Sri Sultan HB X Putuskan Prosesi Garebeg Besar Tahun Ini Tanpa Arak-arakan Gunungan

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Suasana Garebeg Besar tahun ini dipastikan berbeda dari biasanya.
‎
‎Tradisi budaya khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang identik dengan gunungan dan iring-iringan prajurit akan digelar lebih sederhana pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu 27 Mei 2026.
‎
‎Keputusan itu langsung diumumkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bentuk penyesuaian di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian.
‎
‎Sri Sultan HB X memutuskan meniadakan arak-arakan gunungan serta pasukan prajurit keraton dalam prosesi Hajad Dalem Garebeg Besar tahun ini.
‎
‎“Penghematan saja. Pemerintah pusat penghematan, daerah juga penghematan. Karena biaya terbesar memang ada di prosesi itu,” ujar Sultan saat ditemui Kamis (21/5/2026).
‎
‎Menurut Sultan, langkah tersebut juga dilakukan agar Keraton tidak dipandang menggelar acara terlalu mewah ketika masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi.
‎
‎Meski tanpa gunungan dan prajurit, Sultan memastikan makna utama Garebeg tetap dipertahankan.
‎
‎“Esensinya tetap sedekah raja kepada rakyat,” tegasnya.
‎
‎Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh ubarampe pareden tahun ini hanya dibagikan secara internal kepada para Abdi Dalem Keraton dan tidak untuk masyarakat umum.
‎
‎Format penyelenggaraan kali ini disebut mirip seperti masa pandemi Covid-19, ketika seluruh prosesi budaya dilaksanakan secara terbatas dan sederhana.
‎
‎Abdi Dalem senior Keraton Yogyakarta, KRT Kusumanegara, membenarkan bahwa pihak Keraton telah menerima Dhawuh Dalem untuk menyederhanakan seluruh rangkaian acara.
‎
‎“Sudah ada dhawuh untuk penyederhanaan prosesi Garebeg tahun ini,” ujarnya.
‎
‎Dengan keputusan tersebut, sejumlah agenda pendukung yang biasa menyedot perhatian wisatawan dipastikan ditiadakan.
‎
‎Tradisi Gladhi Resik Prajurit batal digelar, begitu pula tradisi Numplak Wajik yang selama ini menjadi simbol persiapan pembuatan gunungan.
‎
‎Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Keraton Yogyakarta, KRT Sindurejo, menegaskan perubahan bentuk Garebeg bukan hal baru dalam sejarah panjang tradisi Keraton.
‎
‎“Sejak dulu Garebeg selalu bisa menyesuaikan situasi zaman,” katanya.
‎
‎Ia menjelaskan, pada masa perjuangan kemerdekaan hingga pandemi Covid-19, prosesi Garebeg juga pernah mengalami perubahan tanpa menghilangkan filosofi budaya yang diwariskan turun-temurun.
‎
‎Menurutnya, substansi budaya tetap dijaga meski kemasan acara dibuat lebih sederhana.
‎
‎Keraton pun membuka peluang gunungan dan iring-iringan prajurit kembali dimunculkan pada agenda budaya mendatang apabila kondisi ekonomi sudah membaik.
‎
‎“Kalau keadaan ekonominya membaik ya dimunculkan lagi,” tegas Sri Sultan HB X.
‎
‎Kebijakan ini memunculkan beragam respons masyarakat. Ada yang menilai langkah Keraton sebagai bentuk empati terhadap situasi ekonomi rakyat, namun tidak sedikit pula warga yang merasa kehilangan kemeriahan salah satu tradisi budaya terbesar di Yogyakarta tersebut. (waw)

Berita Terkait

Resahkan Pengendara di Jalan Wates Kadipiro, Pria Pengayun Celurit Tak Butuh Waktu Lama Dibekuk Polisi
Dinilai Merugikan Driver, Program Turbo Maxim Digugat: DPRD DIY Minta Evaluasi Total
Balaikota Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan Hari Santri Nasional 2026, 1.000 Santri Gelar Apel Bersama
Sambut HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Gelar Haul Akbar Mendoakan Para Pendiri Bangsa
Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang
Penyembuhan Raga dan Jiwa Berbasis Tradisi: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Suguhkan Yoga Hingga Sound Healing
Sunshine Daycare UMY Resmi Diluncurkan, Tawarkan Pengasuhan Nyaman dan Islami
UMY Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan dari Daycare hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Resahkan Pengendara di Jalan Wates Kadipiro, Pria Pengayun Celurit Tak Butuh Waktu Lama Dibekuk Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Dinilai Merugikan Driver, Program Turbo Maxim Digugat: DPRD DIY Minta Evaluasi Total

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Balaikota Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan Hari Santri Nasional 2026, 1.000 Santri Gelar Apel Bersama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Sambut HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Gelar Haul Akbar Mendoakan Para Pendiri Bangsa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Sekda Sleman Tegaskan Pasokan BBM Aman, Warga Diminta Tetap Tenang

Berita Terbaru