwi (14), dan Kristian Yogi (15). Mereka diduga bermain di area berbahaya yang memiliki arus balik atau rip current.
‎
“Arus balik ini memang sering terjadi di pantai selatan dan sangat berbahaya,” kata petugas SAR yang berjaga.
‎
Awalnya, rombongan tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan tampak menikmati suasana pantai seperti biasa.
‎
Namun tanpa disadari, arus kuat datang tiba-tiba dan menyeret mereka hingga sempat tenggelam.
‎
“Korban sempat panik dan tidak bisa melawan arus,” ungkap saksi lainnya.
‎
Beruntung, petugas yang berjaga sigap melakukan evakuasi. Tim gabungan langsung bergerak cepat menyelamatkan korban.
‎
“Kami segera melakukan pertolongan begitu mendapat laporan,” kata anggota tim SAR.
‎
Ketiganya berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke Klinik Dharma Husada Bantul untuk mendapatkan penanganan medis.
‎
Proses penyelamatan melibatkan berbagai pihak, mulai dari SAR Ditpolairud Polda DIY, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, hingga Satgas Linmas Jogo Segoro.
‎
“Alhamdulillah semua korban selamat dan sudah pulih,” ujar petugas.
‎
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa keindahan pantai selatan menyimpan bahaya tersembunyi, sehingga wisatawan diminta selalu mematuhi rambu keselamatan.
‎
Kenapa masih banyak yang kurang sadar bahaya rip current?
‎
Karena beberapa faktor: minimnya edukasi langsung di lokasi, banyak wisatawan menganggap ombak tenang itu aman, kurang memperhatikan rambu peringatan, serta rasa percaya diri berlebihan saat bermain air. Padahal, rip current sering tidak terlihat jelas di permukaan—justru itu yang membuatnya berbahaya. (waw)

Berita Terkait

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang
Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing
Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami
UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi
Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia
KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global
Ikhtiar Langit dan Bumi: 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa, BAZNAS Salurkan Bantuan Usaha
Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:53 WIB

UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:30 WIB

KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global

Berita Terbaru