Paku Alam X Ajak Jadikan IWFP 2026 Gerakan Moral dan Spiritual Bangsa

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Jogja – Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menghadiri seremonial pelepasan rombongan Bhikkhu dalam agenda Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026 di Kepatihan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2026).
‎
Kegiatan itu menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 yang diikuti peserta dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.
‎
Dalam acara tersebut, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono tampak mendampingi jajaran tokoh budaya dan panitia IWFP 2026 melepas perjalanan damai para Bhikkhu.
‎
Kegiatan lintas negara itu disebut membawa pesan besar tentang toleransi, persaudaraan, dan harmoni antarumat manusia.
‎
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan biasa.
‎
“Indonesia Walk for Peace mengingatkan kita bahwa perdamaian adalah jalan yang harus ditempuh bersama, langkah demi langkah, dengan kesabaran, penghormatan, dan keberanian untuk melihat sesama manusia sebagai saudara sebangsa,” ujarnya dalam sambutan.
‎
Menurut Paku Alam X, Yogyakarta selama ini dikenal sebagai ruang kebudayaan yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman.
‎
“Yogyakarta adalah ruang kebudayaan yang sejak lama belajar merawat harmoni, antara tradisi dan perubahan, antara iman dan ilmu, antara akar lokal dan cakrawala universal,” katanya.
‎
Ia juga menekankan bahwa perdamaian harus dimulai dari sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
‎
“Kedamaian tidak hanya dimulai dari perjanjian besar antarbangsa, tetapi juga dari hati yang bersedia menahan diri, dari lisan yang menjaga martabat, dan dari langkah kecil yang ditempuh dengan niat baik,” tegasnya.
‎
Paku Alam X turut mengajak seluruh peserta menjadikan IWFP 2026 sebagai gerakan moral dan spiritual bagi bangsa.
‎
“Borobudur adalah monumen perjalanan batin manusia dari kegelapan menuju pencerahan,” ucapnya. Ia menambahkan,
‎
“Mari jadikan Indonesia Walk for Peace sebagai seruan batin agar bangsa ini lebih berhati-hati dalam berkata, lebih rendah hati dalam berbeda, dan lebih berani dalam mengasihi.”
‎
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh budaya, panitia IWFP 2026, dan tamu undangan lainnya.

(waw)

Berita Terkait

Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah
Satpol PP Sleman Giatkan Operasi Rokok Ilegal, Pelanggar Dikenakan Denda Rp8 Juta
Pemerintah Pertahankan Tarif PSO, Naik Kereta Jakarta–Jogja Cukup Bayar Rp82 Ribu
Kecelakaan Motor Matik di Dekat SD Kanisius Gayam Sempat Buat Warga Sekitar Berkerumun
Heboh Api dan Asap Keluar dari Dalam Tanah di Munthuk, DLH Bantul Teliti Potensi Gas Alam
Menggali Sejarah Seni Rupa, Museum Affandi Telusuri Arsip Catatan Harian Affandi Sejak 1953
Identitas Kerangka Manusia Pajangan Terungkap Usai Pihak Keluarga Kenali Struktur Gigi
Kebakaran di Gunung Sumbing Capai 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Turun Tangan Padamkan Api

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Kasus Obesitas Anak Indonesia Diproyeksikan Meningkat, Pakar UMY Ingatkan Peran Keluarga dan Sekolah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Satpol PP Sleman Giatkan Operasi Rokok Ilegal, Pelanggar Dikenakan Denda Rp8 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemerintah Pertahankan Tarif PSO, Naik Kereta Jakarta–Jogja Cukup Bayar Rp82 Ribu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kecelakaan Motor Matik di Dekat SD Kanisius Gayam Sempat Buat Warga Sekitar Berkerumun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Heboh Api dan Asap Keluar dari Dalam Tanah di Munthuk, DLH Bantul Teliti Potensi Gas Alam

Berita Terbaru