Refleksi Hari Kartini, Peran Perempuan Dinilai Kian Strategis dalam Pembangunan

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Yogyakarta — Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan, bahkan semakin dibutuhkan di tengah tantangan zaman modern.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, KAWAL Indonesia menggelar kegiatan bertema “Jejak Kartini dalam Kebijakan Ormas Perempuan sebagai Agen Perubahan”. Pada hari Selasa (21/4/26), yang berlangsung di GRAMM Hotel Jogja

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Pelayanan KAWAL Indonesia dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY.

Dalam pemaparannya, Haryadi Baskoro menegaskan bahwa kontribusi Kartini tidak hanya terbatas pada masa hidupnya (1879–1904), tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan perempuan Indonesia saat ini.

“Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, mendorong emansipasi, serta menghadirkan pemikiran progresif tentang kesetaraan gender. Ia menjadi inspirasi perubahan bagi generasi setelahnya,” ujarnya.

Lahirnya Kartini-Kartini Baru Semangat Kartini kemudian melahirkan tokoh-tokoh perempuan inspiratif di berbagai daerah. Di antaranya Dewi Sartika yang mendirikan sekolah perempuan di Jawa Barat, Rohana Kudus dengan surat kabar perempuan Soenting Melajoe, hingga Rasuna Said yang dikenal sebagai orator pejuang hak perempuan. Selain itu, Nyai Ahmad Dahlan dan Maria Walanda Maramis juga berperan besar dalam pendidikan dan pemberdayaan perempuan di wilayahnya masing-masing.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peran perempuan dalam kepemimpinan semakin terlihat. Sejumlah posisi strategis diisi oleh perempuan, mulai dari Sekretaris Daerah hingga kepala dinas di berbagai sektor.

Hal ini menunjukkan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan sebagai pelengkap, melainkan sebagai pengambil keputusan dalam pembangunan daerah.

Meski telah banyak kemajuan, perempuan masa kini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti beban ganda antara pekerjaan dan rumah tangga, kesenjangan ekonomi dan karier, serta stereotip sosial.

Tantangan lain yang kian mengemuka adalah kekerasan berbasis gender online (KBGO) dan budaya patriarki yang masih membatasi ruang gerak perempuan.

“Perempuan harus tajam terhadap isu-isu sosial dan terus memperkaya diri dengan pengetahuan,” ungkap Sarlin Mataheru selaku Ketua KAWAL INDONESIA.

Kepala Badan Kesbangpol DIY, Lilik Andi Aryanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kesetaraan dan partisipasi perempuan.

“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan ruang partisipasi yang setara, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Sinergi antara pemerintah, ormas, dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Semoga diskusi yang dilakukan memberikan manfaat dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dwi Asti Suspanti selaku Kemenag Kanwil Bimas Kristen DIY turut menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membawa perubahan, dimulai dari lingkup terkecil.

“Perempuan harus maju di garis depan untuk membawa perubahan, mulai dari rumah menjadi wanita penolong,” ujarnya

Kartini masa kini diharapkan tidak hanya mempertahankan semangat perjuangan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang.

Dengan semangat belajar tinggi, kepedulian sosial, serta keberanian melawan arus, perempuan Indonesia diyakini mampu membawa perubahan yang lebih besar.

“Habis gelap terbitlah terang. Kini, terang itu harus bersinar lebih lagi,” menjadi pesan yang menggambarkan harapan bagi generasi perempuan masa kini.

Peringatan Hari Kartini tahun ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Perempuan Indonesia diharapkan terus melangkah maju, berkontribusi nyata, dan menjadi penentu masa depan bangsa. (Aga)

Berita Terkait

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang
Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing
Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami
UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi
Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia
KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global
Ikhtiar Langit dan Bumi: 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa, BAZNAS Salurkan Bantuan Usaha
Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:53 WIB

UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Perkuat Peran Strategis Santri, Susanto Dwi Antoro: Santri Garda Terdepan Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:30 WIB

KAI Daop 6 Beri Support Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta untuk Harumkan Nama Indonesia di Tingkat Global

Berita Terbaru