Dugaan Penganiayaan dan Penelantaran Anak, Polisi Tutup Daycare di Umbulharjo

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Penggerebekan tempat penitipan anak di kawasan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) sore, menghebohkan warga.
‎
Aparat dari Polresta Yogyakarta turun langsung setelah muncul dugaan kuat adanya kekerasan dan penelantaran anak di daycare bernama Little Aresha. Lokasi langsung ditutup dan dipasangi garis polisi.
‎
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, membenarkan tindakan tegas tersebut.
‎
“Penggerebekan tempat penitipan anak yang ada penganiayaan dan penelantaran,” ujarnya singkat.
‎
Polisi menyebut penggerebekan dilakukan setelah menerima informasi dan indikasi pelanggaran serius terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut.
‎
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Rizky Adrian, menjelaskan timnya langsung bergerak cepat.
‎
“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara salah, termasuk penelantaran atau kekerasan,” katanya.
‎
Ia menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap fakta lebih dalam.
‎
Salah satu orangtua, Aldewa, mengaku kaget saat mengetahui penggerebekan dari media sosial.
‎
“Saya baca jam 5, ada video anak diikat dan segala macam,” ujarnya. Ia juga mengungkap sempat melihat luka lebam di tubuh anaknya.
‎
“Kemarin dijemput ada luka di kaki, kami kira jatuh, jadi tidak tanya pihak daycare,” katanya.
‎
Tak hanya itu, Aldewa menyebut anaknya menunjukkan tanda trauma.
‎
“Kalau pagi mau berangkat selalu nangis, tapi sampai sana langsung diam,” ungkapnya.
‎
Ia mengaku kini menyesal tidak lebih awal menelusuri kondisi anaknya selama dititipkan di daycare tersebut.
‎
‎Orangtua lain, Khairunisa, juga melaporkan kondisi anaknya yang menurun selama dititipkan.
‎
“Pilek nggak sembuh, batuk sampai muntah, berat badan turun,” ujarnya.
‎
Ia bahkan mengaku tidak diberi tahu saat anaknya demam tinggi. “Demam sampai 39 derajat tidak bilang, baru mengaku setelah kami tanya,” katanya.
‎
Kini ia berharap penggerebekan ini membuka fakta dan memberi keadilan bagi para anak korban. (waw)

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru