Fenomena WNI Jadi Tentara Asing Dinilai Langgar Prinsip Loyalitas Kewarganegaraan

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Sleman – Fenomena warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung sebagai tentara asing dinilai menimbulkan persoalan serius dalam aspek hukum tata negara, kewarganegaraan, dan etika kenegaraan.
‎
Dosen Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Bagus Anwar Hidayatulloh, menyebut isu ini tidak bisa dipersempit sebagai pilihan kerja individu semata.
‎
“Ini menyangkut prinsip dasar kewarganegaraan, yakni loyalitas kepada negara,” kata Bagus saat ditemui di Kampus Terpadu UWM, Selasa (29/1/2026).
‎
Menurut Bagus, dalam konsep negara modern, kewarganegaraan tidak hanya melahirkan hak, tetapi juga kewajiban fundamental berupa kesetiaan.
‎
“Ketika seorang WNI secara sukarela bergabung dengan angkatan bersenjata negara lain, maka terjadi pergeseran loyalitas politik dan militer,” ujarnya.
‎
Ia menegaskan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, terutama jika negara tempat WNI itu mengabdi memiliki agenda politik atau keamanan yang bertentangan dengan Indonesia.
‎
Dari perspektif hukum positif, Bagus menjelaskan militer merupakan instrumen kekuasaan negara yang berkaitan langsung dengan kedaulatan dan pertahanan nasional.
‎
Karena itu, status WNI yang menjadi tentara asing memiliki konsekuensi hukum berbeda dengan pekerja migran sipil.
‎
“Negara harus tegas membedakan antara migrasi tenaga kerja dan pengabdian bersenjata kepada negara lain. Keterlibatan dalam militer asing bukan aktivitas sipil biasa,” katanya.
‎
Meski demikian, Wakil Dekan I Fakultas Hukum UWM itu mengingatkan agar negara tidak semata mengedepankan larangan dan sanksi.
‎
Ia menilai perlu ada pembacaan lebih dalam atas faktor struktural yang mendorong fenomena ini.
‎
“Persoalan ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, ketimpangan kesejahteraan, hingga minimnya ruang pengabdian di dalam negeri kerap menjadi latar belakang,” ujarnya.
‎
Menurut dia, fenomena ini adalah cermin tantangan negara dalam menjamin keadilan dan kesejahteraan warga.
‎
Bagus juga menyoroti rendahnya literasi hukum kewarganegaraan di masyarakat.
‎
Ia menyebut banyak WNI tidak memahami implikasi hukum bergabung dengan militer asing, termasuk risiko kehilangan kewarganegaraan dan ancaman pidana.
‎
“Ketika edukasi hukum tidak berjalan optimal, pelanggaran sering terjadi bukan karena niat jahat, melainkan ketidaktahuan yang sistemik,” katanya.
‎
Ia menutup dengan menegaskan, “Negara yang kuat bukan hanya negara yang mampu menghukum, tetapi negara yang mampu memastikan warganya tidak kehilangan alasan untuk setia.”(Waw)

Berita Terkait

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY
Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14
Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa
Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi
Diduga Percikan Stop Kontak, Rumah Warga di Gamping Sleman Terbakar Pagi Hari!
Aniaya Anak di Daycare, Pengasuh di Jogja Dituntut 10 Tahun Penjara: Penderitaan Korban Tak Terbayarkan!
Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi

Berita Terbaru