Wakil Rektor UMY: Sarjana Harus Mampu Menciptakan Gagasan, Bukan Hanya Mencari Kerja

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor UMY memberikan pandangan dalam Stadium General Pelantikan Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY periode 2025/2026. (Dok UMY)

Wakil Rektor UMY memberikan pandangan dalam Stadium General Pelantikan Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY periode 2025/2026. (Dok UMY)

RILISINFO.COM, Yogyakarta — Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Muhammad Faris Al-Fadhat menegaskan bahwa pendidikan tinggi seharusnya mencetak pemikir yang mampu melahirkan ide dan solusi, bukan sekadar pencari kerja.

Pandangan tersebut ia sampaikan dalam Stadium General Pelantikan Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY periode 2025/2026 bertajuk Menakar Arah Bangsa: Evaluasi Satu Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran di Auditorium Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Rabu (15/10) malam.

“Sarjana bukan menghasilkan para pekerja. Ia dilahirkan untuk berpikir, bukan untuk bekerja. Lulusan vokasi-lah yang harusnya pekerja,” ujar Faris. Menurutnya, bekerja hanyalah konsekuensi dari ketersediaan lapangan kerja, bukan tujuan utama pendidikan sarjana.

Faris menilai, sistem pendidikan tinggi perlu menumbuhkan deliberasi dan akuntabilitas agar kebijakan kampus mampu menghasilkan lulusan yang berdaya cipta dan bernalar kritis.

Ia juga menyoroti rendahnya jumlah wirausaha di Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lain, yang menurutnya berakar pada pola pikir masyarakat dan mahasiswa.

“Mindset anak muda kita masih sebatas lulus lalu kerja. Padahal seorang sarjana harus bisa berpikir untuk jadi apa selain bekerja, termasuk menjadi entrepreneur,” kata Faris.

Ia berharap mahasiswa sebagai calon sarjana memiliki visi yang lebih luas dengan menciptakan peluang kerja baru, bukan hanya berebut posisi di pasar tenaga kerja.

Menurutnya, perubahan paradigma tersebut penting agar perguruan tinggi berperan sebagai pusat lahirnya pemikir dan pencipta, bukan sekadar penghasil pekerja. (ihd)

Berita Terkait

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY
Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14
Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa
Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi
Diduga Percikan Stop Kontak, Rumah Warga di Gamping Sleman Terbakar Pagi Hari!
Aniaya Anak di Daycare, Pengasuh di Jogja Dituntut 10 Tahun Penjara: Penderitaan Korban Tak Terbayarkan!
Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi

Berita Terbaru