Tim Masda Jabar dan BIN Bahas Penguatan Pendekatan Budaya da-lam Pembangunan SDM
RILISINFO.COM, Jakarta – Ketua Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat, Abah Anton Charliyan memimpin rombongan melakukan kunjungan silaturahmi ke Badan Intelijen Negara (BIN), Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Rombongan Masda Jabar diterima langsung oleh Sekretaris Utama (Ses-tama) BIN Letjen TNI Rafael Granada Baay bersama sejumlah pejabat BIN.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Masda Jabar membahas pentingnya pendekatan budaya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan masyarakat, serta peluang kerja sama antara komunitas budaya dan BIN.
Turut hadir dalam rombongan Masda Jabar, antara lain Bunda Ully Si-gar Rusadi selaku Ketua I, Bunda RR Okky Yudahanegara selaku Ketua II, Bunda Anita Fitria, S.H., M.H. dari Biro Hukum, drg. Rahma Nur Agnitya dari Biro Kesehatan, H. Mulyadi, S.E. dari Biro Ekonomi dan Pertanian, serta Sularno, S.H. dari Biro Humas.
Dalam audiensi tersebut, Abah Anton menjelaskan bahwa Majelis Adat Sunda merupakan salah satu wadah masyarakat Sunda yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, masyarakat Sunda tidak hanya berada di Jawa Barat, tetapi juga tersebar di Banten, DKI Jakarta, dan berbagai wilayah Nusantara.
Anton menilai pendekatan budaya perlu mendapat perhatian dalam berbagai aspek pembangunan, khususnya pembangunan SDM. Pen-dekatan tersebut dinilai lebih mudah diterima masyarakat karena memperhatikan adat, tradisi, serta karakter budaya di setiap daerah.
“Dalam pembangunan SDM, pendekatan budaya merupakan pola yang tepat dan dapat diterima masyarakat di mana pun. Cultural approach lebih mengedepankan rasa, selain pertimbangan rasional,” ujar Anton.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki ribuan etnis dengan keragaman budaya dan adat istiadat. Karena itu, pola pemberdayaan masyarakat perlu disesuaikan dengan karakteristik budaya masing-masing daerah.
Menurut Anton, kekuatan budaya juga dapat menjadi salah satu modal sosial dalam mencegah dan mengantisipasi paham radikalisme, intoler-ansi, serta berbagai paham kekerasan yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Diharapkan pembangunan SDM ke depan lebih memprioritaskan pen-dekatan budaya,” katanya.
Dorong Kerja Sama Konkret
Selain membahas pendekatan budaya, Anton juga menyampaikan harapan agar terbangun kerja sama konkret antara BIN dan Masda Jabar.
Ia menyebut jaringan komunitas budaya Masda Jabar yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara siap berkontribusi dalam kegiatan pem-berdayaan masyarakat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap ada kerja sama konkret di lapangan antara BIN dan Masda Jabar. Melalui komunitas budaya di berbagai daerah, kami siap membantu apabila diperlukan,” ungkap Anton.
Menanggapi hal tersebut, Sestama BIN Letjen TNI Rafael Granada Baay menyambut baik gagasan yang disampaikan Masda Jabar.
Rafael menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi pengingat pentingnya pendekatan budaya dalam pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk dalam membangun komunikasi dengan komunitas masyara-kat, seni, adat, dan tradisi setempat.
Ia juga menyatakan akan mengingatkan jajaran BIN daerah mengenai pentingnya pendekatan budaya dalam rangka pemberdayaan masyara-kat Indonesia yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan adat isti-adat.
“Memang diperlukan penguatan pendekatan budaya dalam pem-bangunan SDM di Indonesia,” ujar Rafael.
Rafael turut menyambut baik ajakan kerja sama antara Masda Jabar dan BIN. Gagasan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti melalui pem-bahasan lebih lanjut.(*)

