RILISINFO.COM, Cilegon – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Al-Khairiyah Bekasi mengikuti seluruh rangkaian Muktamar XI Al-Khairiyah hingga selesai. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyampaikan aspirasi daerah, serta mendukung kemajuan Al-Khairiyah ke depan.
Muktamar XI Al-Khairiyah digelar di Pusat Pendidikan Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon. Pada pembukaan, Jumat (16/10/2026), Gubernur Banten Andra Soni hadir dan mengapresiasi peran Al-Khairiyah dalam mengembangkan pendidikan, membina umat, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah Ali Mujahidin menegaskan tiga landasan pergerakan dakwah organisasi, yakni meneguhkan akidah dan tauhid umat, mengembangkan syariat, serta membangun akhlak untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik.
Keikutsertaan DPD Al-Khairiyah Bekasi dalam forum tertinggi organisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya merumuskan program kerja PB Al-Khairiyah periode 2026–2031. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendorong kemajuan Al-Khairiyah secara berkelanjutan.
Sekretaris Umum DPD Al-Khairiyah Bekasi, Sopian Anwar, M.Pd., mengatakan bahwa partisipasi pihaknya dalam muktamar bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menyampaikan aspirasi daerah dalam menentukan arah kebijakan organisasi.
“Melalui Muktamar XI ini, kami berharap kepengurusan PB Al-Khairiyah periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan baik, menjaga persatuan organisasi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan dakwah Islam,” ujar Sopian.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu menyusun dan merealisasikan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap Al-Khairiyah semakin maju dan berkembang, serta mampu memperluas kontribusinya bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan,” tambahnya.
Muktamar XI Al-Khairiyah ditutup dengan dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Bupati Serang. Dalam acara penutupan tersebut, Ketua PB Al-Khairiyah terpilih periode 2026–2031 turut menyampaikan sambutan.
Muktamar ini menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan komitmen bersama dalam membawa Al-Khairiyah menuju masa depan yang lebih baik. Berbagai gagasan dan keputusan yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan bagi penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pendidikan serta dakwah.(*)
Satria – Setia – Bakti















