Kecelakaan Kereta Api di Bantul, Lansia Meninggal Dunia di Perlintasan Rel

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Bantul – Peristiwa kecelakaan maut terjadi di perlintasan rel kereta api kawasan Tegal Ijo, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Selasa (27/1/2026) siang.
‎
Seorang wanita lanjut usia berinisial LS (64), warga Sidorejo, Godean, Sleman, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Gaya Baru relasi Gubeng–Jakarta.
‎
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan peristiwa tersebut.
‎
Ia mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.25 WIB saat korban hendak menyeberangi jalur rel kereta api.
‎
“Benar, telah terjadi kecelakaan kereta api yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” ujar Rita, Selasa sore.
‎
Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian korban diketahui berkunjung ke rumah rekannya yang berada di sisi selatan rel untuk mempersiapkan agenda arisan pensiunan.
‎
“Korban kemudian berniat menuju rumah rekan lainnya di sisi utara rel,” kata Rita.
‎
Saat korban menyeberang, lanjut Rita, KA Gaya Baru melaju dari arah timur ke barat. Jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat korban tidak sempat menghindar.
‎
“Karena jarak sudah dekat, benturan tidak dapat dihindarkan,” jelasnya.
‎
Akibat benturan keras tersebut, korban terpental dan jatuh ke parit di samping jalur rel.
‎
Warga yang melihat kejadian itu langsung melapor ke Polsek Kasihan.
‎
“Petugas segera ke lokasi dan berkoordinasi dengan Inafis, PMI Bantul, serta Puskesmas Kasihan 2,” imbuh Rita.
‎
Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
‎
“Korban dinyatakan meninggal dunia dan atas permintaan keluarga, jenazah dievakuasi ke RS Panti Rapih,” ujarnya.
‎
Polisi mengimbau masyarakat lebih waspada saat melintasi jalur kereta api, terutama perlintasan tanpa palang pintu.
‎
“Pastikan benar-benar aman, tengok kanan-kiri sebelum melintas agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Rita.

(waw)

Berita Terkait

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY
Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14
Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa
Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi
Diduga Percikan Stop Kontak, Rumah Warga di Gamping Sleman Terbakar Pagi Hari!
Aniaya Anak di Daycare, Pengasuh di Jogja Dituntut 10 Tahun Penjara: Penderitaan Korban Tak Terbayarkan!
Serangan Houthi ke Arab Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Harga Minyak dan Perjalanan Umrah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta untuk Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Wujud Apresiasi Prestasi! Pemkab Sleman Kucurkan Rp46,6 Juta untuk Atlet & Pelatih Peparpeda DIY

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Lawan Trend Kukus! Sentra Pathuk Siap Bagikan 27 Ribu Bakpia Panggang Gratis di Bakpia Day #14

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Resmikan Sanggar Punokawan 2, Susanto Dorong Generasi Muda Rawat Seni Gamelan Jawa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Sinergi TNI AU dan Pemkab Sleman Optimalkan Lahan Produktif Seluas 8.000 Meter Persegi

Berita Terbaru