Indonesia Sambut Pekan Frankofoni 2026, Dari Konser hingga Workshop Budaya

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jogja – Pekan Frankofoni 2026 resmi digelar meriah di berbagai kota di Indonesia dengan menghadirkan lebih dari seratus acara lintas budaya.
‎
Kegiatan ini melibatkan kedutaan negara anggota Organisation internationale de la Francophonie bersama berbagai mitra budaya.
‎
“Kami ingin menunjukkan bahwa Frankofoni bukan sekadar bahasa, tetapi juga jembatan budaya dunia,” ujar perwakilan panitia dalam keterangannya.
‎
Pembukaan yang jatuh pada 20 April 2026 memiliki makna simbolis penting karena menandai 200 hari menuju KTT Frankofoni 2026 di Kamboja.
‎
“Momentum ini menegaskan pentingnya kerja sama internasional antarnegara berbahasa Prancis,” kata panitia, Selasa (14/4/2026).
‎
Pekan ini juga menjadi refleksi dari peringatan Hari Internasional Frankofoni yang dirayakan setiap 20 Maret.
‎
Di Indonesia sendiri, geliat Frankofoni terus berkembang dengan lebih dari 60 ribu pelajar bahasa Prancis setiap tahunnya.
‎
“Komunitas ini sangat dinamis dan membuka peluang akademik hingga profesional,” ungkap pihak Institut Français Indonesia.
‎
Jaringan lembaga pendidikan dan budaya pun terus memperkuat eksistensi bahasa Prancis di Tanah Air.
‎
Salah satu sorotan utama datang dari penampilan musisi Tunisia, Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari, melalui konser bertajuk “Avec le Temps”.
‎
“Pertunjukan ini adalah perjalanan musikal yang memadukan budaya Prancis dan Arab,” ujar penyelenggara.
‎
Konser ini dijadwalkan hadir di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.
‎
Perayaan juga bertepatan dengan Hari Kartini pada 21 April, yang di Yogyakarta diisi kegiatan kreatif bertajuk Kartini Play.
‎
“Kami ingin menggabungkan semangat emansipasi dengan inovasi digital,” kata panitia.
‎
Kegiatan ini melibatkan workshop pembuatan gim terinspirasi karya Heri Dono.
‎
Tak hanya itu, Pekan Frankofoni juga menghadirkan beragam agenda mulai dari sinema, kuliner, hingga lomba budaya.
‎
“Seluruh acara terbuka untuk umum dan menjadi ruang eksplorasi budaya global,” jelas pihak penyelenggara.
‎
Masyarakat diajak menikmati keberagaman melalui konser, film, hingga kompetisi yang mempererat hubungan antar bangsa. (waw)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru