BRILink Memberi Kemudahan Masyarakat Dalam Bertansaksi

Minggu, 31 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM – Jakarta. Di Perumahan padat penduduk di kawasan Jalan Kebon Sirih, sekitar satu kilometer dari Tugu Monas di Jakarta Pusat, warga tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan perbankan pada tengah malam sekalipun.

Di tempat ini ada layanan BRILink yang dikelola oleh pedagang kelontong Wahyudin. Namanya Agen Wafa, di Jalan Kebon Sirih RT 014/RW 02, Jakarta Pusat. Wafa, nama anaknya yang kedua untuk diabadikan menjadi nama agen BRILink.

Selain melayani pembeli barang berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari, seperti beras, bumbu masak, sabun, makanan ringan, dan minuman, Wahyudin juga sibuk melayani jasa perbankan dalam berbagai keperluan.

Seperti layaknya kantor bank atau ATM Bank, di meja warung kelontong Wahyudin yang sempit terdapat perlangkapan untuk tarik dan transfer antar bank, BRI-BRI atau BRI ke non-BRI.

Bahkan kata Wahyudin, BRILink juga melayani masyarakat yang tidak punya rekening bank atau kartu ATM sama sekali. “Yang penting mereka tahu alamat tempat agen BRILink terdekat. Nanti uang bisa diterima di agen BRILink terdekat.

Dengan menjadi agen BRILink, Wahyudin bisa melayani setor tunai, tarik tunai, registrasi, bayar listrik, bayar telepon, bayar cicilan, beli pulsa, transfer, dan Top Up BRIZZI.

Memang BRILink didesain sebagai perluasan bank tanpa kantor. Pelaksanaanya diserahkan kepada nasabah yang sudah mendapat sertifikat agen BRILink yang ditunjuk BRI Cabang terdekat.

Agen BRILink melayani transaksi perbankan secara real time online menggunakan fitur EDC miniATM BRI atau BRILink Mobile. Semua transaksi keuangan dikenakan tarif biaya transaksi kepada customer.

Sekali transaksi, kalau mentransfer uang ke sesama rekening BRI dikenakan Rp 5.000. Tetapi jika mentransfer dana untuk rekening bank non-BRI, dikenakan biaya Rp 15.000 per transaksi.

“Biaya transaksi itu menjadi pendapatan bagi agen BRILink dan bank BRI, dengan sistem pembagian
sharing fee,” tutur Wahyudin.

Yang menyenangkan bagi Wahyudin, bukan hanya pendapatan hasil pembagian fee dengan BRI, barang dagangannya juga laku dibanding sebelum menjadi agen BRILink.

“Warga di sini kalau mentransfer atau menarik dana tunai, atau minta layanan perbankan lainnya, banyak yang sambil beli minuman atau makanan. Omset penjualan barang dagangan saya ikut meningkat,” tutur Wahyudin yang sudah menjadi agen BRILink selama dua tahun.

Sebelum menjadi agen BRILink, usaha warung kelontong yang dirintisnya lima tahun lalu, awalnya tidak seperti sekarang ini.

“Sebelumnya pendapatan bersih sekitar Rp 5 juta per bulan, sekarang pendapatan saya sekitar Rp 20 juta per bulan,” kata Wahyudin, pria kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan 32 tahun silam itu.

Karena pendapatannya meningkat, ia pun mulai bisa menabung, serta membeli tanah di kampung halamannya, Wajo.

Ia ingin membeli tanah di Jakarta untuk usaha warung kelontong. Sebuah toko yang dijadikan tempat usaha sekarang ini disewa tahunan oleh Wahyudin. Setahun Rp 50 juta.

Dengan menjadi agen BRILink usahanya sekarang semakin mantap. Jumlah transaksi mencapai 2000 per bulan, nilainya sekitar Rp 1 milyar per bulan.

Agen BRILink sekarang sudah tersebar hingga seluruh Indonesia, hingga pelosok tanah air. Per 31 Mei 2022 jumlah agen BRILink mencapai 560.095 unit, nilai transaksi kotor Rp 529 triliun, dan pendapatan berdasarkan fee Rp 587 miliar.

Agen BRILink kini tersebar mulai tugu Monumen Nasional (Monas) hingga desa-desa di seluruh Indonesia.

Soal waktu pelayanan, kata Wahyudin, jangan khawatir di agen BRILink. “Kapanpun saya layani sampai malam. Kalau kantor bank, malam hari kan tutup. Semua warga di kampung ini sudah tahu layanan BRILink sampai malam. Mereka dapat informasi dari mulut ke mulut,” kata Wahyudin dalam wawancara Jumat sore 29 Juli 2022 di depan kiosnya, di Kebon Sirih Barat, Jakarta Pusat yang ramai.

Ketika wawancara berlangsung, Wahyudin didampingi petugas pendamping BRILink Reki Rezzana Hermawan. Hadir dalam wawancara itu antara lain Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi DKI Iwan Jamaludin. (*)

Berita Terkait

Pastikan Penanganan Bencana Cepat, Kasatgas Tito Tinjau Tanggul Rusak di Pidie Jaya
Percepat Akselerasi Daerah, Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Pertajam Visi dan Kualitas Layanan
Tingkatkan Kecepatan Evakuasi dan Pemulihan, Kasatgas Tito Persilakan Daerah Terdampak Bencana Tetapkan Tanggap Darurat
Percepat Kesejahteraan Wilayah Timur, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Pembangunan Inklusif di Papua
Hadiri Forum Bisnis Paten Indonesia 2026, Gubernur Andra Soni Tekankan Pentingnya Lahirkan Inventor Muda Berdaya Saing
Tekan Inflasi Daerah, Sekjen Kemendagri Instruksikan Pemda Kelancarkan Distribusi dan Kerja Sama Pemasok
Persiapkan IGA 2026, Kemendagri Minta Pemda Dorong Inovasi Berkelanjutan di Lingkungan Birokrasi
Perkuat Pembangunan Daerah, Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Sumbar Susun Strategi Ekonomi Inklusif dan Terukur

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:56 WIB

Pastikan Penanganan Bencana Cepat, Kasatgas Tito Tinjau Tanggul Rusak di Pidie Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 00:51 WIB

Percepat Akselerasi Daerah, Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Pertajam Visi dan Kualitas Layanan

Rabu, 4 November 2026 - 00:46 WIB

Tingkatkan Kecepatan Evakuasi dan Pemulihan, Kasatgas Tito Persilakan Daerah Terdampak Bencana Tetapkan Tanggap Darurat

Rabu, 4 November 2026 - 00:39 WIB

Percepat Kesejahteraan Wilayah Timur, Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Pembangunan Inklusif di Papua

Selasa, 3 November 2026 - 18:29 WIB

Hadiri Forum Bisnis Paten Indonesia 2026, Gubernur Andra Soni Tekankan Pentingnya Lahirkan Inventor Muda Berdaya Saing

Berita Terbaru

OPINI

Kenapa Jendral Listyo Nekad?

Rabu, 4 Nov 2026 - 11:39 WIB