Lima Laga Tanpa Kemenangan, Suporter PSIM Jogja Gema Slogan “Ojo Di Dol Yow Dab!”

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Kekecewaan suporter PSIM Yogyakarta memuncak setelah tim kebanggaan mereka kalah 1-2 dari PSM Makassar, Jumat (16/10/2026).
‎
‎Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP., pendukung PSIM, menyuarakan kegelisahan di Wisma PSIM, Baciro, saat ribuan suporter mendatangi markas kebanggaan warga Yogyakarta.
‎
‎Slogan “Ojo Di Dol Yow Dab!” menggema sebagai peringatan agar PSIM menjaga identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
‎
‎Fokki menilai lima pertandingan tanpa kemenangan menjadi alarm serius yang menuntut evaluasi menyeluruh dan pertanggungjawaban manajemen.
‎
‎“PSIM itu bukan sekadar barang dagangan. PSIM adalah kebanggaan warga Yogyakarta. Kami mencintai PSIM dengan hati, sejarah, dan pengorbanan,” tegasnya.
‎
‎Menurutnya, keterpurukan tim tidak cukup dijelaskan dengan alasan teknis pertandingan, kualitas lawan, atau nasib buruk di lapangan.
‎
‎“Kalau lima kali main hasilnya terus mengecewakan, jangan salahkan kalau suporter mulai curiga dan bertanya-tanya,” ujarnya.
‎
‎Fokki mengingatkan, kecurigaan suporter harus dijawab melalui keterbukaan, bukan dianggap sebagai fakta tanpa bukti ataupun dibiarkan berkembang menjadi spekulasi.
‎
‎“Jangan biarkan kecurigaan ini menjadi bola liar. Manajemen harus membuka penjelasan secara transparan agar publik tidak terus bertanya-tanya,” katanya.
‎
‎Dalam pertemuan suporter dan manajemen di sekitar Wisma PSIM, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut hadir mendengarkan aspirasi.
‎
‎Dalam pertemuan tersebut, sejumlah suporter secara tegas menuntut pelatih Van Gastel diberhentikan dan manajer Iksan mengundurkan diri. Kedua tuntutan itu merupakan aspirasi suporter, bukan keputusan resmi manajemen.
‎
‎Desakan tersebut mencerminkan kekecewaan pendukung terhadap performa tim sekaligus tuntutan agar pihak yang bertanggung jawab segera mengambil langkah nyata.
‎
‎Menanggapi situasi itu, Fokki menegaskan manajemen harus melakukan evaluasi secara serius dan menjelaskan langkah perbaikan kepada publik.
‎
‎“Kalau evaluasi harus dilakukan, lakukan secara sungguh-sungguh. Kalau ada pihak yang harus bertanggung jawab, jangan menghindar,” tegasnya.
‎
‎Ia mengingatkan suporter telah mengorbankan waktu, tenaga, dan uang untuk mendukung PSIM, sehingga layak mendapatkan penjelasan mengenai kondisi klub.
‎
‎“Suporter tidak bisa terus-menerus diminta bersabar tanpa kepastian. Mereka berhak mendapatkan penjelasan yang layak,” tambahnya.
‎
‎Fokki menegaskan PSIM bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas dan sejarah masyarakat Yogyakarta yang harus dijaga bersama.
‎
‎Karena itu, pengelolaan klub harus mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab demi menjaga prestasi serta kepercayaan publik.
‎
‎Ia berharap kehadiran Wakil Wali Kota menjadi momentum memperkuat komunikasi antara suporter, manajemen, dan pihak terkait untuk mencari solusi.
‎
‎“Kami tidak sedang meninggalkan PSIM. Justru karena mencintai PSIM, kami datang, bersuara, dan menuntut perubahan,” ungkapnya.
‎
‎Menurut Fokki, kecintaan suporter tidak boleh hanya dimanfaatkan ketika stadion penuh, tetapi juga harus dihargai saat mereka meminta pertanggungjawaban.
‎
‎Ia menyerukan evaluasi teknis objektif, keterbukaan manajemen, dan keputusan tegas agar PSIM segera keluar dari situasi sulit.
‎
‎“Ojo Di Dol Yow Dab! Jangan biarkan PSIM kehilangan jati dirinya. Klub ini harus dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab,” pungkasnya.(waw)

Berita Terkait

Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja
Tanggapi Isu Kedekatan dengan Pihak Lain, Pengamat Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dan Aspek Hukum
Dorong Daya Saing Ekosistem Usaha, Kadin DIY Akselerasi Pembiayaan dan Digitalisasi UMKM
Bukan Sekadar Pameran Biasa! Jogja Destination Wedding Fair Hadirkan B2B Matching Buat Gaet Vendor Nasional
Perkuat Pasar Destination Wedding, Fortuna Suites Malioboro Hadir dalam Jogja Destination Wedding Fair 2026
Gekrafs DIY Apresiasi JDWF 2026, Dorong Penguatan Industri Ekraf dan UMKM Pernikahan
Jogja Destination Wedding Fair 2026 Soroti Potensi Venue dan Kuliner Pernikahan Lokal

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Tanggapi Isu Kedekatan dengan Pihak Lain, Pengamat Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dan Aspek Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Dorong Daya Saing Ekosistem Usaha, Kadin DIY Akselerasi Pembiayaan dan Digitalisasi UMKM

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Lima Laga Tanpa Kemenangan, Suporter PSIM Jogja Gema Slogan “Ojo Di Dol Yow Dab!”

Berita Terbaru