RILISINFO.COM, Wonosobo – Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Sumbing. Tim gabungan berjibaku selama tiga hari hingga api berhasil dipadamkan.
Personel Kodim 0707/Wonosobo bersama instansi terkait dan relawan menghadapi medan terjal demi menghentikan kebakaran yang meluas di kawasan pegunungan tersebut.
Perjuangan petugas berlangsung berat. Mereka harus mendaki, menyusuri jalur menanjak, serta menghadapi terik matahari untuk menjangkau sejumlah titik kebakaran.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., memerintahkan Danramil 07/Kalikajar Kapten Kav Sudarmaji memimpin personel membantu pemadaman bersama unsur gabungan.
Instruksi tersebut menjadi langkah koordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran. Seluruh personel bergerak bersama agar kobaran api tidak semakin meluas.
Namun, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Petugas harus bekerja keras menjangkau lokasi terdampak, sementara cuaca panas menambah berat perjuangan pemadaman.
Selama tiga hari, aparat gabungan dan relawan terus berupaya mengendalikan kebakaran. Mereka mengerahkan tenaga demi menyelamatkan kawasan hutan dari kerusakan lebih luas.
Kerja sama lintas instansi akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan pada hari ketiga setelah seluruh unsur menjalankan upaya penanganan secara bersama-sama.
Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto, menyampaikan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak kebakaran di Sumbing.
Luasnya kawasan terdampak menjadi keprihatinan bersama. Kebakaran hutan bukan sekadar persoalan api, melainkan ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem pegunungan.
Dampak kebakaran juga menjadi pengingat bahwa pemadaman membutuhkan sumber daya besar. Petugas harus mengorbankan tenaga, waktu, serta menghadapi tantangan medan yang tidak mudah.
Dandim 0707/Wonosobo menegaskan,
kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Kelestarian lingkungan membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, menjaga hutan tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Langkah pencegahan harus diperkuat agar kebakaran serupa tidak kembali mengancam kawasan Gunung Sumbing.
Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci penting. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran perlu dihindari untuk mencegah kerusakan hutan dan lahan semakin meluas.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 300 hektare itu memperlihatkan besarnya risiko ketika api melanda kawasan hutan. Pencegahan menjadi kebutuhan mendesak bagi semua pihak.
Sinergi aparat, pemerintah, relawan, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga kawasan pegunungan. Kolaborasi tersebut penting, baik saat menangani kebakaran maupun mencegah kejadian serupa.
Pengalaman tiga hari pemadaman juga menunjukkan beratnya tugas petugas di lapangan. Medan terjal menuntut kesiapan personel, koordinasi, serta kerja sama yang kuat.
Keberhasilan memadamkan api patut diapresiasi, tetapi kerusakan lahan tetap menjadi perhatian. Pemulihan lingkungan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu terus diperkuat.
Masyarakat diharapkan ikut menjaga kawasan hutan dengan menghindari tindakan yang berisiko memicu api. Kepedulian sederhana dapat membantu mencegah bencana yang merugikan banyak pihak.
Kebakaran Gunung Sumbing menjadi peringatan tegas bahwa menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan menunggu api membesar untuk menyadari pentingnya melindungi alam.(waw)















