Peringati Sejarah Mataram Islam, Romo Nurdi Pimpin Napak Tilas Cagar Budaya Pleret

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Bantul – Romo Nurdi bersama Yani Saptohoedojo dan Ani Wongso menelusuri jejak kejayaan Mataram Islam melalui napak tilas dan ziarah leluhur di Pleret.

Kegiatan tersebut menyasar Pasareyan Dalem Ibu Ratu Mas Labuan atau Ratu Wiratsari di Pleret, Bantul, Yogyakarta, sebagai bagian pelestarian warisan sejarah.

KPH Ir. Nurdiantoro Darmaningrat atau Romo Nurdi menjelaskan, napak tilas tersebut berkaitan erat dengan perjalanan panjang peradaban Mataram Islam.

Menurutnya, Pleret menyimpan jejak penting kejayaan kerajaan ketika Sultan Agung Hanyokrokusumo memimpin Mataram pada periode 1613 hingga 1645.

“Napak tilas ini merupakan bagian dari upaya mengenang perjuangan para leluhur Mataram,” terang Romo Nurdi di sela-sela kegiatan ziarah tersebut.

Ia menegaskan, kegiatan itu bukan sekadar perjalanan menuju makam leluhur, melainkan juga momentum untuk menggali nilai sejarah dan meneladani perjuangan generasi terdahulu.

Romo Nurdi turut mengingatkan pentingnya memegang prinsip mikul duwur mendem jero, yakni mengangkat kebaikan leluhur sekaligus menyikapi kekurangan masa lalu secara bijaksana.

“Warisan kebaikan para leluhur harus kita teladani, sedangkan kekurangan dalam sejarah masa lalu menjadi bahan pembelajaran bersama,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda tidak melupakan akar sejarah bangsa karena pemahaman terhadap masa lalu dapat memperkuat karakter dan rasa kebangsaan.

“Kita harus ingat jati diri bangsa dan perjuangan para leluhur,” tegas Romo Nurdi saat menyampaikan pesan kepada generasi penerus.

Menurutnya, penghormatan kepada orang tua dan leluhur dapat diwujudkan melalui kesungguhan mempelajari sejarah serta meneruskan nilai-nilai positif kepada generasi berikutnya.

“Berbakti kepada orang tua dan leluhur salah satunya dilakukan dengan belajar sejarah,” katanya, menekankan pentingnya pendidikan sejarah bagi anak muda.

Ia menilai, kebanggaan terhadap identitas bangsa perlu ditumbuhkan agar generasi penerus memiliki semangat membangun Indonesia yang lebih baik melalui pemahaman sejarah.

Napak tilas tersebut juga dihadiri Yani Saptohoedojo, tokoh seni dan budaya yang selama puluhan tahun mengabdikan diri mempromosikan kebudayaan Indonesia.

Yani merupakan istri mendiang maestro seni serba bisa Sapto Hoedjojo, yang dikenal melalui kiprahnya dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.

Perempuan kelahiran Purwokerto, 25 November 1953, itu konsisten mempromosikan kebudayaan Nusantara sejak 1972, mulai dari Sabang hingga Merauke sampai mancanegara.

“Hidup ini saya abdikan untuk kepentingan seni dan budaya demi mempromosikan kebudayaan Indonesia yang agung, penuh estetika, dan berperadaban tinggi,” ungkap Yani.

Tokoh lain yang turut hadir adalah Ani Wongso, aktris senior, seniman, dan budayawan asal Yogyakarta yang menjadi bagian penting Teater Alam sejak 1974.

Meski kini menetap di Amerika Serikat, Ani tetap menjaga keterikatan dengan kebudayaan Jawa serta komunitas seni yang tumbuh di tanah kelahirannya.

Setiap tahun, ia kembali ke Gamping, Sleman, untuk merawat silaturahmi budaya dan mendukung seni tradisional, termasuk semangat Sekar Jagad dalam merangkul keberagaman.

Kehadiran para tokoh budaya tersebut sekaligus menjadi kesempatan meninjau fasilitas dan prasasti peninggalan Mataram Islam yang menyimpan jejak perjalanan sejarah Pleret.

Melalui napak tilas ini, mereka berharap masyarakat semakin mencintai sejarah, menghargai perjuangan leluhur, serta menjaga warisan budaya agar terus hidup lintas generasi.(waw)

Berita Terkait

Presiden Tekankan Kekompakan Kabinet, Mendagri Tito Siap Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Soroti Peran Garda Terdepan, Ketua Umum TP Posyandu Dorong Penguatan Hak Perempuan dan Anak
Polda DIY Pulangkan 32 Peserta Aksi ke Keluarga dan Bantah Tudingan Penahanan Lanjutan
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Perhatikan Aspek Lingkungan
BSKDN Kemendagri Dorong Inovasi Daerah Guna Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Hadiri Program Pendidikan, Wamendagri Bima Arya Minta Akses Sekolah Rakyat Diperluas
Pascabencana Sumatera, Pemerintah Tancap Gas Pulihkan Ekonomi Perikanan dan Huntap Warga
Wamendagri Wiyagus Minta Peran Auditor Forensik Diperkuat Guna Cegah Penyimpangan Anggaran

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Presiden Tekankan Kekompakan Kabinet, Mendagri Tito Siap Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Soroti Peran Garda Terdepan, Ketua Umum TP Posyandu Dorong Penguatan Hak Perempuan dan Anak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Polda DIY Pulangkan 32 Peserta Aksi ke Keluarga dan Bantah Tudingan Penahanan Lanjutan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Peringati Sejarah Mataram Islam, Romo Nurdi Pimpin Napak Tilas Cagar Budaya Pleret

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Perhatikan Aspek Lingkungan

Berita Terbaru