RILISINFO.COM, JOGJA – Karnaval pelajar mengguncang suasana Kota Yogyakarta, Rabu (30/9/2026), menyemarakkan peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB serentak di masing-masing kemantren, mengusung semangat budaya, pendidikan, serta pelestarian tradisi keistimewaan Yogyakarta.
Salah satu sekolah yang ikut ambil bagian ialah SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan, dengan ratusan pelajar tampil mengikuti karnaval.
Kepala SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan, Ki Rosidi, mengatakan sekitar 118 siswa mengikuti kegiatan tersebut bersama guru pendamping.
“Untuk hari ini kita mengadakan karnaval. Tadi bersama-sama dibuka oleh Ibu Retno,” kata Ki Rosidi.
Ibu Retno yang dimaksud ialah Retno Puryaningsih, S.Pd., M.Pd., pengawas sekaligus pembina dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.
Menurut Ki Rosidi, antusiasme siswa terlihat sejak kegiatan dimulai. Mereka mengikuti rangkaian karnaval dengan penuh semangat.
“Siswa-siswa itu sangat antusias,” ujar Ki Rosidi saat menjelaskan suasana karnaval pelajar tersebut.
Kemunculan gunungan menjadi salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam rangkaian karnaval di lingkungan sekolah tersebut.
Gunungan itu dikirab bersama pelajar dan guru sebelum akhirnya diperebutkan siswa-siswi sebagai bagian dari tradisi yang menyemarakkan kegiatan.
“Tadi ada gunungan siswa dan Bapak Ibu Guru juga mendampingi, mengikuti,” tutur Ki Rosidi.
Ia menjelaskan, kirab pawai gunungan menjadi bagian menarik dari kegiatan yang menggabungkan pendidikan dengan tradisi budaya Yogyakarta.
“Tadi seperti kita lihat, ada kirab pawai gunungan, setelah itu gunungannya diperebutkan kepada siswa-siswi,” katanya.
Karnaval tersebut bukan sekadar parade pelajar. Kegiatan itu menjadi bagian rangkaian perayaan ulang tahun Kota Yogyakarta yang memasuki usia 270 tahun.
“Ini karnaval dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta yang ke-270,” tegas Ki Rosidi.
Tema yang diangkat menonjolkan semarak budaya, pendidikan, sekaligus pelestarian tradisi keistimewaan Yogyakarta di kalangan generasi muda.
Bagi sekolah, keterlibatan pelajar menjadi ruang untuk mengenalkan budaya lokal melalui pengalaman langsung, bukan sekadar pembelajaran di ruang kelas.
Ki Rosidi menyebut jumlah siswa yang mengikuti karnaval dari SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan mencapai sekitar 118 orang.
“Kalau siswa kita itu tadi yang ikut 118 kurang lebih,” ungkapnya.
Para siswa tidak berjalan sendiri. Guru turut mendampingi, meski tidak seluruh tenaga pendidik dapat mengikuti kegiatan karena memiliki sekolah induk berbeda.
“Guru kita ada yang induknya tidak di Taman Dewasa,” jelas Ki Rosidi.
Sebagian guru tersebut tercatat memiliki sekolah induk lain sehingga harus mengikuti kegiatan karnaval yang berlangsung bersamaan di sekolah masing-masing.
“Jadi ada yang induknya di sekolah lain, pas berbarengan dengan karnaval di sekolah lain,” katanya.
Kegiatan karnaval berlangsung dalam lingkup kemantren sehingga jadwal pelaksanaannya menyesuaikan wilayah masing-masing di Kota Yogyakarta.
“Karena ini lingkupnya kecamatan atau kemantren,” ujar Ki Rosidi.
Untuk wilayah Kemantren Mergangsan, karnaval pelajar digelar pada Rabu, 30 September 2026, menjadi bagian semarak HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Di tengah parade tersebut, pelajar tidak hanya menjadi peserta. Mereka menjadi wajah generasi muda yang ikut menjaga denyut budaya Yogyakarta.
Karnaval akhirnya menjadi panggung sederhana namun bermakna: pendidikan, tradisi, dan semangat kebersamaan bertemu dalam satu perayaan Kota Yogyakarta. (ady)















