Bantu Petani NTT Pascabencana, UMY Kenalkan Pengering Gabah Tenaga Surya dan Vertikultur

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Aksara Peduli UMY 2026 melakukan sosialisasi kepada warga dan kelompok tani di dusun Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, NTT pada Rabu (4/11/2026) tentang pengering gabah tenaga surya, dan teknologi penjernih air

Tim Aksara Peduli UMY 2026 melakukan sosialisasi kepada warga dan kelompok tani di dusun Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, NTT pada Rabu (4/11/2026) tentang pengering gabah tenaga surya, dan teknologi penjernih air

RILISINFO.COM, Manggarai Timur – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Tim Aksara Peduli yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkenalkan teknologi pengering gabah tenaga surya dan metode pertanian vertikultur kepada kelompok tani di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/11/2026).

Kedua teknologi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi persiapan penerapan teknologi tepat guna (TTG). Program ini menjadi bagian dari upaya UMY mendukung pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Ketua Tim Aksara Peduli UMY, Dr. Al Afik, Ns, M.Kep., mengatakan wilayah Pota memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama pada sektor pertanian dan perikanan. Namun, potensi tersebut masih memerlukan dukungan teknologi dan pendampingan agar dapat dikembangkan secara optimal.

“Secara alam dia memiliki potensi yang luar biasa, tetapi dari sisi teknologi, pengolahan, dan pertanian itu memang masih perlu dukungan dari kalangan akademisi untuk bisa dikembangkan,” ujar Afik saat diwawancarai pada Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan UMY dalam menentukan bentuk pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, kelompok tani diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan hasil pertanian dan meningkatkan nilai tambah produk.

Pengering Gabah Tenaga Surya untuk Mendukung Pascapanen

Salah satu teknologi yang diperkenalkan Tim Aksara Peduli UMY adalah kabinet pengering surya portabel yang memanfaatkan prinsip efek rumah kaca.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu proses pengeringan hasil pertanian dengan memanfaatkan energi matahari. Pengenalannya diharapkan membuka peluang pengembangan pengolahan pascapanen yang sesuai dengan kondisi dan potensi pertanian masyarakat Pota.

Afik menjelaskan bahwa pemilihan teknologi tersebut mempertimbangkan kebutuhan kelompok tani serta potensi sumber daya alam yang tersedia di wilayah setempat.

“Kami sebut dengan kabinet pengering surya, efek rumah kaca portabel. Itu yang kami namai di program TTG pertama kami,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi, kelompok tani memperoleh penjelasan mengenai fungsi, manfaat, dan rencana penerapan Rumah Surya Pengering Gabah.

Peserta juga diajak membahas kebutuhan sarana pendukung dan kesiapan lokasi sebelum teknologi tersebut diterapkan. Tahap persiapan ini diperlukan agar penggunaan alat nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan petani.

Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber panas juga diharapkan menjadi alternatif pengeringan hasil pertanian yang dapat dikembangkan secara bertahap oleh masyarakat.

Vertikultur Jadi Alternatif Pengembangan Pertanian

Selain teknologi pengering gabah, Tim Aksara Peduli UMY memperkenalkan metode pertanian vertikultur sebagai alternatif pengembangan budidaya tanaman.

Vertikultur merupakan metode bercocok tanam dengan menyusun media tanam secara vertikal atau bertingkat. Metode ini memungkinkan pemanfaatan ruang tanam secara lebih efisien, terutama pada lahan yang terbatas.

Melalui pengenalan vertikultur, kelompok tani mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pilihan metode budidaya yang dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Afik, keterlibatan akademisi dalam pengembangan pertanian masyarakat tidak seharusnya berhenti pada pengenalan teknologi. Pendampingan juga diperlukan agar masyarakat mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri.

Karena itu, kegiatan pengabdian UMY diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi pertanian yang dimiliki.

Libatkan Kelompok Tani Sejak Tahap Perencanaan

Dalam kegiatan tersebut, Tim Aksara Peduli UMY melibatkan kelompok tani dalam pembahasan rencana penerapan kedua teknologi.

Diskusi mencakup kesiapan lokasi, kebutuhan sarana pendukung, serta pembagian peran dan tanggung jawab kelompok tani dalam pelaksanaan program.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, dan tanggapan terhadap rencana pengembangan Rumah Surya Pengering Gabah dan vertikultur.

Keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan dinilai penting agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kami berharap mereka tidak hanya menadahkan tangan menerima uluran, tetapi bisa bergerak dengan sendirinya dengan prototipe atau dengan ilmu-ilmu yang sudah kita berikan,” kata Afik.

Ia menekankan bahwa tujuan pendampingan bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi wilayahnya secara mandiri.

Afik juga menyebut dukungan masyarakat setempat menjadi modal penting dalam pelaksanaan program. Hubungan yang sebelumnya telah terbangun melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY turut membantu komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat di Pota.

Buka Peluang Riset dan Pendampingan Berkelanjutan

Ke depan, pengembangan sektor pertanian di Pota berpeluang dilanjutkan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen serta mahasiswa UMY.

Afik menjelaskan bahwa potensi pertanian, perikanan, dan peternakan di wilayah tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pendampingan yang lebih terarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peluang untuk berkontribusi melalui penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, serta pendampingan yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal.

“Kami menjadi pendamping dari rehabilitasi rekonstruksi di daerah Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, yang memiliki potensi pertanian yang luar biasa,” ujarnya.

Melalui pengenalan teknologi pengering gabah tenaga surya dan metode vertikultur, Tim Aksara Peduli UMY berharap kelompok tani memiliki bekal awal untuk mengembangkan kegiatan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana, sehingga pengembangan ekonomi lokal dapat terus berlangsung melalui pemanfaatan teknologi dan potensi sumber daya yang tersedia. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Perkuat Silaturahmi dan Gaya Hidup Sehat Warga, Susanto Dorong Konsistensi Fun Run Muja Muju
Penyalahgunaan Wewenang Perbankan, Kejati DIY Jerat Mantan Pegawai Bank Kasus Korupsi Rp6,74 Miliar
Akselerasi Transformasi Digital Daerah, Hasto Wardoyo Antar Pemkot Yogyakarta Raih Penghargaan Nasional
Herda KARNAMEREKA Ungkap Sisi Emosional Terdalam Lewat Peluncuran Mini Album ‘Silent Parade’
Cegah Korban Jiwa dan Kerusakan, DLH Sleman Intensifkan Perempelan 20 Ribu Pohon Rawan Tumbang
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Guru Besar Hukum UMY Soroti Penyalahgunaan Kekuasaan
Anggaran Infrastruktur Menyusut, PKB Bantul Tagih Komitmen Pemkab Realisasikan Perbaikan Jalan 600 Km
Jejaring Riset Internasional UMY Menguat di QS Asia 2027, MoU Harus Berujung Kolaborasi Nyata

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:06 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Gaya Hidup Sehat Warga, Susanto Dorong Konsistensi Fun Run Muja Muju

Jumat, 6 November 2026 - 08:56 WIB

Bantu Petani NTT Pascabencana, UMY Kenalkan Pengering Gabah Tenaga Surya dan Vertikultur

Kamis, 5 November 2026 - 20:25 WIB

Penyalahgunaan Wewenang Perbankan, Kejati DIY Jerat Mantan Pegawai Bank Kasus Korupsi Rp6,74 Miliar

Kamis, 5 November 2026 - 19:06 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Daerah, Hasto Wardoyo Antar Pemkot Yogyakarta Raih Penghargaan Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 15:05 WIB

Herda KARNAMEREKA Ungkap Sisi Emosional Terdalam Lewat Peluncuran Mini Album ‘Silent Parade’

Berita Terbaru