Titik Nol Kilometer Yogyakarta Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Surjan dan Kebaya

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFOCOM, Jogja – Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta akan menjadi panggung kolaborasi budaya antara Paguyuban Pria Bersurjan, Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI), dan Persikindo.
‎
Mereka bersiap menggelar aksi budaya untuk memperkenalkan kembali busana tradisional kepada masyarakat sekaligus menanamkan nilai adab kepada generasi muda.
‎
Perwakilan Paguyuban Pria Bersurjan, Saifudin, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul komunitas, melainkan bagian dari upaya syiar budaya.
‎
Menurutnya, tradisi berpakaian seperti surjan dan kebaya mengandung nilai sejarah serta identitas bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.
‎
“Tujuan kita memang syiar, tapi ini syiar untuk kebudayaan. Harapannya agar sejarah budaya kita tidak hilang dan generasi penerus tidak lupa dengan jati dirinya,” ujar Saifudin.
‎
Ia menambahkan, kegiatan ini juga membawa misi pembinaan karakter bagi anak muda melalui pendekatan budaya. Paguyuban Pria Bersurjan ingin ikut “ngemong” generasi muda agar memahami pentingnya budi pekerti dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎“Kami ingin bersama-sama mengajari anak didik kita, generasi kita, tentang budi pekerti. Inilah yang mensuport kami untuk membuat kegiatan ini,” katanya.
‎
Sementara itu, perwakilan komunitas ibu-ibu berkebaya menyambut baik kolaborasi tersebut.
‎
Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya memperkuat identitas budaya Yogyakarta di tengah arus modernisasi.
‎
“Surjan dan kebaya bukan sekadar pakaian, tetapi simbol kesantunan dan identitas bangsa yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
‎
Ia berharap kegiatan ini mampu mengingatkan masyarakat dan wisatawan bahwa budaya lokal tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.(waw)

Berita Terkait

LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional
UMY Mulai Pembangunan Gedung SMP MSUS di Sleman, Bupati Harda Pastikan Dukungan Pemkab
Peletakan Batu Pertama SMP MSUS, Haedar Nashir Dorong Pendidikan Muhammadiyah Unggul
Bantah Ganggu Rumah Tangga Orang, Yuni Ajukan Hak Jawab dan Minta Verifikasi Ulang Informasi
Perkuat Kinerja Birokrasi, Bupati Sleman Lantik 63 Pejabat dan Ingatkan Komitmen Meritokrasi
Massa Mahasiswa UMY-UII Aksi di DPRD DIY, Bawa Tuntutan Soal MBG dan Hak Asasi Manusia
Dialog Berakhir Buntu: Demo di Gedung DPRD DIY Memanas, Sejumlah Fasilitas Rusak
Tegaskan Klien Tak Bersalah, Kuasa Hukum Layangkan Permohonan Gelar Perkara Khusus ke Polda DIY

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

UMY Mulai Pembangunan Gedung SMP MSUS di Sleman, Bupati Harda Pastikan Dukungan Pemkab

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Peletakan Batu Pertama SMP MSUS, Haedar Nashir Dorong Pendidikan Muhammadiyah Unggul

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Bantah Ganggu Rumah Tangga Orang, Yuni Ajukan Hak Jawab dan Minta Verifikasi Ulang Informasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Perkuat Kinerja Birokrasi, Bupati Sleman Lantik 63 Pejabat dan Ingatkan Komitmen Meritokrasi

Berita Terbaru