Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama Terpilih ke Senat AS, Pakar UMY Soroti Perubahan Politik Amerika

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Hubungan Internasional UMY, Prof. Dr. Ali Muhammad, M.A.

Dosen Hubungan Internasional UMY, Prof. Dr. Ali Muhammad, M.A.

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan Senat Amerika Serikat (AS) dari negara bagian Michigan pada 3 November 2026 mencatat sejarah baru bagi keterwakilan Muslim dalam politik Amerika. Politikus Partai Demokrat tersebut menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS setelah mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers.

Kemenangan El-Sayed menarik perhatian karena diraih di tengah kampanye yang diwarnai serangan bernuansa Islamofobia. Presiden AS Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik melontarkan tuduhan yang mengaitkan El-Sayed dengan ekstremisme Islam. Tuduhan tersebut dibantah El-Sayed dan tidak didukung bukti yang dapat diverifikasi.

Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Ali Muhammad, M.A., menilai kemenangan tersebut tidak dapat dijelaskan semata-mata melalui identitas agama. Menurutnya, kemampuan kandidat mengangkat persoalan konkret yang dihadapi masyarakat turut menentukan keberhasilan dalam membangun dukungan politik.

“Identitas Muslim menjadi bagian dari dirinya, tetapi pemilih juga melihat isu yang ia bawa dan bagaimana isu itu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ali saat diwawancarai di Gedung Pascasarjana UMY, Sabtu (7/11/2026).

Isu Keseharian Jadi Kunci Membangun Koalisi Pemilih

Ali menjelaskan bahwa strategi kampanye yang menonjolkan persoalan sehari-hari, seperti layanan kesehatan, biaya hidup, keterjangkauan perumahan, dan keadilan sosial, dapat membantu kandidat menjangkau pemilih dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, kemenangan El-Sayed memperlihatkan pentingnya membangun koalisi politik lintas kelompok, termasuk pemilih keturunan Asia Selatan, warga kulit hitam, dan pemilih kulit putih berpandangan progresif.

El-Sayed merupakan politikus Partai Demokrat yang sebelumnya berkarier sebagai pejabat kesehatan publik di Michigan. Dalam kampanyenya, ia mengusung perluasan akses layanan kesehatan, pengurangan beban biaya hidup, serta pembatasan pengaruh korporasi dalam politik.

Berdasarkan proyeksi Associated Press pada Rabu (4/11/2026), El-Sayed mengalahkan Mike Rogers dalam perebutan kursi Senat Michigan yang ditinggalkan Gary Peters. Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan kursi itu di tangan Partai Demokrat.

Fenomena meningkatnya keterwakilan politik Muslim juga terlihat melalui Zohran Mamdani yang dilantik sebagai Wali Kota New York pada 1 Januari 2026. Mamdani menjadi Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Bagi Ali, kemunculan tokoh-tokoh Muslim dalam jabatan publik menunjukkan adanya perkembangan dalam ruang politik Amerika. Komunitas Muslim tidak lagi hanya menjadi objek pemberitaan dan perdebatan politik, tetapi juga semakin tampil sebagai aktor yang menyuarakan aspirasi masyarakat.

Dari Stigma Pascaserangan 9/11 Menuju Keterwakilan Politik

Ali menilai perkembangan tersebut menjadi penting jika dibandingkan dengan situasi setelah serangan teroris 11 September 2001.

Pada periode tersebut, komunitas Muslim di AS menghadapi peningkatan stigma, diskriminasi, dan sentimen Islamofobia yang memengaruhi kehidupan sosial maupun politik mereka.

Sentimen serupa kembali muncul dalam kontestasi politik 2026. Selama kampanye, El-Sayed menghadapi serangan yang menyoroti identitas keagamaannya. Trump dan sejumlah sekutunya juga mengaitkan pencalonan El-Sayed dengan tuduhan ekstremisme yang tidak didukung bukti.

Meski demikian, Ali melihat kemenangan El-Sayed sebagai perkembangan positif bagi keterwakilan Muslim dalam politik Amerika.

“Namun kini Islam tidak lagi menjadi objek saja yang harus dibicarakan begitu. Walaupun sejauh mana itu berpengaruh pada politik Amerika Serikat, itu persoalan lain. Tetapi yang jelas, saat ini merupakan tren positif yang bisa memengaruhi kebijakan AS,” tambahnya.

Menurut Ali, meningkatnya keterwakilan politik dapat membuka saluran yang lebih luas bagi komunitas Muslim untuk menyampaikan kepentingan dan pandangannya dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, ia mengingatkan bahwa terpilihnya seorang politikus Muslim tidak secara otomatis menjamin perubahan kebijakan. Pengaruh politik tetap bergantung pada dukungan partai, kekuatan koalisi, dan dinamika kelembagaan pemerintahan AS.

Keterwakilan Muslim dan Arah Kebijakan Luar Negeri AS

Ali menilai kehadiran politisi Muslim di lembaga legislatif berpotensi memperluas perspektif dalam perumusan kebijakan dalam negeri maupun luar negeri Amerika Serikat.

Salah satu isu yang dapat menjadi perhatian adalah kebijakan Washington terhadap konflik Israel-Palestina.

Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa kritik terhadap dukungan AS kepada Israel tidak hanya datang dari politisi Muslim. Senator Bernie Sanders, misalnya, juga dikenal menyuarakan kritik terhadap bantuan militer AS kepada Israel.

Menurut Ali, dinamika politik mengenai Palestina tidak semestinya hanya dipahami melalui identitas agama para politisi. Sikap ideologis, kepentingan konstituen, dan koalisi politik juga memengaruhi posisi yang mereka ambil.

Ia menekankan bahwa kewarganegaraan dan hak konstitusional seharusnya menjadi dasar kesetaraan seluruh warga negara. Karena itu, seseorang perlu dinilai berdasarkan gagasan, kapasitas, dan kontribusinya kepada masyarakat, bukan semata-mata agama atau asal-usulnya.

Bagi Ali, kemenangan El-Sayed menunjukkan bahwa keterwakilan politik Muslim dapat berkembang ketika seorang kandidat mampu menghubungkan identitas dan pengalaman pribadinya dengan persoalan yang menjadi kepentingan bersama.

Perkembangan tersebut membuka peluang bagi aspirasi komunitas Muslim untuk memperoleh ruang lebih luas dalam politik Amerika. Namun, sejauh mana keterwakilan itu mampu memengaruhi kebijakan nasional tetap bergantung pada kekuatan dukungan politik dan koalisi yang dibangun. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Ribuan Warga Padati Malioboro, Danrem Saksikan Gelaran Parade Piala Raja HB X
PPN Pembalut 11 Persen Disorot Pakar UMY, Dinilai Bebani Perempuan Berpenghasilan Rendah
Dinamika Muscab ISEI Yogyakarta: Didi Ungguli Empat Ekonom dalam Perhitungan Ketua
Pakar UMY Usul PPN Pembalut Dihapus, Tawarkan 5 Langkah Pajak Berkeadilan Gender
UMY Siapkan Dana Publikasi Jurnal Scopus Q1–Q2, Biaya hingga US$2.000
Danrem 072/Pamungkas Sinergi Bersama UNJAYA Bentuk Generasi Muda Berkarakter dan Berjiwa Patriot
Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air
61 Tahun Mengabdi untuk Desa, STPMD APMD Terus Nyalakan Api Perjuangan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:17 WIB

Ribuan Warga Padati Malioboro, Danrem Saksikan Gelaran Parade Piala Raja HB X

Sabtu, 7 November 2026 - 09:04 WIB

Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama Terpilih ke Senat AS, Pakar UMY Soroti Perubahan Politik Amerika

Jumat, 6 November 2026 - 16:47 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot Pakar UMY, Dinilai Bebani Perempuan Berpenghasilan Rendah

Jumat, 6 November 2026 - 15:34 WIB

Dinamika Muscab ISEI Yogyakarta: Didi Ungguli Empat Ekonom dalam Perhitungan Ketua

Jumat, 6 November 2026 - 14:46 WIB

Pakar UMY Usul PPN Pembalut Dihapus, Tawarkan 5 Langkah Pajak Berkeadilan Gender

Berita Terbaru