RILISINFO.COM, YOGYAKARTA – Tiga tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih penghargaan dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026. Tim Electric Remote Control (ERC) memperoleh Juara II, sedangkan Tim Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK) serta Tim Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) masing-masing meraih Juara Harapan I.
Rangkaian KKI 2026 diselenggarakan pada 13–17 September 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau. Kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut diikuti 129 tim dari 52 perguruan tinggi di Indonesia.
Tim ERC UMY yang meraih Juara II dibimbing oleh Dr. Muhamad Yusvin Mustar, S.T., M.Eng. Sementara itu, Tim ISPK dibimbing Rama Okta Wiyagi, S.T., M.Eng., Ph.D., sedangkan Tim ROV berada di bawah bimbingan Noor Pratama Apriyanto, S.T., M.Eng.
Capaian ketiga tim tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa UMY dalam mengembangkan teknologi kapal dan robotika bawah air untuk mendukung kemajuan sektor maritim Indonesia.
ISPK UMY Kembangkan Sistem Balas Elektronik
Dosen pembimbing Tim ISPK UMY, Rama Okta Wiyagi, menjelaskan bahwa inovasi utama yang dikembangkan timnya adalah sistem balas elektronik. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menjaga keseimbangan kapal secara otomatis.
Sistem itu merespons perubahan posisi titik berat kapal atau center of gravity agar stabilitas kapal tetap terjaga ketika beroperasi.
“Kami mengembangkan sistem balas elektronik untuk menjaga keseimbangan kapal ketika terjadi pergeseran center of gravity atau titik berat,” ujar Rama saat dihubungi secara daring pada Senin (21/9).
Menurut Rama, pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa UMY menghadirkan desain kapal yang tidak hanya memenuhi tantangan kompetisi, tetapi juga memiliki landasan rekayasa yang kuat.
ROV UMY Hadirkan Robot Bawah Air Hidrodinamis
Tim ROV UMY mengembangkan robot bawah air yang dirancang untuk menjalankan sejumlah misi di dalam air. Dalam kompetisi, robot tersebut dituntut mampu menemukan, memindai, mengambil, dan memindahkan objek ke lokasi yang telah ditentukan.
Dosen pembimbing Tim ROV UMY, Noor Pratama Apriyanto, menjelaskan bahwa setiap divisi dalam KKI memiliki karakteristik teknologi dan tantangan yang berbeda.
“ROV merupakan remotely operated underwater vehicle atau kendaraan bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh. Dalam kompetisi, robot tersebut memiliki misi mengambil benda di bawah air, memindainya, kemudian meletakkannya di tempat tertentu,” jelas Noor.
Menurutnya, keunggulan ROV UMY terletak pada rancangan hidrodinamis yang membuat robot lebih lincah bergerak di dalam air. Tim juga memperkuat sistem kedap air agar robot dapat beroperasi dalam waktu yang lebih lama.
“Inovasinya terutama terletak pada desain hidrodinamis sehingga robot dapat bergerak lincah di dalam air dan lebih cepat mengambil objek. Hal penting lainnya adalah meminimalkan risiko kebocoran agar robot dapat beroperasi dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Disiplin Perkuat Inovasi
Prestasi tim kapal UMY dalam KKI 2026 tidak terlepas dari kolaborasi dosen pembimbing, mahasiswa, pengelola program studi, laboratorium, dan Direktorat Kemahasiswaan UMY.
Pengembangan teknologi kapal dan robot bawah air tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah disiplin ilmu. Berdasarkan hasil kompetisi, tiga tim UMY merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknologi Elektromedis, dan Agroteknologi.
“Banyak pihak yang terlibat, mulai dari Direktorat Kemahasiswaan yang melakukan pendampingan secara intensif hingga pengelola program studi yang memberikan dukungan kepada mahasiswa,” kata Noor.
Kolaborasi tersebut diperkuat dengan pemanfaatan fasilitas laboratorium untuk mengembangkan dan memproduksi komponen robot. Tim ROV, misalnya, memanfaatkan pencetak tiga dimensi atau pencetak 3D untuk membuat sejumlah komponen utama.
“Di Laboratorium Teknologi Elektromedis, kami memiliki dua unit pencetak 3D yang digunakan Tim ROV untuk membuat komponen utama, seperti thruster atau pendorong robot,” ungkap Noor.
Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci
Rama menjelaskan bahwa pembinaan tim kapal UMY dilakukan secara berkelanjutan karena KKI merupakan kompetisi tahunan. Persiapan menjadi semakin intensif setelah panduan dan peraturan kompetisi diumumkan.
Pendampingan dilakukan melalui diskusi, evaluasi desain, pembuatan prototipe, dan pengujian teknologi. Setiap hasil pengujian menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan rancangan sebelum kompetisi berlangsung.
“Pada dasarnya, KKI merupakan kompetisi tahunan. Karena itu, proses pembinaan dan pendampingan tim dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Rama.
Tim ROV juga menjalani proses panjang sejak pembentukan tim, penyusunan desain, pembuatan komponen, hingga pengujian robot.
“Kami banyak berdiskusi, baik dengan tim mekanik maupun tim perangkat lunak. Desain robot juga kami tentukan dan kembangkan bersama-sama,” kata Noor.
UMY Dorong Pengembangan Teknologi Maritim
Capaian ketiga tim dalam KKI 2026 menunjukkan pentingnya pembinaan berkelanjutan dalam pengembangan inovasi berbasis riset mahasiswa. Proses tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan kolaborasi lintas disiplin.
Rama berharap dukungan terhadap kegiatan kompetisi dan pengembangan teknologi mahasiswa terus diperkuat. Dukungan tersebut diperlukan sejak proses perancangan, pembuatan prototipe, pengujian, hingga pelaksanaan kompetisi.
“Dukungan tidak hanya diperlukan mahasiswa, tetapi juga dosen pembimbing karena mendampingi tim dalam kompetisi membutuhkan waktu, tenaga, dan komitmen yang besar,” ujar Rama.
Melalui capaian di KKI 2026, mahasiswa UMY menunjukkan kemampuannya menghadirkan inovasi kapal dan robotika bawah air sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan teknologi maritim nasional. (gla)
Sumber : humas umy















