Disertasi UMY Ungkap Peran Muhammadiyah Bangun Perdamaian bagi Rohingya

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ujian Terbuka Disertasi  Husni Amriyanto pada Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY

Ujian Terbuka Disertasi Husni Amriyanto pada Program Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY

RILISINFO.COM, Krisis kemanusiaan Rohingya menjadi bukti pentingnya peran aktor non-negara dalam penyelesaian konflik global. Organisasi berbasis agama (faith-based organization) dinilai memiliki ruang strategis untuk membangun perdamaian melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan.

Hal tersebut dipaparkan Husni Amriyanto Putra dalam Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Politik Islam–Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa (12/5). Disertasinya menyoroti peran Muhammadiyah dalam krisis Rohingya sebagai bentuk diplomasi perdamaian alternatif.

Perbedaan Strategi: Pemerintah dan Muhammadiyah

Dalam penelitiannya, Husni menemukan adanya perbedaan pendekatan antara Pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah dalam merespons krisis Rohingya. Pemerintah Indonesia lebih menggunakan non-megaphone diplomacy, yakni diplomasi formal yang cenderung tidak konfrontatif terhadap Myanmar. Sementara itu, Muhammadiyah melalui sebagian tokohnya mendorong sikap yang lebih tegas, meskipun secara kelembagaan tetap bersinergi dengan pemerintah melalui Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

Husni menjelaskan bahwa Muhammadiyah lebih mengedepankan track-two diplomacy, yakni jalur diplomasi nonformal yang berbasis pada relasi sosial dan kemanusiaan tanpa tekanan politik secara langsung.

Peace-Building Melalui Aksi Nyata MDMC dan Lazismu

Muhammadiyah memilih berfokus pada ranah peace-building (membangun perdamaian) dibanding peace-making (perundingan politik). Pendekatan tersebut diwujudkan melalui aksi nyata Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, dan Muhammadiyah Aid melalui layanan kesehatan, distribusi pangan, hingga pemberian bantuan langsung kepada para pengungsi.

Selain itu, Muhammadiyah juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur dengan mendirikan pasar dan sekolah di kawasan pengungsian Bangladesh dan Rakhine State.

Muhammadiyah juga berperan sebagai rujukan moral dengan menjadi jembatan antara pengungsi Rohingya dan masyarakat lokal di Aceh guna meredam resistensi sosial serta disinformasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Muhammadiyah tidak menggunakan megaphone diplomacy, melainkan kegiatan kemanusiaan yang senyap, tetapi manfaatnya terasa nyata,” ujar Husni di hadapan dewan penguji.

Tantangan Koordinasi Internal

Meski memiliki legitimasi kuat dalam gerakan kemanusiaan, Husni juga mencatat adanya tantangan internal dalam tata kelola bantuan Muhammadiyah. Ia menyoroti perlunya penguatan koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antarlembaga, terutama dalam penggalangan dana dan distribusi bantuan.

“Koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar penanganan konflik dan bantuan kemanusiaan berjalan lebih terintegrasi,” tambahnya.

Landasan Kemanusiaan Universal

Husni menegaskan bahwa keterlibatan Muhammadiyah dalam isu Rohingya merupakan wujud nyata Islam yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai prinsip utama.

“Membantu Rohingya bukan semata-mata karena mereka Muslim, tetapi karena ini adalah persoalan kemanusiaan universal,” tegasnya.

Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayyinah, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api
Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana
1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa
Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik
UWM Yogyakarta Kembangkan SDM untuk Membangun Institusi Berkelanjutan
Haedar Nashir Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi Publik
LSP UMY Uji Kompetensi 831 Peserta, Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Serah Terima Jabatan Dandim Yogyakarta: Pangdam Instruksikan Jajaran Waspadai Ancaman Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:09 WIB

1. Zain Maulana Ulas Dinamika Geopolitik di Balik Demonstrasi Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Tantangan Ketahanan Sosial, Pemerintah Diminta Perkuat Pelayanan Publik

Berita Terbaru