RILISINFO.COM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil meraih peringkat terbaik pertama penghargaan Parasamya Karya Kencana Regional 3.
Penghargaan bergengsi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tersebut diterima langsung Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Kamis (5/11), di Jakarta.
Penghargaan itu diserahkan dalam puncak GENTING Collaboration Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Mengusung tema Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi mempercepat pembangunan keluarga berkualitas.
Parasamya Karya Kencana diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mitra pentahelix Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING.
Penghargaan juga diberikan kepada berbagai pihak yang konsisten mendukung Program Bangga Kencana serta upaya percepatan penurunan stunting secara nasional.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya,
mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan mitra kerja.
”Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bersama. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras,” ungkap Harda.
Harda menegaskan, komitmen bersama menjadi kekuatan utama dalam mengoptimalkan pelayanan keluarga berencana sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman.
”Ini merupakan buah komitmen bersama untuk terus meningkatkan pelayanan keluarga berencana dan mempercepat penurunan stunting,” tegasnya.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak
sekadar menjadi catatan prestasi, tetapi mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.
”Harapan kami ke depannya, kolaborasi pentahelix ini semakin solid sehingga kualitas sumber daya manusia di Sleman semakin meningkat,” katanya.
Harda juga menaruh perhatian terhadap generasi masa depan agar tumbuh sehat, berkualitas, dan terbebas dari persoalan stunting sejak dini.
”Generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting harus menjadi tujuan bersama. Karena itu, sinergi seluruh pihak perlu diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat
Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, menjelaskan pentingnya penyelenggaraan GENTING Collaboration Summit 2026.
Menurut Wahyuniati, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis mempertemukan berbagai unsur pentahelix untuk membangun kerja sama yang lebih kuat dan berkelanjutan.
”Melalui forum ini, kita merajut kolaborasi solid antarpemangku kepentingan dari berbagai unsur untuk mendukung percepatan penurunan stunting,” paparnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada evaluasi pelaksanaan program, tetapi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan mitra.
Menteri Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, turut menyampaikan penghargaan kepada kepala daerah dan seluruh mitra yang konsisten memberikan dukungan.
Wihaji menilai kepedulian berbagai pihak menjadi modal penting memperkuat pembangunan kependudukan sekaligus menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan keluarga Indonesia.
”Di balik angka kelahiran tersebut, terdapat tantangan besar karena tidak semua anak lahir dalam kondisi ideal atau beruntung,” jelas Wihaji.
Melalui GENTING, pemerintah berupaya mempercepat pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting dengan melibatkan pemerintah dan berbagai mitra pembangunan.
“Program GENTING adalah salah satu jawaban percepatan negara, pemerintah, dan stakeholder untuk membantu program prioritas yang belum bisa dijangkau pemerintah secara penuh,” tegas Wihaji.
Keberhasilan Sleman meraih peringkat pertama diharapkan memperkuat semangat kolaborasi sekaligus mempercepat terwujudnya generasi sehat, berkualitas, dan bebas stunting.(ady)















