UWM Hadirkan Akademisi NIU untuk Kupas Harmonisasi Politik dan Kearifan Lokal

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Sleman – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar International Guest Lecture bertema “Engaging in Politics with Local Wisdom to Realize Democracy” di Auditorium UWM, Selasa (9/12).

‎Acara ini menghadirkan Assoc. Prof. Eric Alan Jones, Ph.D. dari Northern Illinois University (NIU).

‎“Forum seperti ini penting untuk melihat bagaimana budaya lokal memberi warna pada praktik politik modern,” ujar panitia akademik Fisipol UWM.

‎Dalam paparannya, Prof. Jones menekankan bahwa kearifan lokal adalah fondasi etika politik yang mampu memperkaya demokrasi.

‎“Tradisi dan pranata sosial yang hidup di masyarakat bukan sekadar warisan budaya, tetapi sumber legitimasi sosial yang sangat kuat,” kata Prof. Jones.

‎Ia menambahkan bahwa nilai lokal dapat “mendorong partisipasi publik, menciptakan stabilitas, serta meredam potensi konflik yang muncul dari dinamika politik kontemporer.”

‎Prof. Jones juga menyoroti Keistimewaan Yogyakarta sebagai contoh harmonisasi antara monarki dan demokrasi.

‎“The DIY Exception menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas bisa berdampingan ketika kesejahteraan publik menjadi prioritas,” ujarnya.

‎Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap tata nilai lokal menjadi kunci keberlanjutan praktik politik yang berorientasi pada harmoni dan kemaslahatan bersama.

‎Dalam sesi diskusi, Prof. Jones menegaskan peran penting generasi muda sebagai penjaga masa depan demokrasi.

‎“Mahasiswa harus kritis, partisipatif, dan berkarakter. Demokrasi bukan hanya sistem politik, tetapi laku hidup,” tegasnya.

‎Antusiasme mahasiswa dan dosen UWM, menurut penyelenggara, menjadi bukti bahwa kampus siap menjadi ruang dialog ilmiah yang progresif.

‎“Kami berkomitmen memperkuat jejaring internasional untuk mengembangkan kajian politik berbasis kearifan lokal,” kata Dekan Fisipol UWM.

(waw)

Berita Terkait

Sumur Gentong Loram Wetan dan Kisah Koin Kuno di Balik Kesembuhan Warga
PEKSIMINAS 2026, Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Lewat Chika dan Lunar
Stasiun Tugu Yogyakarta Jadi Teraktif, Penumpang KAI Daop 6 Naik 19 Persen
Suahasil Resmi Jadi Menkeu, Pasar Menanti Langkah Baru Kebijakan Fiskal
Ratusan Foto Lama Ungkap Wajah Yogyakarta dari Masa ke Masa
Ganda Buka Suara: Hukum Dugaan Pengeroyokan Oknum Dewan Tak Boleh Diintervensi
UWM Raih Dua Akreditasi Unggul, Mutu Pendidikan Makin Menggigit
Polisi Jadi Mahasiswa UWM Yogyakarta, Tetap Bertugas Amankan Demonstrasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:05 WIB

Sumur Gentong Loram Wetan dan Kisah Koin Kuno di Balik Kesembuhan Warga

Senin, 14 September 2026 - 18:01 WIB

PEKSIMINAS 2026, Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Lewat Chika dan Lunar

Senin, 14 September 2026 - 17:57 WIB

Stasiun Tugu Yogyakarta Jadi Teraktif, Penumpang KAI Daop 6 Naik 19 Persen

Senin, 14 September 2026 - 16:58 WIB

Suahasil Resmi Jadi Menkeu, Pasar Menanti Langkah Baru Kebijakan Fiskal

Senin, 14 September 2026 - 16:15 WIB

Ganda Buka Suara: Hukum Dugaan Pengeroyokan Oknum Dewan Tak Boleh Diintervensi

Berita Terbaru