RILISINFO.COM, Joga – Pariwisata DIY tak cukup hanya mengandalkan destinasi cantik. ASPPI DIY mulai memasang target baru: SDM diperkuat, desa wisata didampingi, publikasi digas.
Gebrakan tersebut mengemuka dalam Rakerda ASPPI DIY di Hotel Ros-In Yogyakarta, Kamis (1/10/2026), yang menjadi momentum menyusun agenda organisasi.
Forum ini mempertemukan pelaku dan pemangku kepentingan pariwisata dari berbagai daerah, termasuk Dinas Pariwisata DIY, Sleman, Bantul, Gunungkidul, hingga organisasi pariwisata lainnya.
Pembukaan berlangsung semarak dengan pertunjukan tari tradisional, kemudian dilanjutkan pemukulan gong oleh perwakilan Dinas Pariwisata DIY sebagai tanda dimulainya Rakerda.
Arif Sufiantoro mewakili Kepala Dinas Pariwisata DIY menyebut penguatan SDM menjadi pekerjaan penting menghadapi perubahan industri pariwisata yang semakin cepat dan dinamis.
“Sinergi antara ASPPI dan pemerintah daerah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata,” kata Arif dalam forum tersebut.
Tak hanya SDM, Arif juga mendorong pelaku pariwisata mulai serius memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI dalam aktivitas pariwisata.
“Pemanfaatan teknologi digital dan AI harus menjadi perhatian,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya legalitas serta kompetensi pramuwisata di DIY.
Menurutnya, pelestarian budaya Yogyakarta juga tidak boleh ditinggalkan ketika industri pariwisata bergerak semakin modern dan berbasis teknologi digital.
“Aspek keselamatan wisatawan juga harus menjadi perhatian,” tegas Arif dalam Rakerda ASPPI DIY tersebut di hadapan peserta dan pemangku kepentingan.
Sementara itu, Robertus Wahyu Wuryanto yang mewakili Ketua Umum DPP ASPPI menyoroti pengembangan desa dan kampung wisata secara berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi kunci pengembangan desa dan kampung wisata,” ujar Robertus, seraya mengingatkan pelaku usaha menjaga persaingan tetap sehat.
Robertus juga menekankan penggunaan pramuwisata bersertifikat serta peningkatan keamanan transportasi wisata untuk memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada wisatawan.
Ketua ASPPI DIY Aloysius Kristiargo menegaskan organisasi tidak akan berjalan sendiri dalam menjalankan agenda pariwisata di DIY.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun lima kabupaten dan kota di DIY,” kata Aloysius.
Ia menyebut pengembangan desa wisata, sertifikasi, platform digital organisasi, promosi, hingga fam trip menjadi fokus yang akan didorong ASPPI DIY.
Dalam sidang komisi, peserta Rakerda kemudian mengunci sejumlah program strategis, termasuk pelatihan pemasaran digital, pemanfaatan AI, perpajakan, serta penguatan keanggotaan.
Pendampingan desa wisata juga masuk agenda resmi organisasi. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelola sekaligus tata kelola destinasi secara berkelanjutan.
Di bidang kegiatan, ASPPI DIY menetapkan fam trip atau team building satu kali setahun, JITEX setiap April, pendampingan desa wisata, serta program charity.
Program charity dijadwalkan berlangsung selama Ramadan dan momentum sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar destinasi pariwisata.
Yang tak kalah menarik, ASPPI DIY mulai menggeber publikasi. Setiap kegiatan organisasi akan didokumentasikan dan disebarluaskan melalui berbagai kanal media sosial.
“Publikasi dan hubungan media menjadi salah satu prioritas organisasi,” demikian arah kesepakatan Rakerda ASPPI DIY dalam memperkuat komunikasi publik.
ASPPI DIY juga menyiapkan konferensi pers berkala serta media gathering ketika menggelar agenda besar seperti JITEX untuk memperluas jejaring dan informasi pariwisata.
Hasil Rakerda akhirnya menjadi pijakan ASPPI DIY memperkuat profesionalisme pelaku pariwisata, mendampingi destinasi, serta mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.(waw)















