Kementerian Ekraf Harap Kolaborasi Internasional Makin Terbuka Lewat B57+ Asia Pacific Chapter

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jakarta, 22 April 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mendorong kolaborasi dengan B57+ (Business 57 Plus) agar pelaku ekonomi kreatif mampu menembus pasar global melalui penguatan kekayaan intelektual dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Ekraf menilai B57+ sebagai forum yang selaras dengan komitmen Kementerian Ekraf.

“Kaitannya nanti bagaimana kita berkolaborasi dengan B57+ Indonesia termasuk bisa mulai dari akses pendanaan, akses pasar, fasilitasi untuk akses pasar, fasilitasi untuk akses meningkatkan talenta. Kami mengharapkan dengan berkolaborasi bersama B57+ membantu mendukung _brand_ Indonesia untuk _go global_,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri acara Halal Bihalal B57+ Asia Pacific Chapter di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (22/4).

Forum B57+ ini merupakan inisiatif kolaboratif di bawah naungan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) yang berfokus pada penguatan jejaring pelaku usaha dan pemangku kepentingan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi berbasis halal. Menteri Ekraf menambahkan, penguatan _local hero, local brand_, serta kekayaan intelektual dari daerah menjadi langkah penting untuk mendorong lahirnya _national champion_ yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Di tempat yang sama Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa momentum halal bihalal ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan sebagai penguatan persaudaraan ekonomi umat dalam konteks global.

“Indonesia tetap kokoh di posisi ketiga besar dunia dan mungkin dalam waktu tidak lama akan naik ke puncak. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai spiritualitas yang kita jaga berkorelasi positif dengan kredibilitas ekonomi kita. Menurut data proyeksi 2026, ekonomi halal global diperkirakan bernilai lebih dari USD 3 triliun. Kita tidak bisa lagi melihat ekonomi halal hanya dari perspektif ibadah. Ini adalah industri raksasa. semoga bisa menjadikan Indonesia sebagai jajar ekonomi syariah di kawasan Asia Pasifik bahkan di dalam dunia internasional,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Umum B57+ Asia Pacific Chapter, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya kolaborasi di tengah dinamika global yang semakin kompleks, terutama dalam memanfaatkan potensi ekonomi halal yang terus berkembang.

“B57+ misinya sederhana, tapi penuh ambisi. Menerjemahkan kekuatan bersama menjadi kemakmuran bersama. Hal ini dicapai melalui perdagangan, investasi, konektivitas bisnis yang konkret. Dan melalui B57+ Indonesia mengambil peran sebagai jembatan, jembatan of leadership atau kepemimpinan kerja sama ekonomi halal di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam forum ini, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi internasional semakin terbuka, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis halal di tingkat global.

Turut hadir mendamping Menteri Ekraf, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Diduga Salahgunakan Surat Perintah Undercover, Kasat Reskrim dan 10 Penyidik Polres Tanjung Priok Dilaporkan ke Propam
Pimpin Kemenkeu, Suahasil Nazara Tegaskan Komitmen Jaga Keuangan Negara
KPK Buka Lagi Peluang Periksa Muhammad Suryo, Setelah Lima Bulan Mangkir
The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Hadirkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas
Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Masih Aktif di Karirhub
Tim Masda Jabar dan BIN Bahas Penguatan Pendekatan Budaya da-lam Pembangunan SDM
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Kenalkan Kekayaan Arsitektur dan Budaya Lampung

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Diduga Salahgunakan Surat Perintah Undercover, Kasat Reskrim dan 10 Penyidik Polres Tanjung Priok Dilaporkan ke Propam

Senin, 14 September 2026 - 20:00 WIB

Pimpin Kemenkeu, Suahasil Nazara Tegaskan Komitmen Jaga Keuangan Negara

Senin, 14 September 2026 - 14:07 WIB

KPK Buka Lagi Peluang Periksa Muhammad Suryo, Setelah Lima Bulan Mangkir

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Hadirkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas

Minggu, 13 September 2026 - 09:54 WIB

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Masih Aktif di Karirhub

Berita Terbaru