RILISINFO.COM, Yogyakarta – Yayasan Pelayanan KAWAL Indonesia menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Sare Hotel Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). Mengusung tema “Perempuan Bijak, Bangsa Kuat” dengan subtema “Memperkokoh Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Kreatif Berbasis Iman”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Rakerda tersebut dihadiri jajaran pengurus KAWAL Indonesia, mitra pelayanan, perwakilan pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan. Forum ini berfokus pada evaluasi program kerja selama satu tahun terakhir dan penyusunan strategi pelayanan yang lebih terarah, realistis, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum KAWAL Indonesia, Ps. Sarlin Mataheru, S.Pd., M.Th., menegaskan bahwa organisasi yang memiliki kepanjangan Karena Anda Wanita-Nya Allah tersebut hadir untuk mendorong perempuan menemukan jati diri, memperkuat keluarga, dan mengambil peran aktif dalam menjawab persoalan bangsa.
“Kami sedang merintis dan melihat keadaan bangsa ini, bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga moral generasi bangsa. Kami percaya perempuan yang menemukan jati dirinya akan menjadi penggerak untuk memperkuat keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujar Sarlin dalam sambutannya pada pembukaan Rakerda KAWAL Indonesia 2026.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi keluarga hingga pembangunan daerah dan nasional. Karena itu, KAWAL Indonesia berupaya menghadirkan program yang dapat memperluas kesempatan perempuan untuk berkarya dan berkontribusi.
Sejumlah program yang dikembangkan di antaranya pembukaan taman baca dan pengembangan wisata kuliner sebagai ruang bagi perempuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Melalui program tersebut, perempuan diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.
Sarlin juga mendorong pengurus KAWAL Indonesia di tingkat kabupaten dan kota agar bergerak aktif di wilayah masing-masing. Ia berharap Rakerda tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi melahirkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau perempuan menemukan jati dirinya, maka bangsa ini akan menjadi kuat,” tegasnya.
Dukungan terhadap peran KAWAL Indonesia juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M. Ia menilai tema Rakerda tersebut relevan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan ketahanan keluarga.
Menurut Erlina, perempuan membutuhkan akses yang setara terhadap pendidikan, keterampilan, permodalan, pasar, serta ruang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Potensi ekonomi kreatif di Yogyakarta juga dinilai dapat membuka peluang usaha bagi perempuan tanpa harus meninggalkan peran mereka dalam keluarga.
Ia berharap KAWAL Indonesia dapat mengambil bagian dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan keluarga, serta pengembangan usaha perempuan berbasis kreativitas.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Organisasi berbasis iman dan masyarakat seperti KAWAL merupakan mitra strategis yang dapat menjangkau perempuan dan keluarga hingga ke tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto, S.I.P., M.M., melalui sambutan yang disampaikan pada pembukaan acara, mengapresiasi pelaksanaan Rakerda sebagai forum evaluasi dan konsolidasi organisasi.
Ia berharap KAWAL Indonesia terus memperkuat koordinasi antara pengurus pusat, daerah, dan mitra pelayanan, sekaligus mengembangkan program yang profesional, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY melalui Bimas Kristen, Paulus Freddy Krissanjaya Sihombing, S.Si., M.M., juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun kehidupan yang harmonis, menanamkan nilai kebaikan, memperjuangkan keadilan, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wirawan Hario Yudho, S.H., M.M., menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam menentukan kebijakan publik.
Ia mengingatkan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup keluarga, tetapi juga perlu tampil di ruang pengambilan keputusan, termasuk dalam bidang sosial, ekonomi, perlindungan anak, dan politik.
Menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut, Rakerda harus menjadi ruang strategis bagi perempuan untuk merumuskan langkah nyata dan menyuarakan aspirasi masyarakat, bukan sekadar pertemuan organisasi.
Perempuan diharapkan mampu memanfaatkan organisasi sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta memperjuangkan kepentingan keluarga dan masyarakat.
Ketua Panitia Rakerda KAWAL Indonesia, Dr. Tabita Leiwakabessy, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengevaluasi capaian organisasi selama setahun terakhir sekaligus merumuskan program kerja strategis untuk periode berikutnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum, jajaran pengurus, donatur, sponsor, mitra pendukung, dan seluruh panitia yang telah membantu terselenggaranya kegiatan.
Tabita berharap Rakerda mampu menghasilkan keputusan konkret, memperkuat kebersamaan, serta mendorong pelaksanaan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Harapan saya, Rakerda ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menghasilkan keputusan konkret, memperkuat kebersamaan, dan mendorong pelaksanaan program kerja yang berdampak dan nyata,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KAWAL Indonesia berharap seluruh pengurus daerah dapat menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta mitra pelayanan.
Dengan semangat “Perempuan Bijak, Bangsa Kuat”, Rakerda KAWAL Indonesia 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam melahirkan perempuan yang berdaya, memperkokoh ketahanan keluarga, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis iman, dan turut mempersiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Aga)















