Persoalan Limbah dan SLHS Warnai Pelaksanaan Program MBG di Srandakan Bantul

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Bantul – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul, masih terus berjalan meski diterpa persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
‎
Pemerintah Kabupaten Bantul mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat, namun hingga kini belum ada keputusan penghentian operasional.
‎
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menegaskan kewenangan penutupan sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
‎
“Situasi di lapangan sudah kami sampaikan ke BGN, mulai dari persoalan limbah hingga belum adanya SLHS. Tapi sejauh ini belum ada keputusan penutupan,” ujarnya, Jumat (8/5).
‎
Meski belum dihentikan, Pemkab Bantul meminta pengelola segera melakukan pembenahan, terutama pada sistem IPAL.
‎
Langkah itu menyusul keluhan warga terkait dugaan pencemaran sumur di sekitar lokasi operasional dapur MBG.
‎
“Perbaikan kami minta segera dilakukan dan maksimal 10 hari sejak aduan pertama muncul,” kata Hermawan.
‎
Tak hanya itu, pemerintah juga meminta penggunaan air dari sumur setempat untuk memasak dihentikan sementara sampai persoalan benar-benar tuntas.
‎
Pemkab Bantul kini mulai mendorong sekolah ikut aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut menu makanan yang diberikan kepada para siswa.
‎
“Selama ini sekolah hanya menerima makanan jadi. Sekarang kami dorong agar ikut mengetahui dan berkomunikasi soal menu,” terang Hermawan.
‎
Menurutnya, keterlibatan sekolah penting agar kualitas makanan dan pelaksanaan program bisa diawasi bersama secara lebih terbuka.
‎
Sementara itu, warga Mangiran yang terdampak masih berharap ada tindak lanjut nyata dari pengelola.
‎
Salah seorang warga, Agus Indriyanto, mengaku kondisi air sumur bor pengganti mulai membaik meski belum layak dikonsumsi.
‎
“Airnya sudah agak jernih dan busanya berkurang, tapi masih belum bisa untuk minum atau memasak. Baru untuk mandi dan mencuci,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan bantuan air galon masih rutin diberikan, namun belum ada langkah lanjutan lain sejak sumur bor dibuat. (waw)

Berita Terkait

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang
Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing
Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami
UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi
Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia
KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global
Ikhtiar Langit dan Bumi: 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa, BAZNAS Salurkan Bantuan Usaha
Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:53 WIB

UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:30 WIB

KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global

Berita Terbaru