Mendagri Tinjau Lokasi Pengungsian Banjir Bandang di Aceh Utara

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Aceh Utara – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir bandang di Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (22/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan bahwa berdasarkan hasil diskusi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat, masa tanggap darurat di Aceh Utara berpeluang diperpanjang selama satu minggu ke depan. Perpanjangan tersebut dimaksudkan untuk memberi ruang percepatan proses pengadaan yang tengah dilakukan.

“Ya tadi kami sudah diskusi, kemungkinan besar untuk yang di Aceh Utara, kalau dia mau memperpanjang satu minggu lagi, enggak apa-apa,” katanya.

Tito menjelaskan, selama masa tanggap darurat, Pemda dapat menggunakan mekanisme pengadaan nonkonvensional, termasuk penunjukan langsung kepada penyedia jasa atau kontraktor, guna mempercepat penanganan kebutuhan mendesak. Mekanisme tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk perbaikan fasilitas umum seperti masjid, jalan, dan infrastruktur dasar lainnya.

“Kalau ada yang misalnya mau dia memperbaiki jalan, dia bisa tunjuk langsung di [masa] tanggap darurat. Tunjuk langsung, gunakan APBD-nya dia, langsung beresin, cepat, clear. Kecepatan nomor satu di sini,” tegasnya.

Namun, Tito mengingatkan bahwa setelah masa tanggap darurat berakhir, proses pengadaan akan kembali menggunakan mekanisme reguler melalui lelang terbuka yang dapat memakan waktu hingga tiga bulan. Untuk itu, dia menyatakan akan mengusulkan diterbitkannya kebijakan khusus yang memungkinkan mekanisme pengadaan luar biasa (extraordinary) pada masa transisi pascabencana.

“Saya usulkan semacam ada Inpres-lah gitu ya, untuk dalam masa [bencana], di tempat bencana ini. Proses apa namanya itu, pengadaannya dilakukan dengan mekanisme yang juga extraordinary. Jangan yang reguler. Kalau reguler, saya takut nanti lambat,” terangnya.

Tito menegaskan bahwa kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan di lapangan dan mencegah tersendatnya bantuan bagi warga. Sebab, kecepatan merupakan kunci utama dalam penanganan bencana.

Secara umum, ia menilai kondisi Aceh Utara mulai menunjukkan pemulihan di sejumlah sektor, meski masih diperlukan perhatian khusus di wilayah tertentu.

“Saya melihat untuk Aceh Utara, saya sudah berapa kali datang, saya lihat lalu lintas sudah normal ya. Kemudian di kota juga, Lhoksukon juga baik, ekonomi berjalan lancar, pendidikan berjalan, meskipun ada tenda-tenda masih. Rumah sakitnya juga sudah bagus. Cuma di daerah pedalaman yang perlu kita atensi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa penanganan dampak banjir bandang di Aceh Utara melibatkan banyak kementerian dan lembaga. Pekerjaan yang membutuhkan anggaran besar ditangani oleh pemerintah pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Dukung Penyediaan Air Bersih, Satgas PRR dan BRIN Verifikasi Calon Lokasi Arsinum di Aceh Utara
Tinjau Penanganan TBC di Daerah, Wamendagri Dorong Demak Jadi Percontohan Nasional
Optimalkan Penyampaian Informasi Publik, Mendagri Dorong Penguatan Fungsi Diskominfo di Daerah
Perkuat Layanan Kesehatan Daerah, Wamendagri Minta Pemda Masukkan Penanggulangan TBC dalam RKPD
Tekan Kasus TBC, Wamendagri Akhmad Wiyagus Minta Pemda dan Pemerintah Desa Berperan Aktif
Wujud Kepedulian, Satgas PRR Serahkan Bantuan Tali Asih untuk Warga Terdampak Banjir Pidie Jaya
Optimalkan Layanan Dasar Masyarakat, TP Posyandu Pusat Pendampingan Penerapan Enam Bidang SPM di Sorong
Dorong Layanan Kesehatan Primer, TP Posyandu Pusat Perkuat Sistem Registrasi di Kota Sorong

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Dukung Penyediaan Air Bersih, Satgas PRR dan BRIN Verifikasi Calon Lokasi Arsinum di Aceh Utara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Tinjau Penanganan TBC di Daerah, Wamendagri Dorong Demak Jadi Percontohan Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Optimalkan Penyampaian Informasi Publik, Mendagri Dorong Penguatan Fungsi Diskominfo di Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan Daerah, Wamendagri Minta Pemda Masukkan Penanggulangan TBC dalam RKPD

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Tekan Kasus TBC, Wamendagri Akhmad Wiyagus Minta Pemda dan Pemerintah Desa Berperan Aktif

Berita Terbaru