Akademisi Untirta Nilai Pertumbuhan Ekonomi Banten 2025 Capai Rekor Tertinggi Pasca Pandemi

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Kota Serang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi Banten triwulan IV tahun 2025 naik 2,22 persen, sehingga tumbuh menjadi 5,64 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara ekonomi Banten pada tahun 2025 tumbuh 5,37 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 4,79 persen.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Hady Sutjipto menilai pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 yang mencapai 5,37 persen merupakan capaian positif dan menjadi yang tertinggi pada periode pasca pandemi.

“Ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama pasca pandemi,” ungkap Hady pada Kamis (5/2/2026).

Hady menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Banten secara tahunan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,79 persen. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kinerja ekonomi yang konsisten tumbuh positif di setiap triwulan sepanjang tahun 2025. Meski pada Triwulan III 2025 mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, namun kembali meningkat pada Triwulan IV 2025 yang mencapai 5,64 persen.

“Jika kita perhatikan pertumbuhan triwulanan dari Triwulan I hingga Triwulan IV, seluruhnya menunjukkan tren positif. Bahkan pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,64 persen, menjadi yang tertinggi dan berkontribusi besar terhadap capaian tahunan,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor siklus tahunan, seperti peningkatan realisasi belanja APBN dan APBD, optimalisasi kapasitas produksi dunia usaha, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru yang mendorong sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi lainnya.

Sedangkan dari sisi investasi, ada peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan IV turut memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian. Bahkan, secara pertumbuhan tahunan atau year-on-year, investasi di Banten tumbuh hingga 108,95 persen atau Rp130,2 triliun.

“Selain investasi, sektor konstruksi juga menjadi salah satu pendorong utama, terutama melalui pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol, stasiun, kawasan industri, dan lainnya,” ujarnya.

Ia memaparkan, struktur ekonomi di Banten sebetulnya masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Tapi, ada beberapa faktor yang bisa mendorong pertumbuhan, misalnya dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Beberapa program, menurutnya, perlu diapresiasi, salah satunya pembangunan infrastruktur. Ia mengapresiasi program seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang membuka akses infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya di wilayah Lebak dan Pandeglang sebagai lumbung pertanian.

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan olehnya dinilai akan memperlancar distribusi hasil panen, meningkatkan nilai tambah, serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan pengurangan kemiskinan.

“Mudah-mudahan ini dapat memperlancar distribusi hasil-hasil panen, yang tentu diharapkan bisa memberikan nilai tambah ataupun meningkatkan pendapatan para petani,” jelasnya.

Ia juga menilai program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, SKh swasta memberikan dampak positif terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah, angka partisipasi pendidikan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Banten.

“Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial dan sebagainya, ini juga diharapkan bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah, kemudian juga angka partisipasi sekolah, termasuk meningkatkan IPM,” imbuhnya.

Dari sisi investasi ke depan, Hady berharap Pemprov Banten dapat lebih mendorong masuknya investasi yang bersifat padat karya, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja secara lebih signifikan.

“Penguatan infrastruktur dan pemerataan investasi, terutama di sektor padat karya, diharapkan dapat menjadi stimulus berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi Banten sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (nr)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Perketat Keamanan, Rutan Serang Gelar Razia Gabungan Bersama TNI-Polri dan BNN
Wagub Banten Dimyati Ajak Orang Tua Kenalkan Catur untuk Kurangi Ketergantungan Gawai
Wagub Banten Dimyati Tegaskan Peran Dai dalam Memperkuat Keimanan dan Pemahaman Syariat
Dimyati Apresiasi Kontribusi Pengusaha Asal Pariaman dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Wagub Dimyati Ajak Warga Berdoa agar Banten Dijauhkan dari Bencana
Pencarian Arupadhatu I Berakhir Setelah 10 Hari, Andra Soni Apresiasi Relawan di Selat Sunda
Wagub Banten Dimyati Soroti Batas Usia Kewarganegaraan dalam RUU HPI
Didampingi Gubernur Banten Andra Soni, Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat PTBI

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:36 WIB

Perketat Keamanan, Rutan Serang Gelar Razia Gabungan Bersama TNI-Polri dan BNN

Minggu, 20 September 2026 - 17:15 WIB

Wagub Banten Dimyati Ajak Orang Tua Kenalkan Catur untuk Kurangi Ketergantungan Gawai

Minggu, 20 September 2026 - 08:06 WIB

Wagub Banten Dimyati Tegaskan Peran Dai dalam Memperkuat Keimanan dan Pemahaman Syariat

Sabtu, 19 September 2026 - 19:31 WIB

Dimyati Apresiasi Kontribusi Pengusaha Asal Pariaman dalam Penyerapan Tenaga Kerja

Sabtu, 19 September 2026 - 14:40 WIB

Wagub Dimyati Ajak Warga Berdoa agar Banten Dijauhkan dari Bencana

Berita Terbaru