RILISINFO.COM, Jogja – Sebanyak 30 kontingen marching band dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Street Parade Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2026 di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (6/11/2026) malam.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono turut hadir menyaksikan kemeriahan parade yang menghadirkan atraksi musik, kreativitas, serta kekompakan peserta dari berbagai daerah.
Kehadiran Danrem menjadi bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan positif yang memberikan ruang bagi generasi muda mengembangkan bakat, prestasi, dan karakter melalui marching band.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena tidak sekadar menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan.
Sepanjang perjalanan, puluhan kontingen menampilkan atraksi musik, permainan ritme, serta variasi formasi barisan yang memancing perhatian masyarakat dan wisatawan.
Setiap kelompok menunjukkan kemampuan terbaik melalui perpaduan ketepatan gerakan, harmonisasi musik, kreativitas koreografi, serta kekompakan seluruh anggota dalam setiap penampilan.
Kejuaraan Marching Band Piala Raja HB X 2026 mempertandingkan enam klasemen, yakni Open Class, Military Band, Senior Brass, Senior Non Brass, Junior Brass, dan Junior Non Brass.
Peserta datang dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Nusa Tenggara Barat, hingga Kepulauan Riau.
Dalam sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan Kepala BPO DIY Arfi Hidananto, marching band disebut memiliki nilai pendidikan.
”Marching band bukan sekadar pertunjukan musik dan baris-berbaris, melainkan juga sarana pembelajaran tentang harmoni, kedisiplinan, kreativitas, dan kerja kolektif,” demikian disampaikan.
Pesan tersebut menegaskan keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kesanggupan seluruh anggota membangun keselarasan dan mencapai tujuan bersama.
Setiap pemain dituntut memahami perannya, menjaga irama, mengikuti arahan pemimpin, serta menghargai kontribusi anggota lain demi menghasilkan penampilan yang maksimal.
Kejuaraan Marching Band Piala Raja memiliki sejarah panjang sejak pertama kali diselenggarakan pada 1979 atas perkenan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Konsistensi penyelenggaraan selama puluhan tahun menjadikan kejuaraan tersebut bagian dari upaya menjaga warisan kegiatan sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda Indonesia.
Ketua Harian PB Persatuan Drum Band Indonesia Brigjen TNI (Purn.) Panca Iswandaru mengapresiasi Pemerintah DIY dan seluruh pihak pendukung kejuaraan.
Ia menilai marching band mempunyai
peran strategis dalam membangun karakter generasi muda melalui pembiasaan disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
”Marching band mengajarkan sportivitas, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama,” ungkap
Panca dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan organisasi olahraga, diharapkan semakin memperkuat pembinaan marching band sebagai wadah pengembangan prestasi.
Melalui kejuaraan ini, diharapkan lahir atlet dan insan marching band berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah serta mengharumkan Indonesia di tingkat internasional.(waw)















