Mendagri Minta Kepala Daerah Se-Sultra Turunkan Angka Stunting

Jumat, 27 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM – Kendari, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah se-Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya menurunkan angka stunting. Penanganan stunting di Sultra menurut Mendagri akan berpengaruh pada perbaikan daerah karena nantinya jumlah usia muda yang produktif menjadi meningkat. Kunci perbaikan stunting ini tentunya didasarkan pada kesehatan dan pendidikan.

“Pendidikan mereka harus mampu terdidik, terlatih, dan mereka harus sehat. (Lalu) kunci dari kesehatan itu salah satunya, mereka harus cukup nutrisi di masa seribu hari kehidupan. Sembilan bulan dalam kandungan, dua tahun di luar kandungan,” katanya pada Rapat Koordinasi Menteri Dalam Negeri kepada Kepala Daerah Se-Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Claro Kendari, Jumat (27/10/2023).

Mendagri menjelaskan, balita yang kekurangan gizi pertumbuhan otak dan badannya menjadi tidak normal. Kondisi yang menyebabkan fisik pendek dan kecil, serta pertumbuhan otak yang terganggu inilah yang disebut dengan stunting. Intervensi yang perlu dilakukan yaitu dengan memberikan makanan-makanan yang kaya dengan protein seperti telur, daging, dan ikan.

“Intervensi dengan makanan-makanan bergizi,” ungkapnya.

Dia menegaskan, target program stunting harus dimulai dengan data (by name dan by address), tidak hanya dengan membagikan beras dan makanan. Dia mencontohkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang yang memiliki program Sistem Pencegahan Stunting (Simpati) dengan membagikan handphone ke seluruh Posyandu oleh bupati. Mereka setiap hari berkeliling untuk mendata ibu hamil dan anak-anak di bawah dua tahun yang tidak mampu, sehingga data tersebut terus diperbarui.

“Nomor satu adalah data, dan datanya harus bottom-up, berbasis dari desa, Posyandu, untuk ngecek ibu hamil dan anak-anak di bawah dua tahun yang tidak mampu, sehingga mereka diberikan intervensi bantuan. Bagi yang mampu diberikan penjelasan,” ujarnya.

Karena itu, Mendagri berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Sultra dapat membuat platform yang bisa menunjukkan data riil terkait stunting. Data stunting nasional sendiri menunjukkan angka 21 persen, sedangkan stunting di Provinsi Sultra sebanyak 27 persen. “Ini tanggung jawab kita, ini anak-anak, ini menyangkut generasi muda ke depan, tanggung jawab kita sama Tuhan sekali lagi, sama masyarakat dan rakyat,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Dorong Kompetisi Antardaerah untuk Wujudkan Indonesia ASRI
Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi
Kejadian di Alun-Alun Selatan Jadi Sorotan, Polresta Yogyakarta Dalami Informasi
Dekranas Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Tingkatkan Daya Saing Perajin Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tak Bergantung pada Belanja Pemerintah untuk Tumbuhkan Ekonomi
Mendagri Ungkap Pemerintah Bahas Penataan PPPK, Guru Jadi Perhatian Utama
Mendagri Tito Dorong Pemda Tingkatkan Pelayanan, Penghargaan Disertai Insentif Fiskal
Wamendagri Bima Arya Dorong PSEL Bogor Raya Jadi Percontohan Nasional Atasi Sampah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:23 WIB

Mendagri Dorong Kompetisi Antardaerah untuk Wujudkan Indonesia ASRI

Sabtu, 19 September 2026 - 10:17 WIB

Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi

Jumat, 18 September 2026 - 18:49 WIB

Kejadian di Alun-Alun Selatan Jadi Sorotan, Polresta Yogyakarta Dalami Informasi

Jumat, 18 September 2026 - 18:35 WIB

Dekranas Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Tingkatkan Daya Saing Perajin Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 16:05 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tak Bergantung pada Belanja Pemerintah untuk Tumbuhkan Ekonomi

Berita Terbaru